Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#66. Stella membuat kisah hidupnya dalam sebuah novel dan menerbitkannya.


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita menamai si dedek dengan sebutan Aqila, sayang!", tanya Aditya kepada Stella.


"Bagus, Nama yang bagus menurut ku sayang. Ya sudah mulai sekarang sidedek kita panggil "Aqila ya"," Stella memanggil kearah Aqila.


"Aku salut, kamu mau menerima dan mengasuh Aqila seperti anak kamu sendiri. Kamu tidak membeda-bedakan kasih sayangmu kepada Gibran dan Aqila. Jelas-jelas kamu tahu sendiri, kalau Aqila adalah anak dari Anggi.


Orang yang sudah merebut aku dari kamu, dan yang hampir saja menghancurkan rumah tangga mu. Anggi yang banyak sekali telah membuat kejahatan kepada mu", Aditya bicara dengan pelan.


"Sudahlah sayang, tidak usah mengungkit masa lalu. Yang berlalu biarlah berlalu. Masa sekarang kita jalani dengan berharap kedepannya bisa lebih baik, introspeksi dari apa yang sudah kita alami.


Lagian Aqila juga tidak bersalah, dia hanya terlahir dari ibu yang berbuat salah. Dan Aqila juga tidak bisa memilih ibu yang akan melahirkan nya.


Aku akan merawat dan menyekolahkan Aqila hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk mencapai cita-cita dan impiannya. Kuharap kamu mau mendukung aku sayang", stella sangat menyayangi Aqila.


"Iya sayang, itu pasti. Aku akan selalu mendukungmu", Aditya menyakinkan stella.


****


Sekarang Aqila sudah berusia setahun. Usia Gibran selisih 2 tahun dari Aqila.


Gibran pun sangat senang mendapatkan adik perempuan.


Gibran selalu mengalah bila Aqila mengambil mainan nya. Bahkan Gibran mau menjaga dan melindungi Aqila.


Ketika Aqila menangis, Gibran langsung sigap mencari tahu penyebab Aqila menangis dan langsung membujuknya agar tidak menangis lagi.


Sekarang Kehidupan rumah tangga Aditya dan Stella selalu rukun, akur dan bahagia.


"Terimakasih sayang, kamu sudah menemani aku. Baik dalam keadaan terburuk aku sekalipun. kamu selalu menemani dan menjaga aku. Maafkan aku sudah berbuat salah, dan tidak menyadari kesalahan ku.


Malah terlalu sombong untuk tidak mengakui kesalahan ku, bahkan telah menyakiti mu. Kuharap kamu mau menegur dan mengingatkan aku, bukan malah meninggalkan aku.

__ADS_1


Terimakasih sayang, sudah selalu setia mendampingiku dari awal pernikahan kita hingga sekarang. Aku khusus memintamu, maukah kamu untuk selalu setia mendampingiku hingga di hari tua kita nanti. Bahkan hingga maut memisahkan kita berdua", Aditya mengungkapkan perasaannya, dan sangat takut kehilangan Stella.


"Tentu saja aku mau sayang, aku tidak ada niat sedikitpun untuk meninggalkan mu. Sekalipun kamu meninggalkan aku, atau kamu yang terlebih dahulu dipanggil oleh Sang Kuasa. Aku tidak akan menikah dan tetap akan mengasuh anak kita seorang diri", Stella jujur mengenai perasaan nya.


"Terimakasih sayang", Aditya mencium tangan Stella.


"Sayang, aku sangat bersyukur telah di anugerahi suami seperti kamu. Kamu juga telah menerima aku apa daya. Kamu tidak memandang status keluargaku dan profesi ku.


Aku akan bermaksud membuat kisah hidup ku dari dulu hingga aku bertemu, sampai ke kehidupan sekarang. Jatuh bangun, dan hingga masalah-masalah dalam kehidupan rumah tangga kita.


Semua akan ku kisah kan dalam sebuah novel. Dan aku juga akan bermaksud untuk membukukan dan menerbitkannya. Bukan tujuan untuk mengambil atau mencari keuntungan. Tetapi aku ingin melalui kisah hidup ku ini. Bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.


Terlebih yang seprofesi dengan aku dulunya, yakni seorang wanita kupu-kupu malam. Kiranya walaupun sebagai wanita kupu-kupu malam.


Jangan pernah merasa terpuruk dengan keadaan, tetaplah bermimpi dan berharap. Ada kehidupan yang lebih baik dan bahagia di luar sana. Keluar dari dunia yang gelap tetap lakukan yang terbaik, niscaya kebaikan akan kembali kepada kita.


Dan bagi istri, walau sekalipun suami seperti selingkuh menurutnya. Tetaplah berdoa percaya kan, curahkan segala unek-unek mu kepada Sang Kuasa. Biarkan saja Tuhan yang menyelesaikan nya.


Dengan perceraian, mungkin menurut kita masalah akan selesai. Kenyataannya "tidak" suatu saat kita juga akan menyadari. "Mengapa tidak bertahan sedikit lagi, atau kalau saja aku tidak memikirkan ego ku".


Tetapi yakinlah jika kita pun sedikit bertahan dan mau mengesampingkan ego, maka kehidupan indah di kemudian hari pun pasti akan menghampiri kita" Stella menceritakan maksud dan tujuannya untuk membuat kisah hidupnya dalam sebuah novel dan membukukan nya.


"Bagus sekali itu. Kerjakanlah apa yang menurut kamu bagus sayang. Aku sangat mendukung kamu. Mudah-mudahan bukunya laris, dan bisa menjadi inspirasi buat orang lain", Aditya sangat mendukung Stella.


"Terimakasih sayang, untuk dukungan kamu. Kamu mendukung aku pun sudah sangat membuat aku. Kamu begitu menghargai aku dan peduli atas perasaanku", Stella sangat menyayangi Aditya.


***


Setiap hari stella selalu mengetik mencurahkan segala kisah hidupnya dalam sebuah novel.


Stella pun mengerjakan kesibukannya bukan berarti telah menelantarkan Gibran dan Aqila.

__ADS_1


Tetap Stella merawat dan mengasuh Aqila dengan baik dan teratur. Karena Stella bekerja terkadang saat Gibran dan Aqila sedang tidur siang, sedang pergi ke sekolah.


Karena sejak dini, stella sudah menyekolahkan Gibran dan Aqila. Bukan saja untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.


Tetapi Stella ingin agar Gibran dan Aqila bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Diajarkan bergaul dengan teman-teman nya dan kebetulan juga sekolahnya sangat dekat dengan alam.


Awalnya Aditya sangat menentang untuk tidak terlalu dini untuk menyekolahkan anak, karena saat ini mereka hanya butuh bermain. Tetapi karena sekolahnya dekat dengan alam.


Terkadang mereka belajar dan bermain di ruang terbuka. seperti menanam padi, menanam cabai atau tanaman lain. Hingga dari proses tumbuh dan berbuah semua diperkenalkan.


Tidak lupa anak-anak juga diajari merawat dan memberi pupuk. Pokoknya anak-anak dituntut harus bertanggungjawab terhadap tanaman yang dirawat nya.


Ini sangat bagus untuk melatih anak-anak untuk bermental yang kuat. Mengajarkan bahwa hidup itu adalah proses, tidak sesimpel membalikkan telapak tangan.


Tidak lupa juga mengajarkan anak tentang, hubungan sebab akibat.


Kalau ingin maju dan mempunyai kehidupan yang baik, maka harus bekerja keras, mau berusaha dan berjuang terus.


Sebaliknya jika hidup santai, tidak berusaha dan tidak bekerja. Maka kehidupannya akan begitu-begitu saja. Bahkan cenderung menjadi hidup susah di masa tuanya.


Sejak anak-anak bersekolah, perubahan anak- anak dirumah sangat drastis. Mereka jadi mandiri, disiplin dan bertanggungjawab.


Akhirnya Aditya pun mempasrahkan pendidikan anak-anak Stella yang ambil kendali, Aditya hanya memantau saja.


Sekarang anak-anak sudah mempunyai kesibukan masing-masing. Sehingga tidak menggangu pekerjaan rutin Stella.


Akhirnya novel Stella selesai di kerjakan dan segera menyerahkannya kepihak penerbitan.


Sebulan berlalu, ternyata novel Stella sangat laris terjual.


Stella sangat bersyukur dan berterimakasih karyanya bisa dihargai dan disukai oleh banyak orang. Ini semua tidak luput dari campur tangan dari Sang Kuasa.

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2