Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#26. Aditya berangsur-angsur sembuh tetapi masih belum mau bicara


__ADS_3

Sebulan berlalu sejak, Aditya rutin kontrol ke dokter Ramli. Ternyata benar sejak Aditya tidak diberikan lagi obat-obatan terlarang. Aditya semakin tenang, sudah mau diajak bicara, sudah mau tersenyum, di ajak jalan-jalan keluar tidak berontak dan disuruh mandi dan potong rambut Aditya juga cukup senang.


Aditya merasa senang di berikan pakaian yang rapi dan disisir rapi. Stella merasa senang dan bahagia. Kesembuhan Aditya sudah terlihat secara signifikan. Walaupun Aditya belum mau bicara dan menyapa. Masih terkadang melamun dan merenung. Mungkin Aditya masih bingung dan merasa asing, karena tidak mengingat orang-orang disekitarnya.


Perut Stella pun semakin membuncit, kehamilannya telah tampak. Sudah menginjak bulan ke 4, Stella berharap sebelum anaknya lahir, Aditya sudah sembuh. Aditya mengetahui kelahiran anaknya. Stella hanya bisa berdoa, semoga Tuhan mengabulkan doa-doanya.


Untuk lebih memulihkan ingatan Aditya. Stella sengaja menunjukkan foto-foto perkawinannya kepada Aditya. Stella memasak makanan kesukaan Aditya. Dan Stella sering memberikan kemesraan dan perhatian kepada Aditya, seperti yang mereka lakukan dulu.


Apabila Stella lagi memasak di dapur, Stella selalu mengajak Aditya untuk membantunya. Terkadang Stella membuat keusilan kecil dengan menaruh tepung pada pipi Aditya. Dan Aditya pun tersenyum dan tertawa. Bahagia sekali perasaan Stella melihat Aditya sudah bisa tersenyum dan tertawa.


Aditya juga tidak memakai kursi rodanya lagi. Lagi-lagi Stella membuat suatu keusilan dengan sengaja menaruh tepung atau coklat pada pipinya. Aditya bermaksud untuk menghapusnya, tidak sengaja pipi stella dan Aditya bersentuhan.


Stella pun agresif langsung mencium bibir Aditya, Stella sengaja dan bermaksud mengingatkan momen bahagia mereka. Kala itu Ketika baru pertama kali melakukan hubungan suami istri ketika berada di kontrakan Stella, itu terjadi ketika Stella sibuk memasak di dapur.


Tanpa basa-basi Aditya pun langsung meladeni Stella. Stella senang melihat Aditya begitu agresif, "Ini adalah salah satu cara untuk proses pemulihan Aditya", gumamnnya dalam hati.


Dan memang setelah Aditya dan Stella sering melakukan hubungan suami-istri, Aditya semakin bersemangat dan selalu terlihat bahagia. Stella senang melihat perubahan Aditya.


***


Ketika di hari minggu pagi. Stella dan Aditya sedang asik menonton tv di ruang tamu.


"Sayang, Bagaimana kalau kita menonton Vidio perkawinan kita!", ajak Stella kepada Aditya.


Aditya hanya diam saja dengan tatapan kosong, tetapi tidak menolak juga.


Mata Aditya tertuju ke layar tv. Pada awal Vidio tertera Nama Aditya dan Stella.


Sontak Aditya menyebut nama stella.


"Stella..Aku benci Stella. Stella....kamu jahat kamu telah meninggalkan aku. Kamu telah mengingkari janji suci kita", Aditya terus berteriak sambil menutup telinganya. Sedikit demi sedikit ingatan Aditya kembali.

__ADS_1


Tetapi Aditya hanya mengingat momen Rianti yang terus menerus, seperti telah mencuci pikiran Aditya. Bahwa Stella telah kabur meninggalkan dirinya dan lebih memilih untuk hidup dengan pria lain.


Stella terkejut mendengar teriakan Aditya. Stella berusaha menenangkan Aditya.


"Sayang, tenanglah. Jangan khawatir aku disini menemani kamu", Stella memeluk erat Aditya dan berusaha membujuk Aditya.


Ternyata Aditya belum mengingat wajah Stella.


Setelah ditenangkan dan dibujuk akhirnya Aditya pun tidak teriak lagi.


Stella bingung tidak tahu harus bagaimana memperkenalkan dirinya pada Aditya.


Seperti biasa Stella tetap bersabar dan tetap perhatian kepada Aditya. Memenuhi kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani Aditya. Pelan-pelan Stella mengajak Aditya untuk beribadah dan berdoa bersama.


Ketika suasana hati Aditya terasa baik dan bahagia. Stella berusaha bertanya dan mengeruk informasi dari Aditya.


"Sayang, kamu tidak ingat siapa aku?", tanya Stella pelan


"Sayang...aku ingin bicara dan menanyakan sesuatu. Tetapi janji ya, kamu jangan marah ya jawabnya", stella terlebih dahulu permisi kepada Aditya.


Aditya pun mengangguk kan kepalanya. Setelah mendapat kan persetujuan dari Aditya, akhirnya Stella berani untuk bicara.


"Sayang...Siapa Stella itu?", Stella bicara hati-hati.


Aditya pun hanya diam saja.


"Tidak apa-apa sayang. Kamu boleh terbuka kepada saya. Agar beban pikiran kamu tidak terasa berat. Bila kamu terbuka mungkin kamu pun tidak akan merasa sedih lagi", Stella membujuk Aditya.


Lama Stella membujuk Aditya. Dan akhirnya Aditya pun mulai berbicara.


"Stella jahat, telah meninggalkan aku pergi dengan laki-laki lain", Aditya menangis.

__ADS_1


"Sayang... bukannya aku membela atau mendukung Stella, aku sendiri pun tidak mengenal Stella. Bagaimana kalau bukan seperti itu kenyataannya?", Stella membalikkan pertanyaannya kepada Aditya.


Aditya hanya diam saja. "Maksudku, Bagaimana kalau orang yang mengatakan kalau stella kabur telah membohongi kamu.


Telah menanamkan pada pikiran mu kalau Stella kabur meninggalkan rumah demi laki-laki lain. Kenyataannya Stella itu diusir dari rumah, agar yang mengatakan itu, memang bermaksud ingin memisahkan kamu dari Stella untuk mencapai segala kemauan dan keinginannya", Stella berusaha pelan-pelan ingin menceritakan yang sebenarnya.


Aditya tetap tidak bicara, mungkin Aditya berusaha berpikir dan menelaah semua yang Stella katakan.


"Sayang aku yakin Stella tidak bersalah, Coba kamu ingat siapa orang yang mengatakan semua kebohongan itu kepada mu?", tanya Stella ingin membuka ingatan Aditya.


"Sayang coba jangan mengingat Stella yang telah meninggalkan kamu, coba pikirkan hal-hal indah yang kalian lakukan bersama stella. Atau hal apa yang paling kamu suka dari Stella?", Stella berusaha membuka ingatan Aditya .


Aditya hanya senyum-senyum dan begitu bahagia. Mungkin Aditya sedang mengingat masa indah bersama Stella.


Stella tidak mau memaksa agar Aditya bicara. "Pasti suatu saat nanti Aditya akan bicara", gumam Stella berharap.


"Baiklah sayang, sekarang waktunya kamu minum obat dan setelah minum obat. Kamu rebahan ya di kamar!", Stella mengantar Aditya ke kamar untuk rebahan setelah stella memberi obat Aditya.


****


Di kediaman Juan Handoyo.


"Ha ..ha.... sebentar lagi aku akan menguasai seluruh harta Juan Handoyo. Aku telah mengganti surat-surat tanah dan rumah ini atas nama ku.


Dan beberapa surat rumah dan tanah lainnya di tempat yang berbeda. Bodoh sekali Juan, tidak tahu kemarin aku telah meminta tanda tangannya. Dan tanda tangan itu telah ku gunakan membuat surat perjanjian, bahwa Juan Handoyo telah setuju untuk mengganti nama beberapa asetnya atas nama Rianti", gumam Rianti tertawa penuh kemenangan.


"Tidak ada lagi yang menghalangi segala rencana ku ini. Aditya sudah membusuk dan menjadi gila selamanya di rumah sakit jiwa", Rianti menambahi.


"Stella tidak ada hak untuk kembali ke rumah ini. Karena Juan Handoyo sendiri tidak suka kepada Stella karena Stella mantan Wanita kupu-kupu malam", Rianti semakin merasa penuh kemenangan.


Sedangkan para pegawai dan termasuk mbok Lasmi sendiri merasa sangat menyesal telah membohongi Aditya, sehingga Aditya menjadi sakit jiwa. Mbok Lasmi terisak, ingin sekali bertemu dengan Aditya. Tetapi Rianti melarang untuk menjenguk Aditya.

__ADS_1


Juan terlalu sibuk keluar kota untuk bisnisnya, tidak tahu perkembangan Aditya. Juan hanya bisa terus membayar pengobatan dan membeli keperluan Aditya tanpa pernah menjenguknya. Lagian Rianti akan selalu mencari-cari alasan agar Juan tidak menjenguk Aditya.


__ADS_2