Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#45. Stella dan Aditya bermaksud untuk pergi liburan


__ADS_3

"Sayang..sayang...sayang..", Aditya terus berteriak-teriak mencari-cari Stella, pergi ke kamar tidur tetapi Stella tidak ada dan akhirnya menemukan Stella di dapur sedang memasak.


"Sayang, coba tebak aku bawa berita baik apa?", Aditya mencoba bermain tebak-tebakan.


"Berita baik!, berita baik apa ya, kamu pasti mendapatkan klien dan menjalin kerja sama dengan nya!", Stella memberi jawaban.


"Salah sayang, bukan itu. Tidak ada hubungan nya dengan pekerjaan ku", ucap Aditya memperjelas.


"Nyerah deh sayang", Stella menyerah karena tidak tahu jawaban tebakan Aditya.


"Weekend ini kita akan liburan ke Bali", Aditya memberitahu. Bukan main senangnya Stella mendengar berita baik yang disampaikan nya.


"Ini benarkan sayang, nanti kamu ngeprank aku deh. Atau tiba-tiba nanti di hari H kamu batalin karena ada urusan bisnis mendadak", Stella meragukan berita liburan yang diberitahu Aditya.


"Tidak sayang. Ini benaran. Apapun kondisinya, sekalipun ada meeting mendadak. Aku akan cancel, weekend kita ke Bali tidak boleh di tunda lagi", Aditya tegas dan menyakinkan Stella.


"Yeh...", Stella langsung bersorak begitu Aditya memberitahu kalau liburan ini tidak boleh di tunda.


"Terima kasih sayang, tumben banget kamu ngajakin liburan. Dapat angin dari mana?. Biasanya juga selalu sibuk", Stella sedikit meledek Aditya.


"Iya deh sayang. Aku minta maaf jarang ngajakin kamu liburan. Mulai sekarang. Kalau aku ada urusan bisnis ke luar kota, kamu akan ikut bersama ku. Kamu tidak keberatan kan sayang?", Aditya memberitahu.


"Wah tumben banget kamu ngajakin aku ke luar kota", Stella makin bingung.

__ADS_1


" Iya deh aku jujur. Liburan ke Bali ini memang ayah dan ibu Julia yang ajakin. Mereka ingin kita pergi liburan bersama. Kalau mengajak kamu ikut, ketika ada urusan bisnis ke luar kota. Itu ide dari Ayah.


Kehilangan harta nya telah membuat ayah sadar, bahwa tidak ada gunanya kalau kita menghabiskan waktu hanya mengumpulkan harta. Padahal keluarga kita tidak bahagia, artinya kita tidak ada meluangkan waktu kebersamaan bersama keluarga.


Sekarang ayah fokus menyenangkan pasangan dan menikmati hidup bersama pasangan. Sedikit banyak aku bisa paham dan sadar.


Aku pun tidak ingin mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh ayah. Itulah sebabnya ketika keluar kota aku ingin mengajak kamu serta dengan aku. Kamu mau kan?", tanya Aditya ingin tahu.


"Baiklah sayang, kalau itu memang maksud dan keinginan kamu. Tentu saja aku mau menemani mu ke luar kota", Stella merasa bahagia, atas prinsip Aditya.


"Sayang, aku juga tidak ingin hubungan pernikahan kita bukan sebatas dalam saat bersama saja. Walaupun aku jauh aku berharap kamu tetap percaya kepada aku.


Jangan sekali kali kamu mencurigai aku atau berprasangka atau menduga-duga.


"Mengapa kita jadi sedih-sedihan seperti ini sayang. Harusnya kita bersenang-senang kan 3 hari lagi kita mau pergi liburan", ucap Stella berpura-pura Aditya tidak tahu perasaan nya.


"Sayang, kamu pikir aku tidak tahu perasaan mu selama ini?. Aku mengatakan ini. Adalah karena memang seperti itulah perasaan ku kepadamu. Aku tahu kamu selalu curiga dan merasa takut kalau aku keluar kota.


Kamu masih merasa kalau aku ada main dengan perempuan lain. Kamu begitu takut kalau perasaan ku bisa berubah begitu saja dan meninggalkan kamu demi wanita lain.


Tidak stella, kamu jauhkan semua prasangka buruk itu. Memangnya semudah itu bisa menyukai perempuan lain. Kamu sangat berarti untuk ku Stella. Dan hidupku juga sudah dua kali kamu tolong. Harusnya aku tahu diri", Aditya ingin Stella tidak perlu takut kalau dirinya selingkuh karena sering ke luar kota.


"Karena anggapan itulah aku takut kalau selama ini memang kamu menyukai ku karena ingin balas Budi. Kamu tidak usah takut sayang. Aku ihklas kok membantu dan menolong kamu. Kalau kamu sudah menemukan wanita pas diluar sana. Atau kamu sudah menyadari kalau aku adalah wanita yang tidak pantas karena sisi kelamku di masa lampau.

__ADS_1


Aku rela kamu tinggalkan sayang. Aku pun menyadari akan kekurangan ku" Stella sadar diri kalau dirinya adalah mantan wanita kupu-kupu malam.


"Sayang. Dari awal aku sudah bilang, kamu jangan menduga-duga atau berprasangka. Kalau kamu berpikiran seperti itu terus. Kamu pasti akan menderita. Percaya lah, aku sangat mencintaimu.


Sedikit apapun kejanggalan dan kecurigaan mu kepada ku. Tolong langsung ungkap itu ya. Jangan dipendam, karena itu semua akan menimbulkan gunung api bagi kamu yang suatu waktu bisa meledak.


Sekarang tujuanku adalah untuk membahagiakan pasangan dan keluarga ku. Jangan kamu merasa kalau aku mencintaimu karena kasihan atau balas Budi. Aku sangat marah kalau itu ada dipikiran kamu", Aditya langsung memeluk Stella. Stella terharu mendengar perkataan Aditya air matanya tidak terasa menetes di pipinya.


Stella sekarang menyadari kalau selama ini memang sering curiga dan cemburu kalau Aditya sedang diluar kota. Karena Stella berpikiran kalau suatu saat Anggi mantan Aditya akan datang menggoda dan merayu Aditya. Karena Anggi juga sangat cantik dan wanita smart.


"Atau aku akan terus di rumah ini, kita nempel terus kayak perangko. Aku tidak perlu ke kantor lagi agar tidak ketemu dengan orang lain", Aditya meledek Stella.


"Nggak seperti itu banget sayang", Stella merasa malu.


"Kalau seandainya aku ingin selingkuh atau ingin nikah lagi. Aku pasti akan izin dan memberitahu kamu kok", Aditya terus menggoda dan meledek Stella.


"Idih, kamu niat ya. Kucubit kamu, kalau kalau ada pikiran tersebut", Stella tampak marah dan terus mengejar Aditya yang segera berlari menghindari stella dengan membawa centong nasi ditangannya.


"Udah sayang jangan dipukul, aku nyerah. Ngga dong, mana mungkin aku menduakan istriku. Yang sudah seperti bidadari bagi ku. Sehebat apapun wanita di luar sana. Istri ku adalah yang paling hebat bagiku", Aditya pasrah di pukul dan langsung memeluk erat Stella dan menyakinkan Stella atas ketulusan cintanya.


Aditya merasa bernafsu melihat kecemburuan istrinya. Dalam hatinya kecemburuan istrinya merupakan ungkapan perasaan terdalam Stella. Bahwa Stella sangat mencintai dirinya.


"Aku sangat mencintai Stella", Aditya terus mengecup bibir Stella, dan mereka akhirnya bergelut mesra di ruang keluarga. Yang merupakan ruang kedua selain ranjang mereka, untuk rebahan dan melepaskan lelah sambil menonton tv.

__ADS_1


Stella pun pasrah dan langsung meladeni hasrat suaminya dengan menggebu-gebu dan begitu bernafsu. Karena berhubungan suami-istri selain sebagai kebutuhan itu juga merupakan ungkapan perasaan cinta keduanya.


__ADS_2