Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#11. Aditya ditolong oleh Stella


__ADS_3

Stella langsung memeriksa bagian depan mobil dan melihat Aditya sedang posisi telungkup menghadap stir mobil dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri dengan kondisi kepala berdarah.


Stella berusaha membangunkan dan mengeluarkan Aditya dengan sekuat tenaga sambil berusaha sekuat tenaga untuk memanggil warga yang kebetulan lewat. Akhirnya Aditya dibawa ke rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.


Karena Stella yang membawa Aditya ke rumah sakit sehingga dompet Aditya diserahkan kepada Stella. Biaya pengobatan Aditya Stella ambil dari dompet Aditya. Setelah Dua hari kemudian Aditya pun sadarkan diri. Stella selalu setia menemani Aditya, "Aku harus selalu ada disini, ketika Aditya bangun", pikir Stella dalam hati.


"Aku dimana?, mengapa aku ada disini?", Aditya bertanya kepada Stella.


"Kamu di rumah sakit, aku menemukan kamu ketika kamu menabrak sebuah pohon dalam keadaan terluka dan tidak sadarkan diri", jawab Stella. Aditya pun mencoba mengingat ingat kejadian yang dialaminya.


"Oh iya. Ketika aku keluar dari rumah. ditengah jalan aku sudah menyadari kalau rem mobilku tidak berfungsi dan aku berusaha menghindari pedagang kaki lima agar tidak tertabrak oleh ku.


Aku mencari-cari tempat dan lokasi aman agar aku bisa menabrakkan diri dan berhenti. Ternyata aku menuruni jalan menurun dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan tidak bisa kuhindari lagi", ucap Aditya setelah mengingat kejadian yang dialaminya.


"oh iya. Apakah kamu yang menolong aku?", tanya Aditya ingin tahu.


"Iya, aku orang pertama yang menemukan kamu. Dengan bantuan orang aku membawa kamu ke rumah sakit. Nama ku Stella", Stella memperkenalkan diri.


"Nama ku Aditya. Terimakasih banyak ya sudah menolong aku", Aditya menjabat tangan Stella.


"Oh iya ini dompet kamu, biaya pengobatan mu, aku ambil dari dompet kamu. Maaf aku sudah lancang untuk melihat dompet kamu, tetapi memang aku tidak ada uang", Stella merasa tidak enakan.


"Tidak apa-apa kok. Aku malah sudah bersyukur kamu mau menolong aku", Aditya tersenyum.


"Apakah kamu tidak ingin menghubungi keluarga kamua?, Dan mengatakan kondisi kamu sekarang, agar mereka tentunya bisa menjemput kamu", Stella mengingatkan Aditya.


"Tidak usah. Jangan memberitahu keluarga ku dulu. Tunggulah agar kondisi ku lebi membaik lagi. Kamu tidak apa-apa kan, aku repotin lagi", Aditya memohon kepada Stella.


"Tidak apa-apa kok, oh iya mengapa rem mobil kamu tidak bisa berfungsi. Siapa yang telah mensabotase nya?", Stella bingung dan penasaran.

__ADS_1


Aditya hanya diam saja. Aditya juga tidak mengerti mengapa rem mobilnya tidak berfungsi.


"Apa mungkin ibu tiri ku yang melakukannya?", gumam Aditya tidak percaya.


"Kalau ibu tiri ingin mencelakainya, mengapa tidak sedari dulu. Mengapa sekarang?, setelah hampir Sepuluh tahun lebih", Aditya semakin bingung dan tidak merasa yakin kalau itu adalah perbuatan ibu tirinya.


"Aku tidak tahu siapa yang telah melakukan nya. Mungkin karena memang aku sudah lama tidak menservis mobil ku saja", Aditya menyakinkan Stella.


"Apakah kamu sudah merasa baikan?, Oh iya. sebentar aku mengabari dokter dulu ya. Mengatakan kalau kamu sudah sadarkan diri. Agar dokter bisa memberitahukan kondisi kamu, apakah sudah boleh pulang", Stella pamit dan segera menuju ruang dokter.


***


Stella memberitahu kondisi Aditya kepada suster jaga yang berada di meja jaga.


"Oh iya Bu, silahkan menghadap ruang dokter disebelah sana. Tadi dokternya sudah memberitahu. Agar menyuruh ibu keruang dokter bila pasien sudah sadarkan diri", suster jaga memberitahu Stella dan menunjuk ruang, agar Stella pergi ke ruang dokter tersebut.


Stella pun langsung masuk dan duduk setelah dipersilahkan duduk.


"Begini Bu, kondisi pasien yang bernama Aditya. Tidak terdapat luka yang cukup parah. Tetapi karena benturan kuat di kepala nya. Otak kepala pada bagian depannya sedikit mengalami retak.


Seiring berjalannya waktu, mungkin keretakan itu akan kembali normal seperti biasanya. Bila tidak mengalami benturan pada tempat yang sama. Bila terjadi benturan pada tempat yang sama dikemudian hari sebelum pulih total.


Mungkin Aditya akan mengalami gangguan ingatan. Jadi tolong hati-hati atas kondisinya saat ini", dokter menjelaskan kondisi Aditya saat ini. Dan Stella mendengarkan dengan seksama.


"Baik dokter. Saya akan memberitahu pasien", Stella pamit dan segera meninggalkan ruang dokter.


Stella merasa prihatin dengan kondisi Aditya. Dan ingin memberitahukan dengan segera. Tetapi Stella takut Aditya akan menjadi patah semangat bila mengetahui kondisinya, Stella pun mengurungkan niatnya untuk memberitahu Aditya.


Setelah Stella sampai di ruangan Aditya.

__ADS_1


"Bagaimana Kondisi ku?, apa kata dokter?", Aditya merasa penasaran.


"Kamu tidak ada luka yang serius dan kamu besok diizinkan pulang", ucap Stella datar.


"Bolehkah aku menginap di rumahmu. Tunggu sampai kondisi ku kembali pulih", Aditya memohon agar Stella mengizinkan menginap di rumah nya.


"Kami hanya tinggal di rumah kontrakan yang sempit dan sederhana. Kamu tidak akan betah", Stella memberitahu kondisi kontrakan nya.


Selain menunggu kondisinya membaik, di rumah juga Aditya merasa tidak ada nanti yang mengurusnya. Aditya merasa tidak enakan kepada mbok Lasmi.


Sedari awal Aditya juga merasa terpesona dengan kebaikan dan kesederhanaan dari Stella. Aditya ingin mengenal Stella lebih dekat lagi.


"Tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin dekat dengan kamu", Aditya bicara seadanya, tetapi cukup membuat Stella memerah pipinya.


"Maaf aku tidak sempat mengurus kamu, aku harus bekerja. Ini saja aku sudah dua hari tidak bekerja, kami mau makan apa nanti, lagian aku cuma diberi waktu 4hari lagi, agar melunasi uang kontrakan rumah, kalau tidak kami akan diusir. Aku tinggal bersama kedua adikku", Stella merasa malu telah menceritakan kondisi ekonomi nya.


"Oh Iya. Berapa uang kontrakan kamu. Nanti aku yang bayar", Aditya merasa prihatin atas kondisi Stella.


"Tidak usah repot-repot. Aku ikhlas kok menolong kamu. Jangan kamu pikir aku menggunakan situasi ini untuk mendapatkan uang kamu", Stella tegas. Tidak ingin diremehkan oleh Aditya.


"Kamu jangan salah paham begitu. Aku juga ikhlas kok ingin menolong kamu. Tolong terima lah bantuan ku. Aku juga ingi bantuan kamu kok. Mungkin kedepannya aku akan susah berjalan, bolehkah kamu membantu aku untuk belajar berjalan.


Anggap lah kamu kusewa sebagai perawat pribadiku. Dan kamu tidak perlu bekerja ditempat pekerjaanmu sementara waktu", Aditya menawarkan agar Stella menjadi perawat pribadi nya agar Stella mau menerima bantuan Aditya.


"Oh iya, kamu bekerja di mana?, kalau boleh aku tahu", Aditya keceplosan menanyakan pekerjaan Stella.


Stella diam sejenak, merasa malu untuk mengungkapkan pekerjaan nya. Tetapi Stella tahu diri, harus menceritakan yang sebenarnya. Agar Aditya tidak terlanjur mencintai nya atau Stella bisa membatasi diri untuk tidak mencintai Aditya. Agar tidak merasa sakit dikemudian hari.


"Aku bekerja sebagai wanita kupu-kupu malam", ucap Stella pelan sambil menundukkan kepalanya, tetapi suaranya masih bisa didengar oleh Aditya.

__ADS_1


__ADS_2