
Aditya terdiam begitu tahu kalau Stella adalah wanita kupu-kupu malam. Aditya sedikit banyak bisa membaca watak dari Stella. "Mungkin Stella telah terpaksa untuk melakukan pekerjaan ini, karena himpitan ekonomi", pikirnya dalam hati.
Aditya merasa tidak enakan menanyakan panjang lebar mengenai pekerjaan Stella. "Nantilah tunggu suasana yang tenang, aku akan mencoba menanyakannya", gumam Aditya dalam hati. Dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, ini ATM aku. pinnya 128381. Kamu ambillah berapa saja untuk melunasi uang kontrakan kamu. Dan untuk membeli kebutuhan kita nanti", Aditya menyerahkan atm-nya.
"Aku tidak enak dan aku tidak mau mengambil sesuai keinginan ku, kamu sebutkan saja berapa yang harus aku ambil dari ATM kamu", Stella tidak mau Aditya berpikir kalau dirinya perempuan mata duitan.
Aditya mengerti perasaan Stella.
"Baiklah. Ambil saja lah dulu 5 juta. Nanti kalau kurang bisa diambil dikemudian hari. Karena untuk biaya pengobatan ku aku akan memberikan kartu asuransiku", Aditya menyerahkan atm-nya kepada Stella, Stella pun mengambil nya dan segera pergi meninggalkan Aditya.
*****
Sekarang Aditya sudah diizinkan pulang kerumah. Untuk sementara waktu Aditya menggunakan kursi roda, karena kakinya terjepit oleh bumper mobil yang rusak parah.
Stella dan Aditya sampai di rumah kontrakan Stella, kedua adik Stella Jenny dan Joy terkejut Stella membawa Aditya ikut serta.
"Siapa laki-laki yang bersama kakak?", tanya Jenni penasaran dan ingin tahu.
"Ini Aditya, tadinya kakak temukan sedang tidak sadarkan diri di daerah pemakaman. Kakak menolong dan membawanya ke rumah sakit. Tetapi setelah diizinkan pulang, Aditya ingin sementara waktu tinggal bersama kita. Menunggu fisiknya pulih total, karena Aditya masih harus berlatih berjalan lagi. Tolong kalian juga bantu, kalau ada sesuatu yang diperlukan Aditya ya!", Stella memberitahu dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu kak", balas Jenni dan Joy bersamaan.
"Oh iya kak, tadi ibu Mery pemilik kontrakan datang menagih uang kontrakan. Katanya untuk mengingatkan kalau 2 hari lagi kita tidak bayar kontrakan. Maka akan diusir, kita pun harus bersiap-siap segera mengosongkan kontrakan ini", Joy memberitahu.
"Iya, nanti kakak akan bayar lunas uang kontrakan ini", ucap Stella datar.
"Apakah kakak sudah mempunyai uang?", Joy bertanya ingin tahu, karena Joy pun tahu kalau kakaknya sudah dua hari tidak kerja. Dan penagih utang juga sudah dua kali juga datang untuk penagih utang untuk pengobatan Marisa, ibunya.
__ADS_1
"Iya tenang saja. Aditya yang akan melunasinya", Stella langsung menuju dapur untuk memeriksa bahan makanan yang bisa di masak.
"Adit, aku akan segera pergi ke rumah pemilik kontrakan untuk membayar kontrakan. Sekalian aku akan membeli beberapa bahan pokok, untuk kebutuhan makan kita.
Kamu istirahat saja di kamar ini atau terserah kamu mau menghirup udara segar pinggiran kota. Nanti kamu bisa minta tolong sama jenny dan Joy. kalau ada sesuatu yang dibutuhkan, tidak usah segan-segan, aku sudah memberitahu mereka tadi", ucap Stella pamit kepada Aditya.
"Iya aku tidak apa-apa kok. Kamu juga tidak usah merasa sungkan kepadaku. Aku akan makan apa saja yang kalian makan", Aditya merasa telah merepotkan Stella dan adik-adiknya.
Setelah kepergian Stella, Aditya banyak bertanya mengenai pekerjaan Stella kepada Jenny dan Joy.
Jenny pun memberitahu kalau Stella bekerja sebagai wanita kupu-kupu malam adalah karena terpaksa untuk membayar hutang-hutang ibunya untuk biaya pengobatan. Aditya merasa prihatin dan kasihan atas kondisi Stella.
Tetapi Stella seperti tidak pernah mengeluh di depan orang lain. Walaupun Aditya telah membebaskan Stella untuk mengambil uang di dalam atm-nya, Stella tidak mau mengambil kesempatan untuk menguras uang Aditya.
Aditya kagum terhadap sikap dan sifat Stella.
Stella pun telah kembali dari membeli sembako dan dengan cekatan langsung memasak untuk menu makan siang, begitu juga Jenny dan Joy segera membantu membereskan barang bawaan Stella dan membantu Stella mempersiapkannya.
"Aku serius lho Stella. Kalau kamu mau aku bisa bantu dalam menyediakan modalnya", Aditya menambahi.
Stella hanya diam saja, "Tidak mau terus bergantung dan merepotkan Aditya", pikirnya dalam hati.
"Iya nanti aku pikir kan lagi deh", Stella berbicara seadanya untuk menghindari topik pembicaraan.
"Aku serius kok stell, kamu tidak usah merasa segan dan tidak enakan. Kamu sudah banyak membantu aku. Akupun harus berkewajiban membalas budi baik kamu", Aditya menyakinkan Stella.
"Iya aku ngerti kok", ucap Stella datar, dan tidak terlalu mengambil serius perkataan Aditya.
Jenny dan Joy langsung cekatan membereskan meja dan piring-piring kotor. Membiarkan Stella dan Aditya berbicara berdua saja.
__ADS_1
"Oh iya dit. Ini sisa uang dari uang kamu yang lima juta. Nanti aku usahakan untuk melunasinya", Stella menyerahkan uang Aditya.
Aditya tidak menyangka kalau Stella akan mengembalikan uang itu dan berniat untuk membayarnya.
"Stella, jangan membuat aku menjadi tidak enakan dan menjadi laki-laki yang tidak berguna. Aku sudah kamu tolong, dan aku pun masih membutuhkan pertolongan kamu untuk merawat aku. Mengapa kamu bicara seperti itu", Aditya sedikit kesal dan sakit hati.
"Aku hanya tidak ingin merasa berhutang Budi terhadap kamu. Karena kamu telah membayar uang sewa kontrakan rumah ku", Stella tegas.
"Aku tidak menganggap begitu Stella. Tolong jangan kamu segan. Apabila ada yang bisa kubantu. Aku merasa senang bila kamu memerlukan bantuan ku", Aditya menyakinkan Stella dan kembali menyerahkan uang pemberian Aditya.
"Gunakan lah uang itu untuk membeli kebutuhan untuk keperluan kita. Toh aku juga tidak tahu berapa lama disini", Aditya memberitahu.
Stella tetap kokoh pada prinsipnya, toh Aditya adalah sosok yang belum dikenalnya begitu lama. Dan tidak ada hubungan istimewa antara Aditya dan Stella. Stella pun tidak terlalu menanggapi perkataan Aditya.
"Baiklah kalau begitu, kamu mau selamanya disini. Ayo dong belajar berjalan", Stella membuka pembicaraan.
Aditya senang, pelan-pelan ia menggerak-gerakkan kakinya, dan terkadang merintih kesakitan.
"Tidak apa-apa, nanti kalau terbiasa latihan bergerak. Pasti akan tidak terasa sakit", Stella menyemangati Aditya.
Dengan gigih Aditya berlatih dan bertumpu pada pundak Stella. Terkadang Aditya merasa manja, agar ingin selalu dekat dan ingin selalu dipegang oleh Stella.
****
Begitulah keseharian Aditya dan Stella. Sehingga keadaan dan kesehatan Aditya berangsur-angsur pulih. Aditya sudah bisa menggerakkan sendiri kakinya dan dengan pelan-pelan sudah bisa berjalan, walaupun masih terasa sakit dan tidak terlalu cekatan bergerak.
"Sekarang kamu sudah bisa bergerak sendiri walaupun harus pelan-pelan. Nanti aku mau pergi bekerja, sudah seminggu lebih aku tidak bekerja. Aku harus membayar hutang-hutang ku", Stella memberitahu.
"Tidak bisa kah, kamu mencari pekerjaan lain Stella?", tanya Aditya penuh selidik, apakah memang Stella memang sudah kecanduan dengan pekerjaannya dan telah memiliki pacar.
__ADS_1
"Ha....ha... ha ...", mana ada orang yang mau mempekerjakan bekas wanita kupu-kupu malam, sambil terus tertawa.
"Aku serius Stella", Aditya menunjukkan raut muka tidak senang.