Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#7. Rianti bersikap manis dihadapan Juan dan Aditya


__ADS_3

Rianti duluan masuk ke kamarnya. sedangkan Juan masih sibuk di ruang kerjanya memantau pergerakan saham dari laptop nya. Memang kebiasaan Juan sebelum tidur pergi ke ruang kerja, untuk memantau pergerakan sahamnya. Apalagi keadaan ekonomi di banyak negara baik Eropa dan Afrika dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Agar tidak terlalu banyak rugi, Juan akan menahan untuk tidak menjual atau membeli. Harus banyak yang dipertimbangkan. Untung nya Juan selalu tahu dan mempunyai feeling yang bagus untuk membuat keputusan membeli atau menjual sahamnya.


Siapa pun tidak boleh mengganggu nya bila Juan sedang di ruang kerjanya. Juan sudah memberitahukan mengenai masalah itu terhadap Rianti jauh-jauh hari, sebelum menikah.


Rianti pun hanya pasrah menunggu kedatangan Juan ke kamarnya. Sebenarnya Rianti merasa lelah dan capek karena seharian telah meladeni para tamu. Tetapi Rianti harus kelihatan cinta mati dan memberi perhatian penuh, mesra dan manja kepada Juan. Agar Juan bisa tunduk dan melakukan apa yang diperintahkan Rianti.


Setelah Rianti membersihkan semua riasan pada wajahnya, termasuk mengganti pakaian pengantin. Bahkan Rianti pun sudah mandi dan memakai wewangian yang cukup menggoda, pakaian tidur yang transparan tidak lupa dikenakannya.


Rianti memang sengaja melakukan semua itu agar Juan bisa merasa ketagihan terus untuk menyetubuhinya. Rianti pun sudah siap untuk menyambut dan meladeni Juan pada malam pertama mereka.


Begitu tahu ada gerak langkah yang hendak menuju kamarnya, "Itu pasti Juan ingin masuk ke dalam kamar", gumam Rianti dalam hati. Buru-buru Rianti segera naik ke tempat tidur pura-pura tertidur.


Juan pun masuk dan melihat Rianti sudah rebahan ditempat tidur. Juan segera memakai piyamanya dan bermaksud segera rebahan juga ditempat tidur. Bermaksud untuk memejamkan matanya Rianti pun memulai aksinya.


"Mas, kok tidur sih?. Ini kan malam pertama kita, masak iya malam pertama kita harus dilewatkan begitu saja", Rianti mengelus-elus dadanya Juan dengan penuh nafsu. Karena memang Juan mempunyai bulu yang lumayan lebat di dadanya.


"Malam pertama, bukankah kita sudah melakukannya kemarin, ketika aku lagi mabuk berat. Kamu kan yang mengatakan begitu", Juan mencoba mengorek perihal bahwa Juan telah menyetubuhi Rianti hingga sampai hamil.


Rianti gelagapan tidak tahu harus menjawab apa, buru-buru Rianti mencari-cari alasan yang lebih masuk akal.


"I...i...iya sih mas, kemarin itu kita melakukannya dengan sangat terpaksa dan terburu-buru. Sekarang kita sudah sah menjadi suami istri. Aku mau menikmati nya dengan kepuasan dan aku ingin memberi pelayanan yang terbaik untuk kamu mas", Rianti mencoba menyakinkan Juan.

__ADS_1


Juan merasa jantungnya berdegup kencang dan keinginan birahinya begitu memuncak dan hampir tidak bisa dibendung nya. Tetapi Juan tidak mau memperlihatkan nya kepada Rianti dan berusaha menolak dan mengontrol nya.


"Tapi kamu kan lagi hamil muda Rianti, apa tidak apa-apa nantinya. soalnya kandungan kamu masih rawan, setahu saya. Tiga bulan awal kehamilan tidak boleh dicampur. Harus melakukan hubungan suami-istri tidak boleh di tembak kan kedalam melainkan harus di tembak di luar.


Rianti kesal Juan seperti ingin menolak berhubungan suami istri dengannya. Tetapi Rianti tidak mau kalah, Rianti mencoba merayu dan tidak mau seperti kelihatan mencari-cari alasan yang tepat, agar kebohongan nya tidak ketahuan.


"Mas tenang saja, pasti kandungan ku akan baik-baik saja kok. Ayo dong mas. Aku tidak mau malam pertama ini berlalu begitu saja, hanya karena argumen-argumen yang tidak penting, yang merusak suasana hati kita masing-masing", Rianti pun mencoba naik ke atas tubuh Juan dan segera ******* bibir Juan dengan penuh gairah.


Hasrat Juan tidak terbendung lagi. Dan memang Juan hampir setahun sejak kepergian Liana tidak pernah lagi berhubungan suami-istri.


Juan pun segera membalas kecupan bibir Rianti. Memang taktik Rianti mencoba meladeni Juan dengan sangat baik.


Juan pun tidak bisa mengelak. Juan merasa puas dan lelah setelah merasa *******. "Terimakasih sayang, kamu ternyata hebat dan bisa memuaskan", ucap Rianti setengah berbisik di telinga Juan, dan memeluk erat tubuh Juan seolah tidak ingin lepas dan selalu ingin terus bercinta dengan nya.


"Kamu akan segera tunduk dan menuruti semua keinginanku Juan", gumamnya dalam hati.


"Mas, kita kan sudah sah jadi suami istri. Apakah mas tidak akan memberikan uang pegangan kepada ku?, aku kan tidak mungkin di rumah terus.


Sekali-kali boleh dong aku ke mall untuk belanja beli baju, tas dan perhiasan. Masak iya seorang CEO, seperti mas. Mempunyai istri yang penampilannya biasa-biasa saja", Rianti mencoba memberikan gambaran agar Juan luluh dan mengabulkan permintaan Rianti.


Juan hanya diam saja, sejenak berpikir kata-kata Rianti ada benarnya.


"Baiklah besok aku akan memberikan ATM aku yang no limit, Kamu bisa mempergunakannya kapan saja tanpa batas tertentu dalam satu harian. Tetapi ingat kamu jangan terlalu boros juga, belilah barang-barang yang perlu-perlu saja. Tidak apa-apa kan harus berhemat, itu lebih baik daripada boros. Toh istri pertamaku Liana juga tidak bergaya hidup mewah dan boros. Liana selalu membeli barang-barang yang seperlunya saja", Juan memberitahu sifat Liana sambil menasihati Rianti.

__ADS_1


Rianti sedikit kesal karena telah dibanding-bandingkan dengan Liana. Tetapi Rianti mencoba tidak menampakkan ekspresi tidak senang. Dan berusaha terlihat manis di hadapan Juan.


"Iya mas. Aku akan membeli barang-barang seperlunya saja. Dan berusaha tidak boros", Rianti mencoba bicara lembut dan bijak.


"Baguslah kalau kamu mengerti, kita tidur yuk aku lelah sekali", Juan memejamkan matanya.


Rianti pun terus memeluk dan berusaha terlihat manja dan ingin nempel terus di pelukan Juan.


****


Keesokan harinya Rianti bangun pagi-pagi sekali. Dan berusaha menuruti membuatkan kopi dan sarapan roti kepada Juan dan Aditya. Begitu juga Evans sudah duduk manis di meja makan, yang siape mnunggu kedatangan Juan dan Aditya ke meja makan.


"Bagi mas, ini kopi dan sarapan rotinya", Rianti meletakkan secangkir kopi dan sepotong roti yang sudah diisi selei coklat.


"Ini untuk Aditya susu dan sepotong roti", ucap Rianti lembut dan ramah meletakkan susu dan rotinya di hadapan Aditya.


"Dan ini untuk Evans", ucap Rianti meletakkan di hadapan Evans.


"Mengapa bukan Evans yang duluan ma, Evans kan anak mama", ucap Evans mencoba menunjukkan sifat ibunya yang Pura-pura baik.


"Iya dong sayang. Harus duluan Aditya dong. Aditya kan kakak kamu", ucap Rianti sok bijak.


"Evans kamu tidak boleh iri-irian ya sama kakak kamu. Itu tidak baik, kamu harus tahu diri dong. Kita yang harus mengalah kepada Aditya, karena kita uang datang ke rumah ini", Rianti sok bersifat manis.

__ADS_1


__ADS_2