Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#27. Aditya pulih


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Kehamilan Stella telah memasuki bulan ke -5. Aditya tetap juga tidak bicara. Segala cara sudah dilakukan Stella, Stella bingung dengan cara apa lagi yang harus dilakukan agar Aditya segera pulih.


Sebelumnya Stella sudah mengatakan kepada Aditya, bahwa Aditya adalah suaminya. Aditya hanya diam saja tidak ada ekspresi. Terakhir Stella juga mengatakan kalau dirinya adalah Stella. Aditya juga diam saja.


"Ingatan Aditya mungkin sudah hilang, mengenai kebahagian saat bersama dulu", pikir Stella dalam hati dengan perasaan sedih dan hilang harapan


"Kamu tahu tidak dit, momen bahagia yang pernah kurasakan seumur hidupku", Stella curhat. Seperti biasa Aditya hanya diam saja. Tidak ada respon, tetapi Stella terus bercerita.


"Momen bahagia yang sampai sekarang tetap kuingat adalah, ketika kamu mengatakan cinta dan menginginkan aku untuk jadi teman hidupmu.


Sesungguhnya dari awal aku melihat dan mengenalmu aku sudah menaruh hati, tetapi aku tahu diri. Apalah aku, yang seorang wanita kupu-kupu malam.


Sangat mustahil mendapatkan cinta dari seorang Aditya yang tampan, pintar dan seorang CEO. Aku takut untuk mencintai mu, karena di luar sana masih banyak wanita yang lebih layak untuk menjadi istri kamu.


Begitu kamu mengatakan mau menerima aku apa adanya, dan saat itu kamu mengungkapkan perasaan cinta dan ingin menikahi aku. Aku merasa sangat bahagia dan tidak percaya.


Kalau seorang Aditya mau mencintai aku yang hina dan kotor ini. Setelah kamu menikahi aku, aku berjanji akan memegang teguh janji suci kita. Dalam hati aku akan terus memperjuangkan cinta kami, walau apapun yang terjadi. Komitmen itu selalu kupegang teguh hingga sekarang.


Setelah aku keluar dari rumah kamu.


Aku berharap kamu datang mengklarifikasi mengapa aku di usir. Ternyata kamu tidak datang, akupun berpikir kalau kamu telah kecantol dan sadar telah menemukan perempuan yang lebih layak dari aku.

__ADS_1


Sehingga sempat aku membuang segala harapan indah untuk hidup bersama mu. Tetapi aku memberanikan diri untuk datang ke rumah mu, untuk mengetahui keberadaan mu.


Tetapi aku tidak menyangka, kalau kamu sakit jiwa dan kala itu sedang di rawat di rumah sakit jiwa. Hatiku sakit melihat kamu menderita sakit jiwa. Akupun bertekad untuk menyembuhkan mu dan memutuskan untuk merawat mu sendiri, karena di rumah sakit kamu tidak kunjung sembuh.


Sekarang aku telah hamil anak kamu, awalnya aku takut mengandung anak ini. Takut kamu tidak percaya kalau ini adalah benih cinta kita.


Sekarang kondisi kamu masih begitu-begitu saja. Apa yang bisa kuperbuat?. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ada mujizat, sehingga kamu bisa pulih kembali", Stella mencurahkan segala isi hatinya dengan berurai air mata. Aditya tetap tidak bergeming hanya diam saja tanpa ekspresi.


Sesungguhnya Aditya sudah bisa bicara. Aditya sudah bisa terima kepergian Stella dari rumah memang sengaja dilakukan ibu tirinya agar Stella keluar dari rumah.


Agar Aditya tidak mempunyai keturunan. Karena Aditya masih ingat perkataan Juan yang mengatakan kalau harta Juan akan jatuh ke tangan cucunya anak dari Juan. Mungkin itu penyebab Rianti mengusir Stella, pikir Juan setelah Stella memberi gambaran.


Aditya hanya berpura-pura belum sembuh. Karena Aditya melihat Stella sedang hamil, Aditya sebelumnya tidak mengetahui kalau kehamilan Stella adalah benih cintanya.


Setelah Stella menceritakan semua, Aditya tahu kesungguhan cinta Stella kepadanya. Dan karena Stella lah Aditya bisa pulih seperti sekarang ini, Aditya merasa terharu. Dalam hati Aditya ingin sekali mengungkapkan juga perasaan cintanya yang begitu dalam kepada Stella. Dan ingin sekali memeluk erat tubuh Stella.


Aditya pun tidak sanggup lagi menahan keinginan untuk menyatakan perasaannya.


"Stella aku juga sangat mencintaimu, Maaf ya. Aku sudah pulih seminggu yang lalu. Tetapi aku ragu, melihat kehamilan mu. Aku pikir kehamilan mu karena pria lain. Tetapi aku salah, kehamilan mu adalah merupakan benih cinta kita berdua. Maaf kan aku ya sayang", Aditya tak kuasa dan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.


Sontak Stella terkejut, "Kamu sudah pulih sayang", Stella bahagia dan terus memeluk erat Aditya.


"Terimakasih sayang, kali kedua ini kamu telah menolong hidupku. Tidak bisa kubalas atas semua pengorbanan dan kebaikan mu kepada ku. Aku selalu merepotkan mu dan telah membuat kamu ikut campur dalam masalah keluarga ku. Dan telah membuat hidupmu tertekan", Aditya mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


"Sayang, Aku bersyukur dan sangat senang kamu sudah pulih normal seperti biasanya. Aku tidak menyesal telah memilih kamu dalam teman hidupku. Bagaimana pun kerasnya hidup atau beratnya beban hidup. Bila kamu bersama ku.


Akupun tidak akan goyah. Semua akan bisa kita lalui bila kita saling kuat dan saling mensupport", Stella menyakinkan Aditya.


"Oh iya sayang, Kamu tahu tidak. Kamu seperti ini adalah karena seseorang telah memberikan kamu obat terlarang. Yang membuat kamu menjadi berhalusinasi, merasa sendiri, dan menjadi ketakutan.


Itu dikatakan oleh dokter ahli saraf setelah aku mengeluarkan kamu dari rumah sakit jiwa. Setelah darah dan urine kamu diperiksa. Diketahuilah kalau darah kamu mengandung zat-zat dari obat terlarang tersebut.


Obat itu juga diberi ketika kamu berada di rumah sakit jiwa. Padahal menurut suster yang merawat kamu obat yang diberikan setiap hari kepadamu adalah resep dari dokter. Perawat hanya bertugas memberi saja. Artinya perawat itu tidak tahu apa-apa.


Menurut kamu siapa yang telah berani melakukan itu sayang?, bila dokter di rumah sakit ikut berperan, aku pikir ada yang telah menyuruh atau membayar nya.


Oh iya, ketika aku diusir dari rumah kamu. Rianti telah mengakui bahwa Rianti memang sengaja mengusir ku adalah karena tidak mau harta kekayaan ayahmu dibagi. Rianti tidak rela mendapat bagian yang sangat sedikit.


Rianti juga yang telah memfitnah aku, dengan mengatakan kalau aku telah pergi dari rumah dengan pria lain. Dengan alasan itu, Juan pun tidak curiga kalau kamu menjadi sakit jiwa karena obat terlarang itu.


Bahkan Rianti juga berencana untuk mengusir Juan dari rumah itu", Stella memberitahu semua rencana jahat Rianti.


"Benar-benar Rianti sangat serakah dan kejam, dia halal kan segalanya untuk mencapai apa yang diinginkannya. Bahkan seluruh pegawai di rumah termasuk mbok Lasmi pasti telah diancam untuk mengatakan benar adanya kalau kamu keluar dari rumah dengan pria lain.


Karena perkataan mbok Lasmi itulah, aku menjadi sangat yakin, karena bagiku tidak mungkin mbok Lasmi bohong. Karena mbok Lasmi sudah menjadi ibu kedua bagiku", Aditya sangat marah atas perbuatan Rianti.


"Sudahlah sayang, kamu tidak usah menyalahkan mbok Lasmi. Sebelum aku di usir dari rumah itu. Aku telah dijadikan Rianti pembantu di rumah kamu, untuk melakukan segala pekerjaan rumah sendiri.

__ADS_1


Bila ada pegawai yang membantu akan diancam untuk dipecat. Makanya tidak ada yang membantu aku kala itu. Semua ketakutan, termasuk mbok Lasmi juga sedih melihat aku melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa", Stella menceritakan pengalamannya ketika di rumah Aditya.


"Benar-benar Rianti sudah kelewatan, aku harus membongkar semua kejahatan Rianti", Aditya geram bukan main.


__ADS_2