Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#37. Aditya menemukan Juan.


__ADS_3

"Ketika jam istirahat nanti, aku akan pergi ke perusahaan ayah. Untuk mencari tahu keberadaan ayah", pikir Aditya dalam hati.


"Saat ini baiklah aku memeriksa keuangan dan kondisi perusahaan ini", sambil memeriksa laporan dan file-file yang ada di depannya Aditya pun bergumam, "Sejauh ini sih Rico bagus dalam mengelola perusahaan ini.


Aku salut kepada nya, walaupun tidak ada hubungan keluarga, atau memberi imbalan. Rico bisa bekerja dengan baik, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang kuberikan", Aditya merasa kagum dengan sifat Rico yang jujur dan tetap bekerja dengan baik, walaupun CEO nya sakit jiwa.


Sebenarnya Rico bisa dan mampu merebut perusahaan itu menjadi miliknya, tetapi Rico tidak mau. Lain halnya dengan Rianti yang memang dari awal berniat untuk mengambil alih kekayaan ayah.


Padahal sudah merupakan keluarga dan bahkan hidupnya selama ini ditanggung jawabi oleh ayah. Benar-benar tidak tahu berterima kasih. Benar-benar Rianti boleh dibilang bagai serigala berbulu domba", Aditya membandingkan sifat Rico dan Rianti.


Setelah selesai mengecek file-file dan memeriksa laptopnya. Dan sekarang, sudah menunjukkan waktu jam istirahat. Aditya pun bergegas meninggal kan kantor untuk berangkat ke perusahaan ayahnya.


***


Aditya sampai di perusahaan ayahnya. Aditya harus waspada, takut Evans akan melihatnya. Karena Evans merupakan direktur utama di perusahaan ini.


Aditya mencoba bertanya kepada satpam.


"Selamat siang, permisi pak!. Mau numpang tanya. Apakah pak Juan sering datang ke perusahaan ini?", tanya Aditya memulai pembicaraan.


"Selamat siang juga pak. Pak Juan sudah lama tidak kesini. Dengar-dengar perusahaan ini bukan milik pak Juan lagi. Sekarang ceo diperusahaan ini adalah pak Evans", satpam memberitahu.


"Oh begitu ya pak. Baiklah terimakasih pak atas informasinya", Aditya pun pamit meninggalkan gedung kantor.


"Kemana aku harus mencari ayah", Aditya bingung.


"Baiklah aku mencari restoran dekat sini, karena perut rasanya ingin segera diisi", gumam Aditya dalam hati. Karena daerah itu merupakan daerah perkantoran. Restoran pun banyak dan dipenuhi oleh banyak karyawan yang sedang istirahat jam makan siang.


Aditya pun memasuki salah satu restoran yang tidak terlalu banyak pengunjung. Karena restoran nya lumayan elite, dan menyajikan makanan ala hotel.

__ADS_1


Aditya langsung menduduki salah satu meja dan segera memilih menu dari buku menu yang disajikan di atas meja. Pelayan segera mendatangi Aditya untuk menanyakan menu apa yang dipesan.


Tidak beberapa lama pesanan Aditya datang. Kondisi perut pun tidak bisa ditolerir lagi, Aditya langsung menyantap makanan yang ada di depannya.


Sedang asik makan, ada suara memanggil Aditya. "Aditya...", sapa Juan yang kebetulan sedang makan di restoran itu, dan akan segera pergi karena sudah selesai makan. Tidak menyangka ketika ingin keluar melewati meja Aditya sedang asik makan.


Aditya pun langsung menoleh kaget. Ternyata yang memanggil nya adalah Juan.


"Ayah", Aditya langsung memeluk Juan.


"Syukurlah aku bisa menemukan ayah disini", Aditya merasa terharu.


"Adit, kamu sudah sembuh?", Juan heran melihat Aditya sudah sembuh dari Sakit nya, karena selama ini Juan tidak mengetahui kabar Aditya. Juan tahu kalau Aditya di rumah sakit jiwa.


"Iya ayah, Adit sudah sembuh. Stella yang telah merawat Aditya sehingga pulih seperti sekarang ini", Aditya memberitahu.


"Semua kebohongan itu, Rianti yang sudah mengatur semuanya ayah, seluruh pegawai dipaksa untuk menceritakan kebohongannya itu. Supaya lebih menyakinkan kita.


Kenyataannya Stella di usir paksa oleh Rianti, dirampas handphone, uang dan perhiasannya. Bahkan sebelumnya Stella dijadikan pembantu di rumah, mengerjakan sendiri pekerjaan rumah.


Stella datang ke rumah untuk ingin mengklarifikasi yang sebenarnya kepadaku. Dari satpam Stella tahu kalau Aditya di rawat di rumah sakit jiwa.


Stella setiap hari datang berkunjung ke rumah sakit jiwa dan mengeluarkan Aditya dari rumah sakit jiwa karena tidak kunjung sembuh, karena melihat kondisi ku semakin parah saja.


Belakangan ku ketahui, bahwa Rianti telah menyuruh dokter untuk rutin memberikan obat terlarang kepada ku, agar aku semakin parah. Riantilah yang menyebabkan aku awalnya sakit jiwa, dengan mencampur obat terlarang itu ke minuman ku", Aditya menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi sakit jiwa dan bisa pulih kembali.


"Apa, berarti Rianti yang menyebabkan kamu menjadi sakit jiwa?, benar-benar Rianti telah keterlaluan. Maafkan ayah nak, ayah telah salah memilih teman hidup. Sehingga kamu juga telah menjadi korbannya.


Ayah juga terlalu percaya kepada Rianti, bahkan Rianti selalu melarang ayah untuk mengunjungi mu. Maafkan ayah ya nak. Rianti juga telah menjelek-jelekkan Stella kepada ayah.

__ADS_1


Dengan mengatakan kalau Stella adalah mantan wanita kupu-kupu malam. Ayah mempercayainya begitu saja. Malah ikut-ikutan memarahi kamu yang terus memikirkan Stella. Ayah semakin memojokkan mu, tidak mendukung dan memotivasi mu", Juan menangis menyesali kebodohannya.


"Sudahlah ayah, yang berlalu biarkan lah berlalu, sekarang aku ingin membongkar segala kejahatan Rianti. Karena Aditya juga tahu kalau ayah juga diusir dari rumah. Bagaimana ceritany, ayah di usir dari rumah?", tanya Aditya ingin tahu.


"Iya, Kala itu Rianti sengaja membuat ayah minum banyak, karena kami sedang merayakan ulang tahun pernikahan. Rianti menyuruh ayah menandatangani beberapa lembar kertas.


Kata Rianti itu hanya kertas biasa, bukan kertas penting. Ayahpun tidak membacanya, dan memercayai perkataan Rianti begitu saja.


Belakangan Rianti mengusir ayah, dan mengatakan rumah dan seluruh aset ayah termasuk perusahaan telah menjadi milik Rianti. Ayah tidak terima, namun Rianti menunjukkan bukti kepemilikan.


Rianti telah memindah namakan aset ayah


menjadi atas namanya dan Evans. Ayah tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah", Juan menceritakan semua yang terjadi kepada nya.


"Untung Julia, teman SMA ayah datang membantu ayah. Membantu perusahaan ayah, yang hampir bangkrut. Ayah sudah menikah dengan Julia", Juan memperkenalkan Julia kepada Aditya.


"Julia, ini perkenalkan anakku Aditya. Aku senang Aditya sudah pulih kembali", Juan sebelumnya memberitahu kalau Aditya sakit jiwa. Julia menjabat tangan Aditya sambil menyebutkan namanya, begitu juga Aditya menyebutkan namanya.


"Oh iya ayah, Aku sudah mengantongi bukti rekaman berupa Vidio atau audio dari cctv rumah atas semua kejahatan Rianti. Dari Rianti mengusir Stella sambil mengatakan semua rencana kejahatannya.


Hingga mengusir ayah sambil juga mengatakan semua kejahatannya kepada ayah. Memberikan obat, agar ayah menjadi lemah jantung.


Bukti itu semua Aditya dapatkan dari pak Tio tukang kebun kita yang dulu. Sekarang mbok Lasmi dan pak Tio kerja di rumah Aditya", Aditya menyusun strategi kapan waktu yang tepat untuk membongkar kejahatan Rianti.


"Ayah setuju dit, dan mendukung kamu agar membongkar semua kejahatan Rianti. Mengenai pengembalian aset ayah, ayah tidak yakin bisa kembali.


Karena Rianti sudah mempunyai bukti kepemilikan yang sah. Ayah sudah ikhlas. Harta tidak lah penting bagi ayah sekarang. Bisa menikmati hari tua itu sudah cukup.


Terlebih melihat kamu sehat kembali. Tadinya ayah sangat menyesali diri ayah sendir, karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Mengetahui kamu sembuh, semangat ayah tumbuh kembali dan sangat mensyukurinya", Juan ihklas merelakan semua hartanya, dan kembali memeluk Aditya dengan penuh haru.

__ADS_1


__ADS_2