
Rianti mengalami pukulan yang keras, dan benturan di kepala dan mengalami geger otak. Rianti mengalami koma, tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Dengan mendapatkan perawatan akhirnya Rianti telah sadarkan diri. Dan sekarang sudah bisa di kembalikan ke dalam sel.
"Dimana aku", pikir Rianti bingung mencoba berpikir dan mengingat -ingat mengapa ada di ruang perawatan. Dalam ingatan nya Rianti hidup dalam limpahan kekayaan sewaktu tinggal bersama Juan.
Rianti tidak ingat kalau dirinya sudah jatuh miskin dan Rianti juga tidak ingat mengapa dirinya di penjara.
Ketika Rianti kembali di masukkan ke dalam kamar sel. Rianti tidak terima dan berteriak dengan kencang.
"Keluarkan aku dari sini. Mengapa aku ada disini, aku itu tinggal di rumah yang sangat mewah. Aku tidak mau tinggal disini", teriak nya terus dengan kencang.
Teman selnya memperingati agar Rianti tidak berisik dan segera menghentikan ocehannya. Tetapi tidak di indahkan oleh Rianti.
"Hei Rianti hentikan ocehanmu. Berisik tahu. Kamu itu sudah jatuh miskin, kamu tidak mempunyai apa-apa lagi. Bahkan anak kamu sekarang sudah menjadi gembel di jalanan. Tidak usah kamu mengaku-ngaku tinggal di rumah mewah. Sekarang itu kamu tinggal dan membusuk di penjara seumur hidup", teriak Selly teman satu sel Rianti, yang merupakan salah satu dari yang mengeroyok Rianti.
Rianti kembali marah dan tidak terima perkataan Selly. Rianti langsung menampar Selly. Selly tidak terima ditampar, akhirnya perkelahian kembali terjadi. Keduanya saling menyerang, tidak ada yang berani melerainya. Akhirnya petugas datang untuk melerai mereka. Keduanya babak belur. Tidak mendapatkan perawatan dari petugas hanya di leraikan saja.
Kondisi kejiwaan Rianti semakin parah. Rianti jadi sering termenung, terkadang tertawa sendiri, menangis dan sering berteriak sambil mengatakan, "Keluar kan aku dari sini, aku ingin tinggal di rumah mewah ku. aku tidak mau rumah mewah ku diambil orang.
Jangan ambil rumah mewahku, itu adalah hasil jerih payahku. Aku sudah melakukan apa saja untuk mendapatkan rumah mewahku. Cepat keluar kan aku dari sini...", teriak Rianti kencang.
Sehingga sangat mengganggu ketenangan para penghuni lapas. Para penghuni lapas pun komplein agar tidak merasa terganggu terhadap kebisingan yang disebabkan oleh Rianti mereka memaksa untuk mengeluarkan Rianti dari ruangan tahanan nya.
Akhirnya Rianti dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan. Beberapa hari mendapatkan perawatan, ternyata Rianti tidak betah. Rianti melarikan diri tanpa sepengetahuan petugas.
Sekarang Rianti sudah hidup di jalanan, mengais-ngais makanan dari tong sampah dan terkadang mencuri kalau sudah terpaksa atau meminta-minta kepada orang yang lewat di depannya. Terus berjalan tidak tentu arah. Terkadang tidur di emperan toko bila kantuk sudah melanda.
__ADS_1
****
Kehidupan Stella dan Aditya.
Kehidupan Stella dan Aditya sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dengan kehidupan Rianti. Stella dan Aditya sangat bahagia dan semakin mesra dan kompak. Begitu juga Juan dan Julia. Mereka sering berjalan-jalan keluar kota dan terkadang ke luar negeri.
"Sayang, Dulu aku sangat bergemilang harta. Sangat jarang pergi jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri hanya khusus untuk refreshing.
Aku terlalu sibuk bisnis mengumpulkan harta. Ternyata hartanya hilang dan habis begitu saja. Semua keletihan ku selama ini ternyata sia-sia. Sekarang aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.
Aku akan menikmati hidup. Harta itu di cari, baiknya aku mencari harta memang tujuannya adalah membahagiakan keluarga, agar rezekinya melimpah dan terus bertambah-tambah", ucap Juan menyadari kesalahannya dan menyadari motivasinya selama ini salah dalam bekerja keras.
"Iya sayang, Semakin kita berusaha membahagiakan pasangan kita semakin dilimpahi rezeki", Julia mendukung perkataan Juan.
"Bagus itu. Sekali-kali kita memang perlu liburan bersama mereka. Nantilah ketika jam istirahat siang coba aku tanyakan Aditya. Apakah Minggu ini Aditya tidak sibuk", Juan mendukung ide Julia. Keduanya pun saling melempar senyum.
"Julia, aku ingin terbuka dengan mu. Dulu semasa SMA aku sempat menyukai mu, karena kamu pintar dan kutu buku. Tetapi Liana lebih agresif dan selalu ada cara untuk mendekati ku, akhirnya perasaan ku sedikit demi sedikit tumbuh kepada Liana.
Akupun tidak pernah kepikiran kamu lagi. Setelah kemarin ketemu dalam acara bisnis. Pertama melihatmu aku sangat dag dig dug, aku takut mengungkapkan perasaan ku, kupikir kamu sudah mempunyai pasangan.
Tetapi karena kamu pun mendekatiku dan mengungkapkan perasaan mu aku sangat senang Kala itu. Aku pasrah kamu tinggalkan karena aku tidak mempunyai apa-apa lagi. Tetapi kamu tidak meninggalkan aku, malah kamu terus mendukung ku.
Terima kasih Julia telah masuk dalam kehidupan ku. Ternyata kita berjodoh di hari tua kita. Semoga kita diberi umur yang panjang menikmati kebersamaan kita ini", Juan jujur mengungkapkan isi hatinya kepada Julia.
"Amin, sama-sama. Akupun bersyukur bisa ketemu denganmu. Aku memang tidak bisa membuka perasaan kepada pria lain. Entah mengapa, sepertinya Ku hilang selera dengan pria lain. Mungkin inilah artinya ada jodoh ku sebentar lagi di depan mata. Dan akhirnya Tuhan memberikan kamu untuk ku", Julia pun ikut mencurahkan isi hatinya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Julia", Juan memegang erat tangan Julia sambil mengecup keningnya. Julia pun langsung membalasnya, "aku juga mencintaimu Juan".
"Sana gih telepon Aditya menanyakan apakah dia mau dan mempunyai waktu pergi liburan bersama kita", ucap Julia malu padahal ingin mengalihkan pembicaraan. Juan langsung menuruti apa yang dikatakan Julia.
Menghubungi Aditya lewat telepon.
Tut...Tut...Dua kali berdering langsung diangkat oleh Aditya.
"Halo ayah", sahut Aditya mengangkat teleponnya.
"Adit, kamu ada waktu nggak di Minggu ini. Maksudnya week end nanti kita liburan bareng ke Bali bersama ibu sambung kamu dan Stella. Kita tidak pernah liburan bersama-sama lho. Ayolah jangan mikirin kerja an terus. Sekali-kali pergi liburan untuk refreshing", ajak Juan membujuk dan merayu Aditya.
Agak lama Aditya memberikan Jawaban.
"Baiklah, itu ide yang sangat bagus. Stella juga pasti senang. Karena aku selalu sibuk ke luar kota. Aku takut Stella malah berpikir yang tidak-tidak karena aku sering ke luar kota", Aditya menyanggupi keinginan Juan.
"Bagus itu. Itu memang jalan keluar terbaik. Supaya kalian bisa lebih dekat dan lebih mesra lagi. Syukur-syukur setelah liburan nanti Stella bisa hamil lagi. Kapan nih kalian memberikan cucu untuk ayah", ucap Juan sedikit memaksa Aditya.
"Iya deh ayah, mudah-mudahan Stella bisa hamil lagi ya ayah setelah pergi liburan nanti", harap Aditya.
"Kamu sih, jangan keseringan ke luar kota, pikirin perasaan istri kamu. Kamu boleh kan mengajak istri kamu ikut keluar kota juga bila kamu keluar kota. Itung-itung menambah kemesraan dan kedekatan diantara kalian berdua", Juan memberikan saran.
"Baiklah ayah, aku sudahi teleponnya ya. nanti aku akan kasih tahu Stella mengenai rencana liburan ini. Pasti dia akan senang sekali", Aditya pamit dan segera memutuskan teleponnya.
Aditya pun sangat bersemangat untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada Stella. Dipikirannya telah terlukis wajah Stella yang penuh kebahagiaan, begitu Aditya menyampaikan kabar gembira ini, gumamnnya sambil senyum-senyum.
__ADS_1