
"Apa!. Anggi telah mengubah nama mu menjadi Raka", stella terkejut atas perbuatan jahat Anggi.
"Berarti Anggi telah mengambil kesempatan untuk bersama mu atas perbuatan ini. Aku rasa Anggi pun sengaja berpura-pura di rampok agar bisa mendapatkan perhatian dan belas kasihan kamu.
Karena dengan begitu, kamu jadi bisa mempercayainya dan pasti ingin mendapatkan perhatian lebih dari kamu", stella berasumsi. Aditya hanya diam membisu, Karena tidak ada bukti.
"Bagaimana kamu bisa datang kemari?", Stella penasaran.
"Sebenarnya ingatan ku seminggu yang lalu telah pulih sebagian hanya gara-gara mobil mainan Gibran yang kuambil setelah Gibran menjatuhkan nya di rumah sakit",
"Mobil mainan milik Gibran ada padamu?", Stella tidak menduga.
"Iya, aku juga melihat kamu di meja resepsionis, entah mengapa aku merasa tidak asing kepadamu dan begitu cemburu ketika melihat kalian bertiga di rumah sakit. Aku ke rumah sakit bermaksud untuk memeriksakan kepala ku yang sering sakit.
Setelah mengutip mobil mainan Gibran sepertinya ingatanku kembali ketika aku memberi hadiah mobil mainan itu kepada Gibran. Tetapi aku tidak ingat Mengapa Anggi bisa menjadi istriku, dan meninggalkan kalian berdua.
Ketika aku berada di rumah Anggi aku menemukan sebuah gudang, dan aku masuk ke gudang itu dan menemukan kartu pengenal ku dan laptop ku.
Mungkin Anggi telah menyimpannya selama ini di gudang agar tidak kuketahui. Dengan rasa penasaran yang sangat tinggi dan bermaksud untuk membongkar teka teki ini.
Akupun mendatangi alamat pada kartu pengenal itu. Dan akhirnya setelah mendapat pukulan di kepalaku, ingatan ku jadi kembali", Aditya bercerita sambil tersenyum.
"Syukurlah kamu sekarang sudah pulih ingatan nya dan kamu telah meninggalkan Anggi. Jahat sekali Anggi, telah berpura-pura dirampok untuk mendapatkan perhatian mu. Dan ternyata rencananya malah berhasil dengan cepat atas kecelakaan yang kalian alami.
Tetapi sayang!, kamu dan Anggi tidak melakukan hubungan suami-istri kan?", Stella merasa penasaran bagaimana hubungan Anggi dan Aditya hidup selama 3 bulan lebih dalam satu atap dengan status sebagai suami istri palsu.
"Sayang, sebenarnya aku merasa asing bila berdekatan dengan Anggi. Aku pun sering menghindarinya. Tetapi Anggi selalu marah bila aku cuek kepadanya.
Dan mengatakan kalau dulu kami adalah pasangan suami istri yang bahagia. Tetapi karena kecelakaan ini, Anggi mengatakan aku jadi menjauhinya.
__ADS_1
Karena Anggi selalu marah kalau aku cuek kepadanya, Akupun dengan terpaksa mencoba untuk dekat dan perhatian kepadanya", Sesaat Aditya tidak melanjutkan omongannya.
"Sayang, Maafkan aku. Aku tidak tahu dan tidak ingat kalau aku pernah berhubungan suami-istri kepada Anggi. Mungkin Anggi telah memberikan obat perangsang kepada ku agar aku begitu bernafsu kepadanya. Sekarang Anggi katanya sedang mengandung anak dari aku", Aditya merasa sedih.
"Maafkan aku sayang, ini sungguh tidak keinginan ku. Aku harap kamu mengerti atas apa yang kualami. Kalau memilih, aku lebih memilih hidup bersamamu, bersama Anggi hidup ku terasa kosong dan tidak bermakna", Aditya menangis sambil memegang terus tangan Stella.
"Sebenarnya Stella sedih dan marah, tahu Anggi dan Aditya berhubungan suami-istri. Tetapi Aditya memang tidak ingat siapa dirinya, Aditya telah masuk dalam jebakan Anggi yang jahat", gumam Stella mencoba memaklumi posisi Aditya.
"Sayang, Aku memaklumi kondisimu, coba nanti kita lihat. Bagaimana ekspresi dan tindakan Anggi bila tahu kalau kamu sudah pulih ingatan nya. Aku yakin pasti Anggi akan berusaha merebut engkau dan memaksa kamu menikahinya secara resmi atas alasan anak kamu yang telah dikandungnya", Stella memberikan gambaran kepada Aditya.
"Sekarang kamu kalau disuruh memilih. Kamu pilih siapa?. Tetapi aku yakin Anggi tidak akan melepaskan kamu kepada ku", Stella menambahi dan merasa yakin atas firasatnya.
"Bagaimana kalau sekarang kita datangi Anggi ke rumah nya", Stella memberikan pendapat.
"Baik. Kita datangi Anggi. Akupun ingin meminta pertanggungjawaban nya karena mengisi pikiran ku dengan hal-hal yang merugikan diriku", Aditya merasa bersemangat dan geram atas perilaku Anggi yang telah membohonginya.
Dari rumah sakit mereka lantas langsung ke rumah Anggi naik mobil Rico, Gibran di titip di rumah bersama mbok Lasmi.
"Mbok, Anggi sudah tiba di rumah?", tanya Aditya karena Anggi sedang memeriksa kan kandungan nya ketika Aditya keluar dari rumah.
"Bu Anggi belum pulang, Pak", balasnya cepat dengan wajah ketakutan karena melihat Aditya datang membawa Stella dan Rico, orang asing yang belum pernah dilihat oleh Rani, pembantu Anggi.
"Mbok, aku ingin tahu. Selama ini mbok sudah disuruh Anggi ikut berbohong kan?. Membenarkan kalau saya adalah Raka. Mbok pasti tahu dan bertanya-tanya mengapa Anggi tiba-tiba memiliki suami", tanya Aditya secara tegas dan sedikit emosi kepada mbok Rani. Mbok Rani hanya mengangguk penuh ketakutan.
"Mengapa mbok mau melakukan kebohongan itu?", tanya Aditya ingin tahu.
"Saya dipaksa ibu pak, kalau saya tidak menuruti permintaan ibu. Pasti ibu akan memecat saya" mbok Rani mengaku kalau itu dilakukannya karena terpaksa.
Sebelum Anggi tiba di rumah, Aditya memeriksa kamar mereka, melihat setiap sudut ruangan, didalam lemari atau laci. Untuk melihat benda-benda yang mencurigakan, atau sebagai barang bukti untuk membuktikan kejahatan Anggi.
__ADS_1
Ternyata benar, di laci meja rias Aditya menemukan obat perangsang, agar Aditya merasa terangsang dan sangat bernafsu ketika melihat Anggi.
"Itu berarti, benar aku melakukan hubungan suami-istri tidak berdasarkan rasa suka dan cinta kepada Anggi", pikir Aditya merasa dirugikan. Aditya pun menunjukkan obat perangsang itu kepada Stella, agar stella tidak salah paham atas hubungan suami-istri yang dilakukan Aditya dan Anggi.
"Mbok, saya lupa ingatan karena kecelakaan. Anggi memang sedari dulu ingin merebut saya dari Stella. Akibat kecelakaan itu, Anggi mengambil kesempatan mengatakan kalau kami adalah suami istri. Aku jadi terpisah dari istri dan anakku. Sekarang mbok Rani mengerti kan apa permasalahan yang terjadi", Aditya memberitahu yang sebenarnya. Mbok Rani hanya mengangguk.
Setelah beberapa menit kemudian Anggi tiba di rumah dengan penuh emosi melihat Stella ada di rumahnya.
"Stella, mengapa kamu disini. Keluar dari rumah ku sekarang!", perintah Anggi penuh amarah kepada Stella.
"Kamu tidak usah marah begitu, kami sudah tahu kebusukan mu. Kamu menipu Aditya, dengan mengatakan kalau kalian suami istri. Aku akan melaporkan kamu karena kasus pembohongan publik. Kamu telah merebut suami ku Aditya, suamiku yang berstatus masih sah sebagai suami istri", stella berbicara dengan tegas dan penuh emosi.
"Enak saja kamu ngomong, Aditya sekarang adalah suamiku. Dan aku sekarang sedang mengandung anak dari Aditya", Anggi tidak mau kalah, dan memang Anggi belum tahu kalau Aditya sudah pulih ingatan nya.
"Itu karena kamu telah mengatakan kebohongan kepadanya, karena Aditya telah lupa ingatan akibat kecelakaan. Sekarang Aditya sudah pulih ingatan nya.
Dan sudah tahu semua kebohongan yang kau katakan kepadanya. Aditya terpaksa berhubungan suami istri kepadamu karena kamu memberikan obat perangsang ini kan!", Stella menunjukkan obat perangsang itu kepada Anggi.
Anggi pun merasa gelagapan. Merasa kalau semua kedoknya telah terbongkar dan diketahui Aditya dan Stella.
"Aku tidak peduli atas obat perangsang itu. Yang pasti aku telah mengandung anak Aditya, dan Aditya tetap harus bertanggungjawab terhadap anak ini", Anggi tidak mau kalah.
"Tidak apa-apa Nggi, kalau anak itu lahir. Biar kami yang akan merawat dan mengasuhnya seperti anakku sendiri. Aditya tidak akan Sudi menjadi suami kamu", Stella tegas dan mau menerima anak dari Anggi untuk diasuhnya.
"Tidak, Aditya akan tinggal bersama ku selamanya", Anggi ngotot sambil menarik tangan Aditya.
"Aku tidak Sudi hidup bersamamu, kalau kamu tidak terima atas keputusan Stella. Baik aku akan menuntut dan melaporkan kamu kepada yang berwajib atas penipuan dan kebohongan publik yang kamu katakan kepada ku. Kamu pilih mana?", Aditya tegas memberikan sangsi ke Anggi.
"Pergi kalian dari rumah ku. Atau kalian kulapor juga kepada yang berwajib karena masuk tanpa seizin pemilik rumah", Anggi menarik Stella keluar.
__ADS_1
Aditya dan Rico ikut keluar dari rumah Anggi.