Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#34. Aditya bermaksud pindah rumah karna takut Rianti tahu kediaman mereka


__ADS_3

"Sayang, tahu tidak!. Kemarin waktu aku diusir Rianti dari rumah kamu. Dia bilang, "Sana kembali lagi kamu ke profesi lama mu, yaitu sebagai wanita kupu-kupu malam". Rianti darimana ya tahu kira-kira, kalau aku mantan wanita kupu-kupu malam?", Stella bingung.


"Beneran Rianti mengatakan seperti itu?", Aditya tidak merasa yakin, barang kali Stella salah dengar.


"Beneran sayang, aku jelas sekali mendengar kalau Rianti berkata seperti itu", Stella merasa yakin.


"Darimana ya kira-kira Stella tahu?, padahal sama ayah saja aku tidak ada kasih tahu. Oh iya, waktu aku juga mengurung diri dikamar setelah kamu keluar dari rumah. Ayah juga mengatakan, "Ngapain kamu mikirin Stella yang pergi meninggalkan kamu, Stella adalah wanita kupu-kupu malam.


Diluar sana banyak wanita yang lebih dari stella. Itu juga yang membuat aku jadi seperti terpuruk. Ayah saja tidak peduli dan membuat aku semakin down. Ayah ya tahu, dari Rianti lah.


Karena aku memang tidak ada memberitahu ayah. Mengenai profesi kamu sebelumnya", Aditya mengingat-ingat perkataan Juan dulu.


"Apa mungkin Rianti menyuruh seseorang untuk mengikuti kamu sayang?", Stella menerka-nerka.


"Bisa jadi memang Rianti menyuruh seseorang untuk mengikuti kamu", Aditya mendukung pernyataan Stella.


"Sayang, aku jadi takut dengan Rianti. Bagaimana kalau sekarang dia tahu kalau kamu sudah sembuh?", Stella khawatir.


"Tidak mungkin Rianti tahu kalau aku sudah sembuh. Darimana dia tahu?", Aditya menyakinkan Stella


"Kita jangan pernah menyepelekan sikap Rianti. Rianti itu orang licik, menghalalkan segala cara untuk mencapai segala keinginannya. Kita harus waspada terhadap Rianti", Stella menasihati Aditya.


"Iya juga ya, Bagaimana kalau kita pindah saja. Oh iya aku kan mempunyai apartemen. Bagaimana kalau kita tinggal di apartemen aku saja", Aditya menyarankan.


"Mana muat sayang kita tinggal di apartemen. Belum lagi mbok Lasmi dan kedua adikku", Stella tidak setuju tinggal di apartemen.


"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu aku akan membeli rumah. Ayo sayang kita cari rumah untuk tempat tinggal kita. Aku sih ada rekomendasi, tetapi kamu ikut dong ngelihat mode rumahnya takut nanti kamu tidak suka", Aditya membujuk Stella untuk keluar ikut melihat mode rumah yang akan dibeli oleh Aditya.

__ADS_1


"Kita harus cepat-cepat pindah, takut Rianti telah mengetahui tempat tinggal kita. Dan melakukan hal -hal yang tidak-tidak ", Aditya menambahi.


"Baiklah sayang aku ganti baju dulu ya, gitu dong sayang. Kamu sudah tiga bulan terus mengurung diri di rumah. Sekarang waktunya untuk kamu keluar dan melihat-lihat dunia luar. Supaya tidak jenuh, dan pikiran tetap fresh", Aditya beralasan.


"Iya deh. Bilang saja, kamu ingin ditemani. Tinggal mengakuinya saja itu sudah cukup", Stella menggoda Aditya.


"Iya dong. Siapa juga suami yang tidak ingin ditemani oleh istrinya yang cantik. Lagian kamu tidak takut apa, membiarkan suami kamu berjalan sendiri di luar?, nanti suami kamu yang ganteng ini malah di ambil perempuan lain lho ", Aditya tidak mau kalah.


"Iya deh, takut banget aku kehilangan suamiku yang ganteng ini", Stella mencubit kedua pipi Aditya gemes.


"Aduh sakit", Aditya merintih.


"Iya deh maaf", Stella mengelus-elus lembut pipi Aditya tanda meminta maaf.


"Kapan kita bergerak nya ini, daritadi becanda melulu", Aditya langsung masuk ke dalam mobil. Sontak Stella pun langsung mengikuti suaminya masuk kedalam mobil buru-buru, Takut di tinggal.


Sampailah mereka di kawasan perumahan elite. Rumah itu besar, halaman depan ada, di halaman belakangnya terdapat sebuah kolam renang.


"Sayang, kayaknya rumah ini terlalu besar dan luas untuk kita tempati berdua", ucap Stella. Karena kedua adik Stella, Joy dan Jenni bermaksud untuk tinggal di apartemen aditya agar lebih dekat dengan tempat kerja nya.


"Tidak dong sayang, Bukan kah nanti kita akan memiliki anak-anak yang banyak?. Aku ingin anak-anak yang banyak, bila perlu sampai bisa membentuk tim kesebelasan", Aditya tersenyum menggoda Stella.


"Apa", Stella hanya senyum-senyum mendengar suaminya berkeinginan mempunyai anak yang banyak. "Apa aku sanggup melahirkan anak setiap tahun hingga sebelas kali!", gumam Stella dalam hati, menanggapi kalau suaminya hanya becanda saja, Stella tidak menggubris candaan Aditya, dan membiarkan seperti angin lalu.


"Bisa melahirkan anak 3-4 sudah bersyukur", gumam Stella mengetahui fisiknya pasti tidak sanggup melahirkan anak hingga sampai membentuk tim kesebelasan.


"Sayang aku suka tempat ini, bagaimana menurut kamu", Aditya minta pendapat Stella mengenai rumah yang sedang mereka lihat.

__ADS_1


"Bagus sih, Aku suka, suatu waktu kedua adikku pasti datang berkunjung dan ayah juga bisa tinggal bersama kita", Stella memberikan pendapat untuk menyemangati Aditya.


"Baiklah, karena kita sama-sama menyukai rumah ini. Kita beli rumah ini ya sayang. Mudah-mudahan rumah ini bisa menjadi berkah, kita segera diberikan anak. Kita dan anak-anak nantinya sehat, dan rezeki kita bisa bertambah-tambah", Aditya berharap.


Stella pun langsung berucap, "amin".


Setelah Aditya dan Stella sepakat untuk membeli rumah yang diinginkan mereka. Dan harganya pun sudah disepakati bersama. Aditya dan Stella pun diizinkan dalam waktu dekat sudah boleh menempati rumah tersebut.


Ketika hendak pulang kerumah, ketika didalam mobil.


"Terima kasih ya sayang, kamu perhatian dan bertanggungjawab kepada keluarga dan adik-adik ku", Stella merasa terharu, Aditya tidak perhitungan kepada kedua adiknya.


"Tidak usah merasa tidak enakan begitu sayang. Adik kamu ya adikku juga. Sudah tanggungjawab jawabku sebagai kepala keluarga untuk keluarganya. Kamu kan sudah tidak mempunyai orang tua lagi, dan kedua adikmu adalah tanggung jawab kamu. Aku selaku suamimu, bertanggung jawab dong atas kedua adik kamu", Aditya tegas.


"Karna rasa tanggung jawab kamu itulah, aku makin cinta dan makin sayang sama kamu", Stella memegang erat tangan Aditya.


"Terimakasih sayang, aku juga sangat mencintai kamu. Dari dulu aku katakan. Dengan kekuatan cinta kita, masalah apapun itu pasti akan terselesaikan", Aditya mengingatkan akan janji mereka untuk saling mencintai dengan tulus bukan dengan Karna ada maunya, atau karena ingin mendapatkan imbalan.


"Ehh sayang, kita jangan langsung ke rumah dulu ya. Kita makan ke mall saja dulu. Atau kamu ada mau membeli sesuatu?", Aditya mengajak stella untuk ke mall.


"Mengapa tidak makan di rumah saja, sayang. Kasihan mbok Lasmi pasti sudah masakin makan siang untuk kita", Stella menolak.


"Tidak apa-apa sayang, sekali kali. Lagian kita sudah lama tidak ke mall. Aku kangen jalan bareng dengan kamu", Aditya membujuk Stella.


Seperti biasa Stella pasti akan luluh dengan bujuk dan rayu dari Aditya. Karena ada saja alasan Aditya yang membuat luluh Stella.


Setelah sampai di mall yang dituju, Ketika hendak mau masuk kedalam restoran. Aditya dikejutkan oleh suara yang memanggil-manggil namanya. Perempuan itu pun menghampiri Aditya dan Stella.

__ADS_1


__ADS_2