
Seperti biasa ketika sarapan pagi bersama.
"Yah, Apakah ayah sibuk hari ini?", tanya Aditya ingin tahu jadwal Juan hari ini.
"Ehmmm. Seperti nya tidak. Kenapa memangnya dit?", Juan bingung tiba-tiba menanyakan jadwalnya.
"Adit ingin mengajak Stella nanti malam ke rumah ini untuk berkenalan dengan ayah, boleh tidak yah", Aditya memohon.
"Oh, ayah pikir tadinya apa, sampai ayah bingung. Boleh dong, ayah sangat senang berarti kamu ada keseriusan kepada Stella. Tadinya ayah berpikir, kalau kamu tidak jadi memperkenalkan Stella kepada ayah", ucap Juan menyindir.
"Jadi dong ayah", Aditya bersemangat.
"Ya sudah, bawa saja stellanya, agar ayah bisa berkenalan dengan nya. Ayah pun sudah tidak sabar agar kalian segera menikah. Dan segera memiliki anak. Ayah sudah tua begini masih belum mempunyai cucu, padahal teman ayah, malah ada yang sudah memiliki 5 cucu", Juan bersemangat sambil tertawa kecil.
"Terimakasih ayah, atas dukungan ayah", Aditya langsung meninggalkan Juan yang masih sarapan di meja makan.
"Lho, main tinggal-tinggal saja. Begitu ya, Mungkin setelah menikah nanti. Kamu pasti akan cuek dan tidak peduli kepada ayah", ledek Juan mencandai Aditya.
"Tidak dong ayah. Aditya akan terus perhatian kok sama ayah. Sekarang ada hal urgent yang harus lebih dahulu diutamakan", Aditya terus berlalu setelah menyalim tangan Juan.
Rianti hanya tersenyum menyunggingkan bibirnya, seperti tidak senang atau meledek.
***
Aditya pun melajukan mobilnya berangkat menuju kontrakan Stella.
Tok...tokk..Aditya mengetuk pintu
krekkk pintu dibuka.
"Hai sayang, sudah siap", Aditya senyum-senyum.
"Siap apaan?", Stella bingung.
"Yah, mendadak lupa, atau pura-pura lupa", Aditya sedikit cemberut.
__ADS_1
"Iya deh, aku ingat. Hari ini kan kita mau ke rumah kamu ketemu dengan ayah kamu", ucap Stella mantap.
"Betul, ternyata kamu ingat. Bagaimana sudah siap mental kan. Tidak usah tegang begitu dong. Santai saja, ayah ku orangnya baik kok", Aditya menyakinkan Stella.
"Iya, ketemuannya kan malam, sedangkan ini masih pagi. Apa aku harus siapan pagi-pagi ini. Keburu luntur bedak aku", Stella meledek Aditya.
"Tidak sayang. Aku ingin kamu belanja pakaian siang ini, agar kamu nanti terlihat cantik dan spesial", ucap Aditya memuji. Stella jadi malu.
"Sekarang siapan gih, untuk belanja ke mall", Aditya menyuruh Stella. Stella pun langsung pergi meninggalkan Aditya. Belum lama berlalu, Stella kembali datang agar Aditya dibukakan tali celemeknya dari balik lehernya, karena kebetulan ketika Aditya datang, Stella sedang memasak.
Ketika membuka tali celemeknya, ikatan rambut Stella yang panjang terurai wangi tepat di muka Aditya.
Wangi rambut Stella yang terurai panjang di wajah Aditya membuat birahi Aditya sangat bernafsu. Aditya langsung memeluk erat Stella dari belakang.
"Aku tidak akan melepaskan mu, Aku mencintai Stella, sangat mencintaimu", Aditya lansung membalikkan tubuh Stella tepat berhadapan dengan nya.
Stella pun pasrah, dan kembali membalas mencium Aditya sambil berkata, "Aku juga mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu.
Kamu mau menerima aku apa adanya, bahkan dalam kondisi terhinaku, Tidak ada yang menghargai ku, selain kamu. Jangan kamu pernah mempermainkan aku ya", Stella berlinang.
"Aku akan membuatmu menjadi ratu di dalam hatiku selamanya", ucap Aditya terus mengecup bibir kening bahkan menjalar hingga ke leher. Aditya langsung menggendong Stella, dan memboyongnya sampai ke ranjang.
Apalagi Aditya baru melakukannya kali pertama ini, tetapi Aditya pernah menonton adegan suami istri di handphone nya. Sehingga Aditya pun mempraktekkan.
Stella tahu memuaskan Aditya, terus mengecup bagian sensitif Aditya, begitu juga Aditya melakukan hal yang sama, agar keduanya bisa saling puas. Mereka pun langsung rebah, begitu keduanya sudah merasa puas.
"Maaf Stella, aku tidak bisa menunggu hingga saat pernikahan sah kita. Wangi rambut mu membuat aku sangat tergoda dan sangat bernafsu. Bukan aku tidak menghargaimu. Kamu jangan salah sangka", Aditya merasa tidak enak kepada stella.
"Tidak apa-apa sayang, aku senang dan ihklas melakukannya. Aku mau tanya, kamu melakukannya atas dasar nafsu atau atas dasar cinta?", Stella ingin tahu.
"Aku melakukannya atas dasar cinta sayang, bahkan sangat cinta. Mudah-mudahan benih cinta itu segera tumbuh di dalam rahim kamu. Aku mencintaimu dan benih cinta ini", Aditya mencium perut Stella.
Takut adik Stella akan tiba-tiba pulang sekolah. Stella langsung beranjak dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi. Aditya langsung memakai pakaiannya. Dan rebahan di tempat tidur karena kelelahan.
Sepuluh menit telah memejamkan matanya dan tertidur. Aditya tiba-tiba tersentak dirinya di kamar dan tidak menemukan Stella. "Mengapa Stella begitu lama mandinya", gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Aditya pun pergi ke kamar mandi dan mengetuk "Stella, kamu masih di dalam?. Mengapa lama sekali mandinya, cepatlah keluar", Aditya memastikan apakah Stella masih di kamar mandi.
Stella pun membuka kamar mandi, "Masuk lah sebentar. Aku ingin minta bantuan mu sebentar", Stella menarik tangan Aditya masuk ke kamar mandi.
Birahi Aditya pun langsung naik lagi melihat pemandangan yang begitu indah di depannya. Stella hanya berbalutkan busa sabun. Kini bentuk tubuh Stella terlihat jelas dan putih mulus. Stella mengajak Aditya dan segera melucuti semua pakaian Aditya yang melekat pada tubuhnya.
Stella mengajak Aditya melakukannya di dalam bak mandi. Benar-benar Aditya hampir kelelahan menghadapi keinginan birahi Stella, yang begitu kuat. Tetapi Aditya pun senang dan menanggapinya.
Aditya sangat menikmati suasana yang berbeda ini, keduanya pun saling memuaskan pasangan masing-masing. Karena kepuasan itu begitu terasa apabila melihat pasangan kita merasa puas juga, prinsip itu mereka pegang, sama halnya dengan prinsip "bila dicintai lebih harus mencintai lebih pula"
Dalam waktu Satu jam, mampu melakukannya dua kali. Dengan dua lokasi. Aditya tidak menyangka, tetapi Aditya menikmatinya dan sangat bahagia.
"Sayang sudah ya, selesai ini sudah. Nanti aku malah tidak bisa keluar dari kamar mandi ini. Karena kelelahan. Kapan kita belanjanya, nanti malah keburu sore nih", Aditya mencandai Stella.
"Tapi aku masih pengen lagi", Stella malah meladeni guyonan Aditya.
"Saat ini aku nyerah deh", Aditya langsung memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mandi langsung menuju ruang tamu. Takut Stella malah menggodanya lagi ketika berpakaian di kamarnya.
Sembari menunggu di ruang tamu. Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya Stella keluar.
"Kamu cantik sayang", puji Aditya kepada Stella.
"Terimakasih sayang", balas Stella dengan senyum yang merekah.
Keduanya pun langsung menuju mobil dan segera berangkat.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Aditya senyam-senyum sambil menyetir.
"Mengapa sedari tadi senyam-senyum?", Stella bingung dan ingin tahu.
"Tidak, aku hanya membayangkan saat-saat berdua tadi bersama dengan mu", Aditya menggoda Stella.
"Menyetir yang benar sayang, bahaya bila menyetir pikiran kemana-mana", Stella mengingatkan Aditya.
"Baik siap sayang, aku akan menyetir dengan fokus", Aditya berucap ala tentara.
__ADS_1
"Mulai deh lagi becanda nya", Stella sedikit menyunggingkan bibirnya sambil tersenyum melirik kearah Aditya.
Aditya begitu berbunga-bunga, gambaran masa depan indah bersama anak-anak kelak terbayang-bayang di kepalanya. Tidak bersabar ingin segera mempersunting Stella.