
"Hai Aditya, lama ya kita tidak bertemu..Kamu bertambah ganteng saja", Anggi menyapa dengan genit seperti tidak melihat keberadaan Stella saja disamping Aditya.
Aditya pun merasa tidak enak kepada stella. Karena anggi menggandeng tangan Aditya dan Anggi juga mencolek pipi Aditya dengan gemas.
"Ehhh, kamu Nggi. Kenalin ini istriku Stella", Aditya melepaskan rangkulan Anggi dari lengannya. Aditya menunjuk kepada Stella.
"Ini istri kamu dit?, Kamu tidak pernah mengabari atau mengundang aku sih. Makanya aku tidak tahu", Anggi beralasan dan sedikit menjauh dari Aditya. Anggi pun berjabat tangan dengan Stella, Stella membalas dengan menyebut kan namanya.
"Tapi kan tidak masalah juga merangkul tangan kamu. Secara kamu kan dulu pacar ku. Dan kita tidak ada mengucapkan kata putus sama sekali. Itu berarti kita masih sah berpacaran sekarang", Anggi dengan genit kembali merangkul tangan Aditya. Stella merasa tidak berselera dan ingin segera menarik Aditya dan segera meninggalkan kannya.
Aditya pun dengan cepat langsung melepaskan tangan Anggi dari lengannya dan sedikit menjauh dari Anggi dan menggandeng Stella. Karena melihat wajah Stella telah cemberut.
"Kita sudah putus Anggi, karena kamu tidak ada kabar-kabari. Dan kuanggap itu sudah putus. Kamu jangan seenaknya datang dan pergi sesuka hatimu. Aku sekarang sudah mempunyai istri. Kamu selama ini tidak pernah memberitahu kemana kamu pergi. Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Oh iya kami ingin makan ditrstoran ini permisi!", Aditya langsung segera beranjak menarik tangan Stella meninggalkan Anggi.
"Aku ikut ya bareng kalian, aku juga belum makan dan kebetulan mau makan juga di restoran ini", Anggi segera mengikuti Aditya dan Stella dari belakang.
Aditya tidak tahu harus berkata apa. Terpaksa harus mengatakan, "Ya sudah. Silahkan ikut makan bareng kita. Dan tidak ada acara pegang-pegang tangan saya. Hargai istri ku, aku tidak ingin istriku salah paham atas hubungan kita. Sekali lagi aku pertegas kalau kita tidak ada hubungan apa-apa ". ucap Aditya tegas, Stella langsung cemberut begitu Anggi ikut bareng makan bersama mereka.
"Maaf ya Adit, setelah tamat SMA kemarin aku langsung main tinggal saja, tidak memberitahu kamu. Aku secara mendadak disuruh ayah kuliah di luar negeri", ucap Anggi ketika Anggi meninggalkan Aditya tanpa kabar-kabari.
"Sudahlah kita tidak usah membicarakan masalah lalu. Hubungan kita saat ini adalah sebagai teman saja. Hanya itu saja. Dan tolong hargai istri aku. Kamu tidak usah mengungkit Masalah hubungan kita", Aditya tidak enak takut Stella salah paham.
"Lagian Aditya tidak pernah cerita mengenai Anggi. Sekarang Stella sudah tahu mengenai Anggi, pasti Stella akan marah, merasa kalau Aditya menutup-nutupi perihal Anggi", gumam Aditya pusing.
__ADS_1
Tetapi Stella malah ingin tahu sampai dimana hubungan Anggi dan Aditya. "Apakah Hubungan Anggi dan Aditya begitu dalam, sehingga Aditya takut Anggi bercerita terlalu banyak", Stella curiga dan merasa cemburu.
"Sudah tidak apa-apa, aku malah ingin tahu sejauh apa dan sedalam apa hubungan kalian. Silahkan Anggi cerita kan saja bagaimana sikap Aditya ketika kalian berpacaran", Stella merasa penasaran, sesungguhnya hatinya terasa panas ada mantan pacar Aditya di depannya.
Aditya buru-buru memotong pembicaraan Anggi, setelah melihat Anggi ingin memulai pembicaraan, segera menjawab pertanyaan Stella.
"Tidak ada yang gimana-gimana sayang, hanya biasa saja", Aditya memotong. Tetapi Anggi mengambil kesempatan ingin membuat Stella merasa panas dan curiga dengan Aditya. Anggi ingin Aditya ribut dengan Stella, sehingga Anggi bisa kembali kepada Aditya. Aditya pun meninggalkan Stella.
"Aditya ini orangnya pemalu, tetapi sekali saja diberi kecupan langsung deh minta lebih", Anggi berbohong. Stella langsung marah dan langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Aditya dan Anggi.
Aditya langsung berlari mengejar stella.
"Sayang, jangan salah paham begitu. Aku dan Anggi tidak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas teman", Aditya mencoba menenangkan Stella. Tetapi Stella tidak peduli terus berlari menjauh dari Aditya.
"Sayang, kesalahpahaman ini akan membuat kita sama-sama terluka. Apa dengan berlari dan menghindar seperti ini akan menyelesaikan masalah", Stella mulai memperlambat langkahnya.
"Sayang. Ingat akan janji kita. Dengan kekuatan cinta kita, akan mengalahkan segala masalah dihadapan kita. Kita sudah melalui berbagai tahap cobaan dalam hidup.
Apakah dengan cobaan kecil ini kamu akan menyerah dan meninggal kan aku?. Maafkan aku selama ini tidak memberitahu mu mengenai Anggi. Karena memang tidak ada hubungan spesial dengannya.
Seminggu setelah kami jadian. Anggi pergi meninggalkan aku, karna Anggi kembali kepada mantannya. Ternyata aku hanya sebagai pelampiasan kesedihannya saja. Dia mengatakan kalau dia ke luar negeri memang benar karena pacarnya sekolah di luar negeri.
Masak iya kamu lebih percaya kepada perkataan Anggi daripada perkataan suami mu sendiri. Anggi hanya membesar-besarkan, dia ingin kamu cemburu. Dan Anggi mungkin sedang tertawa, melihat kamu cemburu dan kita terus bertengkar", Aditya jujur mengenai Anggi. Stella pun sedikit tenang.
__ADS_1
"Iya aku cemburu, aku cemburu Anggi meluk-meluk kamu sih", Stella jujur mengenai perasaan nya.
"Bagus deh istriku cemburu. Berarti sekarang aku tahu, kalau istri ku begitu cinta kepada ku", Aditya menggoda Stella.
"Iya iyalah cinta. Memang nya kamu tidak cinta sama aku?", Stella sedikit marah.
"Banget...Aku cinta banget sama istri aku. Dan aku tidak akan meninggalkan nya barang sedetik pun", Aditya meyakinkan Stella, sambil memeluk erat Stella.
Dari kejauhan Anggi begitu kesal melihat Aditya dan Stella sudah baikan.
"Uhh, aku akan mencari cara lain untuk memisahkan Aditya dan Stella. Aditya harus jadi milikku selamanya", gumam Anggi dalam hati sembari mencari ide untuk memisahkan Aditya dan Stella.
"Sayang, lain kali kamu harus jujur ya, mengenai siapa saja teman kamu", Stella memohon kepada Aditya.
"Iya sayang, kamu juga lain kali harus lebih percaya aku daripada perkataan orang lain", pinta Aditya kepada Stella.
"Oh iya kita makan di rumah saja, ntar Anggi nongol lagi. Aku juga tidak berselera lagi untuk makan", ajak Stella kepada Aditya agar pulang saja ke rumah.
"Baiklah kalau begitu, kita pulang saja yuk", stella dan Aditya langsung menuju parkiran.
Setelah di dalam mobil.
"Oh iya sayang, lusa kita sudah boleh pindahan. Hari ini kita sudah bisa mengemasi barang-barang yang akan di bawa ke rumah baru", Aditya menyarankan.
__ADS_1
"Baiklah sayang, aku akan meminta Jenni dan Joy untuk membantu mengemasi nya", ucap Stella lega. sambil memijit kepalanya yang masih terasa tegang karena masalah Anggi tadi.