Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#6. Rianti dan Juan menikah.


__ADS_3

"Sudahlah Rianti, tolong segera keluar dari ruangan ku sekarang. Sebentar lagi para kolegaku akan datang kesini. Karena kami akan meeting. Aku tidak mau karena kehadiran kamu disini, proyek ini akan gagal", Juan memaksa dengan mendorong tubuh Rianti keluar dari ruangannya.


Rianti pun pasrah harus keluar dari kantor Juan dan dengan sangat kesal menuruti kemauan Juan. "Lagi-lagi kamu memperlakukan aku dengan tidak baik dan layak Juan. Aku akan membuat kamu tunduk kepada ku", gumam ya dengan penuh dendam sambil bibirnya tersenyum tipis.


Berpikir bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi nyonya besar. Bebas mempergunakan uang Juan Handoyo. Juan Handoyo akan segera menikahi nya dengan terpaksa karena telah dijebak dengan kehamilan palsu dari Rianti.


****


Pernikahan Rianti dan Juan Handoyo telah di gelar dengan sederhana dan meriah. Tamu-tamu undangan begitu ramai. Termasuk para kolega dan teman-teman Juan tetap harus diundang.


Karena Juan tidak mau, ketika suatu saat nanti sedang berjalan bersama dengan Rianti disebuah mall atau di jalan. Orang-orang akan mengira Juan sedang bermain perempuan.


Itu akan sangat mempengaruhi karir dan pergerakan saham di perusahaannya. Juan ingin kalau kehidupan keluarga nya di depan publik baik-baik saja dan kelihatan harmonis.


Raut wajah Rianti tampak cantik dan senantiasa menyebarkan senyum terbaiknya kepada khalayak ramai. Rianti dan anaknya serta ibu Rianti sangat senang atas pernikahan ini. Bagaimana tidak, selama ini Rianti selalu bekerja banting tulang, tetapi kehidupan mereka selalu biasa saja.


Rianti belum sanggup membeli rumah sendiri, dan mantan suami Rianti yang lama juga tidak menetap pekerjaannya. Karena merasa hanya Rianti yang mencari nafkah, Rianti pun menceraikan suaminya.


Rianti memilih tinggal di rumah kontrakan yang biasa saja, memang tidak terlalu mewah, tetapi tidak terlalu sederhana. Biasa saja, diperuntukkan untuk kalangan kelas menengah.


Rianti tidak mau uang gajinya hanya habis kepada pembayaran uang kontrakan yang mahal. Selain itu juga Rianti perlu menjaga penampilan dan kecantikan nya, agar para tamu ada yang tertarik dan kecantol hatinya untuk menikahi Rianti.

__ADS_1


Memang itulah trik dan motivasi Rianti bekerja di cafe, sehingga Rianti tidak pelit untuk perawatan dan pembelian perlengkapan yang menunjang untuk kecantikan nya.


Wajah Rianti memang bisa dikategorikan kepada golongan perempuan cantik, Rianti juga tergolong wanita yang pandai merayu dan menggombal. Sehingga laki-laki merasa betah dan nyaman untuk bercerita berlama-lama dengan Rianti. Termasuklah Juan Handoyo yang sudah masuk dalam perangkap Rianti.


Mantan suami Rianti, Rusmawan juga dulunya adalah pria mapan yang sering datang ke cafe dan menjadi teman ngobrol Rianti. Rianti pun berhasil mengajak Rusmawan untuk menikah.


Enam tahun pernikahan Rianti berjalan dengan lancar dan harmonis. Tiba-tiba Rusmawan menjadi salah satu pegawai yang dirumahkan, sehingga Rusmawan tidak bekerja dan hanya menjaga dan mengantar jemput Evans ke sekolah.


Rianti merasa kalau suaminya hanya sekedar menumpak hidup kepadanya. Rianti pun memutuskan untuk menceraikan Rusmawan. Rusmawan hanya pasrah, lagian Rianti selalu sengaja mencari-cari alasan sehingga pertengkaran sering terjadi antara Rianti dan Rusmawan.


Rusmawan seperti tidak dihargai sebagai kepala rumah tangga. Harga diri Rusmawan selalu diinjak-injak oleh Rianti, akhirnya Rusmawan ikhlas dicerai oleh Rianti.


Mau tidak mau, Aditya harus menunjukkan ekspresi dan wajah yang ceria. Sesuai pesan Juan, keluarga mereka harus terlihat harmonis. Agar bisnis dan pergerakan saham di perusahaannya bisa stabil dan tentunya agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.


"Selamat ya ayah", ucap Aditya menjabat tangan Juan dan Rianti bergantian dengan ekspresi wajah dengan senyum ceria.


"Terimakasih dit", ucap Juan membalas dengan senyum lebar.


Resepsi pernikahan berjalan dengan baik dan lancar. Tamu-tamu undangan telah pulang. Begitu juga seluruh keluarga pun akhirnya kembali ke rumah.


Rianti dan Evans sekarang sudah tinggal di rumah Juan. Tidak dengan ibu Rianti, ibunya tetap tinggal di rumah kontrakan. Juan memang menginginkan ibu Rianti tidak boleh ikut tinggal di rumah Juan.

__ADS_1


Karena Juan takut ibunya Rianti terlalu banyak mencampuri urusan rumah tangga nya. Dan sedikit banyak akan menghasut Rianti untuk minta ini lah, itulah. Juan juga tidak ingin Rianti malah bebas melakukan segala sesuatu di rumahnya.


Ketika seluruh keluarga sudah sampai di rumah, Juan memberi perintah. Seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu. Termasuk Rianti, Evans, Aditya dan Mpok Lasmi, selaku kepala dari semua pegawai di rumah Juan.


"Mbok Lasmi, Rianti sudah sah sebagai istri ku, kamu harus hormat sebagai mana mbok kepada saya. Begitu juga Evans, anaknya Rianti perlakukan sama seperti Aditya", perintah Juan kepada mbok Lasmi.


"Baiklah pak", ucap mbok Lasmi sambil terus menunduk, Rianti dan Evans tersenyum penuh kemenangan. "Bagus kalau begitu, sebentar lagi aku akan membalas kan dendam ku, akibat kesombongan mu kepada ku yang telah berani berbuat kasar dan mengusir aku secara terpaksa", gumam Rianti penuh kemenangan.


"Kamu Rianti, sebagai istri ku. Kamu tetap harus meladeni suami dengan baik. Setiap pagi kamu harus membuatkan kopi dan sarapan roti sebelum aku dan Aditya berangkat ke kantor dan ke sekolah, dan termasuk kamu juga harus memenuhi kebutuhan pribadi suami kamu", perintah Juan kepada Rianti.


"Baiklah mas", ucap Rianti tersenyum. Sesungguhnya Rianti merasa kesal "Mengapa tidak si mbok saja sih yang membuatnya, percuma dong si mbok di gaji besar. Untuk membuat kopi saja harus aku yang mengerjakan", gumam Rianti kesal di dalam hatinya.


"Aditya, kamu dan Evans harus rukun. Kamu harus bisa menjadi Abang yang baik buat Evans. Kalian akan bersekolah di sekolah yang sama. Agar supir tidak kewalahan dan kerepotan mengantar kalian, bila sekolahnya berbeda. Jakarta sangat macet, tidak mungkin bisa terkejar di dua tempat pada waktu yang bersamaan", perintah Juan kepada Aditya.


Aditya hanya bisa mengangguk. Juan memang terbilang tegas, bila Juan sudah memerintahkan sesuatu, tidak akan ada yang berani menentangnya. Walaupun itu keputusan yang tidak baik.


Setelah semua mendapatkan tugas masing-masing. Semua pun masuk kedalam kamar masing-masing. Aditya dan Evans berada pada kamar yang berbeda-beda. Tetapi fasilitas di kamar Aditya lengkap, AC, televisi lengkap dengan home teather, permainan games, bahkan laptop. Sedangkan pada kamar Evans hanya tempat tidur dan AC saja.


Sesungguhnya Evans merasa tidak senang kalau fasilitas di kamarnya tidak lengkap. "Aku tidak boleh menunjukkan sikap tidak enak di depan ayah. Aku harus menunjukkan kalau aku adalah anak yang penurut dan berprestasi.


Agar ayah bisa senang dan bangga kepada ku. Nanti-nanti aku akan minta ibu untuk membuat fasilitas di kamar ku seperti pada kamar Aditya", gumam Evans senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2