
"Stella aku serius, mengapa kamu mengganggap aku bercanda?", Aditya tegas.
"Adit, Pekerjaan apa yang menghasilkan uang yang banyak dalam waktu dekat?, secara aku harus membayar utang per mingguan. Hanya pekerjaaan sebagai penjaga handphone yang sanggup aku kerjakan.
Itupun hanya bergaji 1 juta. Mana cukup untuk menutupi kebutuhan kami. Secara aku hanya tamat SMP saja. Aku malu sekolah, karena selalu diejek teman-teman karena mempunyai mama seorang wanita kupu-kupu malam dulunya", Stella membalikkan pertanyaannya.
Aditya hanya diam saja. "Stella aku mencintaimu, aku tidak ingin kamu bekerja lagi sebagai wanita kupu-kupu malam", Aditya memegang tangan Stella.
"Jangan bercanda kamu Adit, keluarga mu pasti tidak akan menerima aku. Tolong pikir kan baik-baik. Terdapat jurang yang begitu dalam atas hubungan kita nantinya", Stella juga sebenarnya menyukai Aditya, tetapi Stella tahu diri, tidak mau meneruskan perasaan nya karena takut nantinya kecewa.
"Stella, aku serius. Keluarga ku tidak berhak melarang keinginan ku dan menentukan calon istriku. Kalau pun mereka menentang nya. Aku akan terus memperjuangkan kamu Stella", Aditya menyakinkan Stella.
"Tidak Adit. Nanti kamu dan aku akan merasa tersakiti bila memaksakan untuk menerus kan hubungan ini", Stella terus menolak.
"Apakah kamu sudah mempunyai pacar?, sehingga kamu terus menolak aku", Aditya menyelidiki.
"Aku belum mempunyai pacar, Tidak akan ada yang membuat aku menjadi istri sahnya para lelaki. Aku hanya dijadikan perempuan pemuas nafsunya saja, paling tinggi aku hanya sebagai wanita simpanan saja", Stella bicara apa adanya.
Karena terus mendapat penolakan dari Stella. Aditya pun langsung memeluk erat tubuh Stella dari belakang tanpa disadari oleh Stella.
"Stella aku serius mencintaimu, Perasaan ku ini bukanlah karena kasihan, karena aku memang melihat ketulusan, kesederhanaan dan keikhlasan mu telah menolong aku.
Aku tahu kamu telah terpaksa menjadi Wanita kupu-kupu malam. Akupun tidak mempermasalahkan profesi kamu. Aku begitu cemburu bila kamu meladeni para hidung belang itu. Aku ingin kamu meninggalkan profesimu. Aku akan membantu kamu untuk melunasi hutang-hutang mu", Aditya mengetatkan pelukannya.
Stella sangat tersentuh melihat keseriusan hati Adit, Stella pun menyadari kalau Aditya sedang tidak bercanda.
"Adit, apa kamu yakin telah mencintai aku?, aku takut kamu hanya karena bernafsu saja melihat aku. Atau karena profesi ku sebagai wanita kupu-kupu malam, sehingga kamu ingin mempermainkan aku?", Stella ingin tahu keseriusan Aditya.
__ADS_1
"Aku benar-benar mencintaimu Stella. Mengapa kamu menuduhku seperti itu", Aditya sedikit kesal.
"Maaf kalau aku telah menyinggung perasaan mu. Aku hanya ingin tahu, apakah kamu memang serius kepadaku", ucap Stella tegas.
"Aku serius mencintaimu Stella, tidak usah kamu meragukan itu. Maukah kamu menerimaku, sebagai orang terdekatmu yang akan menemanimu untuk menghapus dukamu, dan membagikan bebanmu kepadaku?", Aditya bertanya dengan serius.
"Kita jalani saja dulu, aku takut menghadapi penolakan dari keluarga mu. Dan akupun tidak mempunyai keberanian untuk menghadapi semuanya", Stella merasa tidak yakin keluarga Adit akan merestui hubungan mereka.
"Kita akan sama-sama menghadapinya. Kalau kamu tetap disampingku, dan memberikan support. Niscaya apa yang kita cita-citakan pasti akan tercapai", Aditya merasa optimis.
"Kita harus terus berjuang dan tidak boleh menyerah. Kita harus saling mendukung dan harus kuat Apapun yang akan terjadi kedepannya kita hadapi badai itu bersama-sama dengan kekuatan cinta kita", Aditya begitu percaya diri dan terus menyemangati Stella.
Stella membalikkan badannya dan memeluk Aditya dengan erat, sambil berurai air mata. Stella terharu, Aditya menerima nya apa adanya. Walaupun dalam kondisi yang hina dan kotor, Aditya dengan tulus mau menerimanya.
"Terimakasih dit, kamu mau menerima kondisi ku. Tadi nya aku begitu takut dan tidak percaya diri. Kalau kamu benar-benar mencintai ku", Stella menangis terharu.
"Aku juga mencintai mu Adit, Aku berharap cinta kita menang mengalahkan segala badai yang akan kita hadapi ke depannya", ucap Stella sambil fokus mendengar kalau namanya sedang dipanggil-panggil oleh Jenni dan Joy.
Stella langsung melepaskan pelukannya. Stella takut kepergok adik-adiknya telah berpelukan mesra dengan Aditya.
***
Kebersamaan Aditya dan Stella telah membuat cinta mereka semakin bersemi. Tidak terasa hampir sebulan Aditya tinggal di kontrakan Stella bersama dengan kedua adiknya.
Kebetulan lingkungan tempat tinggal Stella adalah kawasan para wanita kupu-kupu malam. Keberadaan Aditya di rumah kontrakan Stella tidak terlalu di gubris warga. Dan memang Aditya sangat menghormati Stella, Aditya tidak ada keinginan untuk menyetubuhi Stella sebelum ikatan pernikahan. Stella tidur bersama dengan Jenny dan Joy.
"Sekarang kondisi kamu sudah pulih, apakah kamu tidak ingin kembali ke keluarga mu?", tanya Stella ingin tahu.
__ADS_1
"Iya, aku telah menelepon bawahan ku, dan mengatakan kondisiku, serta kecelakaan yang menimpaku. Aku telah menyuruh agar polisi mengusut proses terjadinya kecelakaan yang menimpaku. Dan seluruh pekerjaan di kantor agar diurus dan ditangani dengan baik" Aditya memberitahu.
"Aku akan pulang ke rumah besok pagi. Selama aku mengurus perusahaan ku dan akan memberitahu rencana pernikahan kita kepada keluargaku.
Aku berharap selama aku pergi kamu tidak melakukan apa yang telah kuperintahkan, baik-baik lah kalian disini. Aku akan menjemputmu", Aditya menambahi dan memberitahu rencana kepulangan nya.
"Baiklah kalau begitu. Kamu hati-hati ya. Aku berdoa agar apa yang akan kita perjuangkan tercapai dengan baik", Stella memohon.
"Amin", balas Aditya.
Aditya pun menyerahkan sebuah ATM kepada Stella, "Gunakanlah ATM ini untuk membayar hutang-hutang mu, membeli keperluan sehari-hari, dan kebutuhan sekolah Joy dan jenny. Pindah lah, carilah kontrakan yang jauh dari pemukiman ini.
Aku ingin kalian bisa berbaur dengan masyarakat, dan menjalani hidup normal di lingkungan yang baik. Bisa menjalankan ibadah untuk menyembah Tuhan, agar senantiasa diberi petunjuk untuk melakukan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan", Aditya memberi arahan dan nasihat.
Stella pun hanya diam dan tertunduk. "Syukur sekali Aditya datang kedalam hidupnya dan mengangkat harga dirinya dan mengeluarkan nya dari dunia gelap ini", Stella sangat bersyukur atas kedatangan Aditya dalam hidupnya.
Keesokan harinya Aditya kembali ke rumahnya.
***
Kilas balik.
Sebelumnya, Ketika Aditya tidak pulang ke rumah. Rianti merasa senang karena pikirnya ia telah berhasil menyingkirkan Aditya.
"Bagus Aditya tidak kembali ke rumah. Mungkin sekarang Aditya sedang sekarat, dan aku sangat berharap Aditya mampus, agar seluruh harta warisan dari Juan Handoyo jatuh ke tangan Evans anak kandung dari Rianti", gumam Rianti dalam hatinya dengan penuh semangat dan sukacita.
Kala itu Juan lagi ke luar kota, Juan selalu sibuk ke luar kota, untuk kepentingan bisnisnya yang semakin berkembang pesat. Sehingga ketiadaan Aditya di rumah tidak terlalu menyita perhatiannya. Karena memang kesehariannya jarang sekali bertegur sapa dengan Aditya.
__ADS_1