Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#57. Anggi hamil anak Aditya.


__ADS_3

Aditya selama ini telah dibawa keluar negeri oleh Anggi. Tetapi karena Aditya tidak merasa betah dan ingin sekali kembali ke Indonesia. Mau tidak mau Anggi terpaksa menuruti permintaan Aditya yang ingin kembali ke Indonesia.


Sudah seminggu ini Aditya berada di Indonesia, kepalanya sering sekali pusing. Anggi bermaksud untuk membawa Aditya berobat ke rumah sakit tempat Aditya di rawat ketika terjadi kecelakaan yang menyebabkan Aditya menjadi Amnesia.


"Bagaimana dok sakit kepala suami saya. Apakah itu normal?", tanya Anggi penuh ketakutan.


"Itu sangat normal, kemungkinan benturan yang terjadi saat kecelakaan sangat keras. Atau itu mungkin karena terlalu lelah saat berolahraga. Atau bisa jadi pasien mungkin masih merasa asing.


Akibat tidak ada yang dikenal nya, sehingga pasien merasa kebingungan sehingga menyebabkan pusing dan sakit kepala. Lama-kelamaan pasien akan merasa normal kembali kok", dokter memberitahu.


Anggi pun hanya manggut-manggut memahami apa yang dijelaskan oleh dokter.


Ketika Anggi sedang berbicara di ruang dokter. Aditya bermaksud berjalan keluar dari ruang pemeriksaan. Tidak sengaja Aditya melihat Stella sedang keluar dari ruang pasien menuju meja resepsionis para perawat. Stella hendak bertanya kepada salah satu perawat yang sedang berjaga di meja resepsionis.


Aditya terus menatap Stella, pandangan Aditya tidak berpindah terus saja menatap Stella, Aditya merasa tidak asing saat melihat Stella.


Seperti nya wajah Stella pernah terlintas dipikiran Aditya. Aditya berusaha terus mengingat-ingat apakah pernah bertemu Stella sebelumnya, sehingga wajah Stella seperti tidak asing.


Karena begitu memaksakan ingatan nya Tiba-tiba Aditya merasakan sakit yang begitu hebat pada kepalanya."Aaa....kepala ku sakit sekali", teriak Aditya sambil memegangi kepalanya.


Asal Aditya mengingat Stella, Aditya merasa sakit kepala. "Siapa wanita itu, sepertinya wanita itu tidak asing bagiku. Mengapa aku selalu sakit kepala bila ingin mengingat nya", gumam Aditya dalam hati. Aditya berusaha menyembunyikan perasaannya dan kondisinya dari Anggi.


Sejak awal Aditya merasa aneh dengan Anggi, dengan Anggi Aditya sangat tidak berselera. Tetapi karena Anggi mengatakan kalau Aditya adalah suaminya. Dan Anggi juga sedih kalau Aditya mencueki atau berusaha menghindar bila Anggi memeluknya.


Maka dengan terpaksa Aditya berpura-pura suka dengan Anggi. Bahkan Aditya dan Anggi pun sudah melakukan hubungan suami-istri. Dengan berbagai cara telah dilakukan Anggi agar Aditya mau mencium nya, bahkan Anggi pun terpaksa membuat obat perangsang kepada Aditya. Agar Aditya begitu bernafsu melihat Anggi. Sehingga mereka melakukan hubungan suami istri.


Aditya berusaha menyembunyikan sosok Stella, perempuan yang selalu ada di ingatan Aditya dari Anggi. "Siapa ya nama perempuan itu?", pikir Aditya dalam hati. Aditya ingat saat di pantai kemarin Aditya ada menyebut nama Stella.


Aditya menanyakan kepada Anggi, Anggi mengatakan itu mungkin nama ibu Aditya. Setelah melihat sosok Stella hari ini, entah mengapa Aditya merasa kalau Stella mungkin saja perempuan yang ditemui Aditya di meja resepsionis.


Karena Aditya merasa Anggi begitu posesif dan pencemburu. Anggi pasti akan marah bila menyinggung mengenai perempuan yang ditemui Aditya ketika berada di meja resepsionis.

__ADS_1


Anggi telah selesai dengan dokter yang memeriksa aditya. Anggi pun langsung kembali ke ruang inap Aditya.


Anggi mengetuk dan langsung masuk.


"Sayang kata dokter kamu tidak apa-apa, sakit kepala mu itu sangat normal. Itu terjadi karena benturan keras ketika kecelakaan kemarin. Nanti juga akan normal seperti biasa. Sekarang kita pulang saja ya", ajak Anggi sambil beberes semua perlengkapan yang akan dibawa pulang.


Aditya pun mengangguk setuju.


Anggi dan Aditya keluar dari kamar inap dan langsung berjalan keluar ke arah parkiran. Ketika Anggi bermaksud akan mengurus berkas untuk kepulangan pasien Aditya melihat sosok Stella bersama dengan Rico dan Gibran berjalan keluar ke arah parkiran tepatnya agak jauh di depan Aditya.


Entah mengapa Aditya merasa sangat cemburu melihat Stella bersama dengan laki-laki itu. Dan ingin menghampirinya, ternyata sosok Stella, Rico dan Gibran tidak terlihat lagi.


Aditya melihat mainan mobil remote Gibran terjatuh. Aditya langsung memungut nya. Dan terus mencari sosok Stella, bermaksud untuk mengembalikan mainan tersebut. Tetapi mereka tidak terlihat lagi. Aditya pun kembali masuk, takut Anggi akan mencari-cari nya.


"Kamu kemana sih sayang", Anggi gelisah mencari Aditya kesana kemari.


"Tadi aku menemukan mobil remote ini jatuh dari tangan seorang anak. Aku bermaksud untuk mencari-cari anak tersebut. Tetapi tidak menemukannya", Aditya menunjukan mainan mobil tersebut kepada Anggi.


Aditya terus memandangi mobil mainan tersebut, dan tidak ingin meninggalkannya di meja resepsionis.


"Tidak Nggi, aku akan simpan mainan ini", Aditya terus memeluknya.


Anggi pun tidak bisa melarang nya, membiarkan Aditya membawa pulang mobil mainan tersebut.


Aditya hanya diam saja dalam mobil. Pandangan sosok Stella, Rico dan Gibran seperti tidak terasa asing. Ingatan masa lalu Aditya tiba-tiba muncul ketika saat-saat bahagia bersama Stella dan Gibran.


Tetapi hanya sebentar saja, ingatan itu kembali hilang. Aditya berusaha mengingat nya, malah kembali Aditya merasakan sakit pada kepalanya, Aditya terus memegangi kepalanya.


"Mengapa sayang?, sakit kepala lagi?. Tidak apa-apa sayang. Sebentar juga pasti akan hilang lagi", Anggi coba menghibur Aditya.


Setelah Aditya dan Anggi tiba di rumah, tiba-tiba Anggi merasa mual dan pengen muntah.

__ADS_1


"uaaaakkk..... uaaaakkk... uaaaakkk...." Anggi langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Anggi keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya dan kepala nya.


"Kenapa sayang...", tanya Aditya bingung Anggi tiba-tiba merasa kondisinya tidak sehat.


"Entahlah sayang, aku merasa mual dan ingin muntah saja. Kepala ku pusing dan sangat tidak bersemangat", Anggi memberitahu kondisinya.


"Ya sudah sayang, rebahan saja di tempat tidur. Mungkin dengan beristirahat sebentar kamu bisa lebih baikan", Aditya memberitahu, Anggi pun langsung menurut apa yang dikatakan Aditya.


***


Walaupun sudah beristirahat, kondisi Anggi tetap sama ingin muntah dan tidak bertenaga. Lantas Anggi ingin menelepon dokter kenalan nya untuk datang memeriksa kondisinya. Karena Anggi tidak sanggup untuk pergi ke Rumah sakit atau klinik untuk periksa.


Tidak beberapa lama dokter tiba di rumah dengan membawa peralatan nya.


"Kenapa Anggi", tanya dokter ingin tahu perasaan Anggi.


"Tidak tahu, aku merasa mual dan ingin muntah saja. Kepala ku juga pusing dan tidak bertenaga", ucap Anggi memberitahu kondisinya.


Dokter hanya tersenyum "Mungkin kamu lagi hamil kali Nggi!" ucapnya sambil tersenyum.


"Hamil", Anggi gelagapan. Tetapi langsung merasa senang.


"Bagus, berarti Aditya tidak akan berpaling dari ku selamanya. Karena aku sudah mengandung anak dari Aditya", gumam Anggi dalam hati sambil senyum-senyum.


"Sebentar ya aku periksa dulu untuk lebih memastikan", dokter lantas memeriksa bagian bawah perut Anggi yang terasa keras.


"Seperti nya kamu memang hamil Anggi, tetapi coba deh kamu pakai test pack ini untuk lebih akurat lagi ", dokter segera memberikan test pack untuk Anggi. Dan Anggi segera masuk ke kamar mandi untuk memasukkan test pack tersebut kedalam air seninya.


Benar saja test pack itu menunjukkan garis 2. Itu artinya Anggi positif hamil.

__ADS_1


"Benar kan, kamu hamil. Selamat ya Anggi", dokter mengucapkan selamat setelah melihat hasil test pack Anggi.


__ADS_2