Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#17. Juan setuju Stella jadi calon istri Aditya


__ADS_3

Stella dan Aditya pun sampailah di mall. Stella begitu takjub melihat suasana mall. Maklum Stella belum pernah ke mall mewah sebelumnya. Hanya kalangan kelas atas yang sanggup pergi ke mall ini. Karena barang-barang yang dijual pun barang-barang branded yang harganya cukup fantastis.


Aditya mengajak ke bagian penjualan pakaian. Stella melirik daftar harga nya, "nggak ah, mahal banget. Bisa bayar cicilan kontrakan 3 bulan nih harga nya. Sayang banget uangnya di boros-borosin hanya untuk sebuah dress ini", Stella menggeleng dan kembali menggantung kan sebuah dress yang sudah dipilihkan Aditya untuk nya.


Aditya pun hanya tersenyum "Sayang.... Untuk kamu apasih yang tidak aku lakukan. Berapa pun harganya aku akan belikan, asalkan kamu sudah suka kepada barang itu", ucap Aditya kembali memberikan dress itu kepada Stella.


"Sudah tidak apa-apa, sana gih cobaiin di kamar pas. Kalau cocok dan pas di badan kamu. Ambil yang ini saja", Aditya ngotot. Stella pun melangkah ke kamar pas.


"Bagaimana, cocok tidak....!", Stella keluar dari kamar pas dan berdiri di hadapan Aditya.


Aditya sangat tercengang melihat Stella memakai dress itu, sangat cantik dan anggun. Mirip dengan Wanita-wanita sosialita.


"Bagaimana penampilan ku, dari tadi cuma ngeliatin melulu. Minta pendapat malah bengong, kenapa sih?", Stella cemberut dan sedikit kesal.


"Cantik banget, kamu sangat cantik Stella", puji Aditya.


"Ambil yang ini saja ya, ayo kita pilih yang lain lagi, sepatu tas atau yang lain-lain", Aditya mengajak Stella ke tempat lain.


Setelah semua sudah dibeli. Terakhir Aditya mengajak Stella ketempat penjualan perhiasan.


"Pilihlah Stella, mana yang paling cantik buat kamu", Aditya menyerahkan pilihan kepada Stella.


"Tidak usah, pasti mahal-mahal. Lagian kita sudah belanja banyak. Kamu sudah banyak menghabiskan uang", Stella menolak.


"Pasti Stella akan merasa segan dan tidak mau memilih perhiasannya", gumamnya dalam hati. Akhirnya Aditya berinisiatif, yang memilih kannya.


"Coba lihat yang itu mbak", Aditya menunjuk sebuah kalung liontin.


"Yang ini!", ucap penjaga toko.


"Ya yang itu", Aditya mengambilnya. Dan memasangkannya di leher Stella.


"Kamu suka kan?", tanya aditya


Stella mengangguk malu-malu.


"Coba yang itu, itu, itu", Aditya menunjuk sebuah anting, gelang, dan cincin.


Semua di letakkan di atas etalase.

__ADS_1


Setelah semua cocok dan pas di jari manis stella. Aditya pun langsung membayarkan dengan memakai uang non tunai. Takut Stella merasa bingung melihat total harganya yang fantastis, karena itu semua adalah perhiasan emas bercampur berlian.


"Sekarang kita kemana lagi?", tanya Stella.


"Ada deh", Aditya ingin membawa Stella ke salon.


Stelah masuk ke dalam salon, langsung menghadap resepsionis.


"Perawatan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki ya mbak", pinta Aditya.


"Mau diapain", tanya Stella bingung.


"Sudah, kamu pasrah dan tenang saja. Tidak diapa-apain kok. Kamu percaya saya deh", aditya menyakinkan Stella.


Para pegawai langsung bergerak mendekati Stella dan mengajak ke ruang perawatan.


Ada yang membersihkan bagian wajah Stella, sambilan ada yang pedicure kuku tangan dan kakinya.


dan yang terakhir wajah Stella di make up dan setelah selesai langsung menuju Aditya yang sudah hampir sejam lebih menunggu di ruang tunggu.


"Dit", Stella membangunkan Aditya yang rebahan menutupi wajahnya dengan koran, karena lama menunggu.


Aditya pangling melihat perubahan Stella yang sangat drastis. "Sudah seperti artis Korea" pikirnya dalam hati.


"Mengapa megangnya kencang banget", Stella sedikit kesakitan.


"Agar kamu tidak di ambil orang, karena kamu sangat cantik banget sekarang", sambil terus merangkul tangan Stella menuju meja yang akan mereka duduki. Stella hanya senyam-senyum bangga dan bahagia dengan perubahannya.


"Terimakasih sayang, telah memberikan segalanya untuk ku", Stella meraih tangan Aditya begitu duduk di meja. Mereka duduk saling berhadapan.


Sebelum makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Aditya mengeluarkan sebuah kotak cincin kepada Stella.


"Maukah kamu menikahi ku", tanya Aditya meraih tangan Stella.


Stella memerah wajahnya, begitu senang dan terharu dengan kesungguhan Aditya. Stella langung menggangguk senang, "Aku mau", jawabnya dengan jelas.


Aditya juga begitu senang dan bahagia, Stella menerima cintanya.


"Berjanjilah kalau kamu tidak akan meninggalkan ku Stella", pinta Aditya serius.

__ADS_1


"Aku berjanji, tidak akan meninggalkan mu Aditya ", jawab Stella dengan serius.


"Baiklah ini sudah hampir gelap, barusan aku juga sudah menelepon ayah. Katanya ayah sudah di rumah. Setelah dari sini kita langsung saja ke rumah", Aditya memberitahu. Stella mengangguk.


****


Tet....tet...Aditya memencet bel rumah.


Mbok Lasmi langsung berlari membukakan pintu.


"Silahkan masuk dit,", mbok Lasmi memandangi Stella tanpa berkedip.


"Mbok, kenapa memandangnya tanpa berkedip begitu?", Aditya mengangetkan mbok Lasmi.


"Ini calon istri kamu dit?", tanya mbok Lasmi takjub.


"Iya mbok, ini Stella", Aditya memperkenalkan Stella. Stella langsung menjabat tangan mbok Lasmi, sambil berucap, "Stella"


"Cantik banget dit", ucap mbok Lasmi.


"Iya dong, Adit gitu lho", Adit dan Stella segera masuk ke rumah meninggalkan mbok Lasmi yang sibuk menutup kembali pintu gerbang.


Langsung menuju ruang keluarga, karena Juan dan Rianti sudah sedari tadi duduk sambil menonton acara TV.


"Ayah, kenal kan ini Stella", Stella langsung menjabat tangan Juan dan Rianti bergantian.


"Wah, pintar kamu memilih pasangan hidup dit", Juan memuji kecantikan Stella.


"Ya sudah, ayah merestui hubungan kalian. Ayah serahkan segalanya kepada kamu dit. Untuk biaya resepsi dan pernikahan biar ayah semua yang menanggungnya", ucap Juan mantap.


"Belum juga ayah bertanya kepada Stella, sudah main setuju aja", Aditya mencandai Juan.


"Ayah harus bertanya apa Adit, kamu kemarin bilang kalau selama ini Stella adalah tulang punggung keluarga bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kedua adik perempuannya.


Menurut ayah itu tipe perempuan yang bertanggung jawab dan pekerja keras, pantang menyerah dan gigih. Ayah suka gadis seperti itu, seperti Liana ibu kamu", Juan memuji Stella, Rianti terlihat cemberut dan kesal.


"Jangan terlalu membanggakan Stella om. Stella tidak ada apa-apa nya kok", Stella tidak enak dipuji terlalu berlebihan. Rianti menyunggingkan bibirnya, karena Rianti tahu latar belakang stella sebagai wanita kupu-kupu malam. Juan tidak mengetahui latar belakang stella.


"Jangan memanggil om, panggil saja ayah. Sama seperti Aditya memanggil saya ayah", ucap Juan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya kita tetap kan saja tanggal pernikahan kalian kira-kira 2 minggu lagi, Bagaimana?. Karena rasayanya tanggal itu adalah tanggal yang tepat. Ayah tidak ada janji pada tanggal itu, selanjut ayah akan sangat sibuk. Karena ada pembukaan cabang baru di luar kota. Ayah akan keluar kota setelah tanggal itu", Juan memberitahu jadwal kerjanya.


"Baiklah kalau begitu ayah. Aditya juga tidak ada keluar kota pada jadwal itu. Kita semua sepakat ya", Aditya mantap pernikahan nya di gelar 2 minggu lagi.


__ADS_2