
Kini Rianti semakin geram, tahu dirinya dan Evans hanya mendapat harta warisan Juan hanya sebuah rumah dan beberapa uang tunai. Rianti tidak terima, "Aku harus mendapatkan seluruh harta kekayaan Juan", pikirnya dengan geram.
"Aku harus menyingkirkan Aditya, sebelum Aditya mempunyai anak, yang konon akan mendapatkan harta warisan Juan, karena merupakan garis keturunan dari Juan", Rianti ingin menyusun strategi atau rencana untuk menyingkirkan Aditya.
"Tetapi bagaimana caranya, sedangkan kemarin aku telah mensabotase rem mobilnya Aditya. Kupikir Aditya sudah jatuh ke jurang, ternyata masih hidup. Malah perkaranya sekarang lagi ditangani polisi. Aku harus bergerak cepat, aku harus pergi ke kantor polisi, bahwa penyelidikan tidak usah di lanjutkan lagi, atau bila perlu aku harus membayar polisi", Rianti mendapatkan ide.
****
Aditya mendatangi kediaman Stella, setelah mendapat restu dari Juan. Tidak sabar Juan ingin menyampaikan kabar baik itu kepada Stella.
Stella kebetulan lagi pindahan, Stella memberitahu kepada Aditya. Aditya pun datang berkunjung ke rumah lama Stella, "Selain ingin menyampaikan kabar baik mengenai kelanjutan hubungan mereka sekalian aku datang untuk membantu Stella membawa barang-barang mereka ke tempat baru", pikir Juan dalam hatinya.
Aditya tiba di rumah.
Tok...tok . tok ...
Stella langsung melihat siapa gerangan yang telah mengetuk rumahnya.
"Hai dit, tidak kerja?. Ngapain repot-repot datang untuk membantu pindahan. Barang-barang yang dibawa juga tidak banyak. Hanya beberapa tas saja kok", tanya Stella bingung, Aditya ditelpon tidak bilang kalau akan datang membantunya untuk pindahan.
"Apa salah ya, aku datang untuk membantu pacar aku. Lagian supaya aku tidak kerepotan lagi mencari alamat baru rumah kamu", Aditya membela diri.
"Sekalian aku ingin menyampaikan berita baik ini. Aku tidak sabar sejak semalam ingin menyampaikannya. Tetapi aku ingin memberi surprise, sehingga harus menunggu sekarang", Aditya menambahi.
"Berita apa sih", Stella tidak sabar dan merasa penasaran.
"Ayah merestui hubungan kita, dan tidak sabar ingin bertemu dengan kamu", Aditya bersemangat menyampaikan berita baik itu.
"Benarkah, apakah ayahmu tidak mempermasalahkan mengenai status keluarga ku dan profesiku?", Stella ragu ayah Adit merstui hubungan mereka.
__ADS_1
"Tidak. Ayahku tidak mempermasalahkan status keluarga mu, bagi ayah itu tidak masalah", Aditya memberitahu Stella. Tetapi Stella masih saja belum yakin.
"Bagaimana dengan profesi ku selama ini sebagai wanita kupu-kupu malam. Benarkah ayahmu tidak mempermasalahkan itu?", tanya Stella ingin tahu.
"Aku berbohong kepada ayah, Aku bilang kamu bekerja di mall handphone dan ikut event promosi penjualan mobil baru di mall. Sudahlah tidak apa-apa, toh ayah tidak mempermasalahkan itu semua.
Justru ayahku salut kepada mu mau bertanggungjawab kepada kedua adik-adiknya", Aditya menyakinkan Stella. Dan segera memeluk Stella, " Sudahlah kamu tidak usah ragu dan takut. Ayah tidak akan mengungkit itu. Toh ayah sudah memberi restunya. Itu saja sudah cukup", Adit membujuk Stella.
"Mana barang-barang yang mau dibawa?, apa semua bisa di bagasi mobil aku. Nanti sebagian di taruh di kursi belakang deh", Aditya memeriksa barang-barang yang akan dibawa.
"Tidak banyak barang-barang yang dibawa, hanya beberapa tas. Kebetulan juga telah selesai dikemas rapi oleh Jenni dan Joy kemarin", Stella memberitahu.
"Baiklah, kita berangkat sekarang", Aditya membantu mengangkat barang-barang ke mobilnya. Stella mengikut dari belakang.
Tidak beberapa lama mereka pun sampai kepada tempat yang dituju. Jauh-jauh hari Stella dan kedua adiknya datang ke tempat ini, dengan rekomendasi dari temannya Jenni.
"Lumayan bagus dan luas. Aku suka suasananya. Oh iya. Kalau kita berumah tangga nanti. Kamu mau tinggal bareng orang tua atau tinggal di rumah sendiri", tanya Aditya ingin tahu.
"Iya, aku juga mikir nya begitu. Takut kamu kenapa-napa. Kamu tidak apa-apa tinggal di apartemen?. Nanti seiring waktu. Aku akan membangun rumah yang bagus untuk kita dan anak-anak kita kelak. Oh iya. Jenny dan Joy juga boleh diajak ikut tinggal bareng-bareng dengan kita, supaya kamu ada yang menemani dan tidak merasa kesepian .
"Baiklah. Itu nanti boleh kita pikirkan lagi. Oh iya. Ayah ingin kamu datang ke rumah, ayah ingin berkenalan dengan kamu. Besok kamu ada waktu?", tanya Aditya.
Stella sejenak terdiam, "Aku memang tidak kemana-mana. Apa tidak terlalu cepat kamu mengajak aku ketemu dengan ayah kamu?", Stella sedikit ragu.
"Tidak dong. Ayah ingin sekali aku membawa kamu ke rumah, dan ingin berkenalan dengan kamu. Kalau kamu mau besok, aku akan memberi tahu ayah, agar ayah juga bisa mengatur waktunya. Akhir-akhir ini ayah juga sibuk banget ke luar kota. Atau dua hari lagi juga tidak apa-apa, terserah kamu saja.
Tetapi lebih cepat lebih baik, karena aku sudah tidak sabar untuk segera memperistri kan kamu", Aditya menggoda Stella, Stella pun mulai memerah pipinya.
Stella jadi salah tingkah, dan segera pergi ke dapur.
__ADS_1
"Dapur dan ruang tamu masih kosong melompong, bagaimana kalau aku menemani kamu untuk membeli peralatan furniture dan perlengkapan memasak", Aditya mengajak Stella, Stella mengangguk, "Kamu yang bayar ya", Stella malu-malu.
"Tenang saja, jelas dong aku yang bayar. Sekarang aku kan sudah kepala rumah tangga disini", Aditya senang dan bangga.
"Iya deh, kamu memang kepala rumah tangga yang baik. Aku memang tidak salah memilih pria baik seperti kamu. Ehh, aku yang memilih kamu, atau kamu yang memilih aku?", Stella mencandai Aditya.
"Aku yang memilih kamu, karena memang aku sangat mencintai kamu", Aditya memeluk erat Stella.
"Maukah kamu berjanji tidak akan meninggalkan aku, Karena ini adalah kali kedua aku sangat dekat dengan wanita. Ibuku adalah wanita pertama, ketika ibu meninggal dunia.
Aku sangat terpukul dan sangat kehilangan sosok ibu. Ibu selalu dekat dan perhatian kepada ku. Ayah tidak bisa memberikan perhatian seperti yang ibu ku berikan.
Ketika kamu begitu telaten dan memberikan perhatian penuh untuk merawat aku. Aku jadi teringat sosok ibu, makanya aku langsung tertarik dan mencintaimu. Kamu mau kan berjanji untuk tidak meninggal kan aku?", Aditya memegang erat tangan Stella.
Stella mengangguk, dan memeluk Aditya, sambil berbisik, "Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu dit", Stella mencium kening Aditya.
*****
Ternyata suruhan Rianti telah mengikuti Aditya hingga ke rumah Stella.
Suruhan Rianti memberitahu kalau Stella tinggal di lingkungan pelacuran.
"Apa kamu yakin kalau Stella tinggal di lingkungannya pelacuran?", tanya Rianti ingin tahu.
"Benar bos, saya tahu daerah ini. Saya sering datang ke daerah ini", suruhan Rianti yakin.
"Baiklah kalau begitu, segera kamu cari tahu, jangan-jangan Stella itu mantan wanita kupu-kupu malam atau ibunya Stella adalah wanita kupu-kupu malam", Rianti memerintahkan suruhannya.
"Baik bos", ucap suruhan Rianti dengan tegas.
__ADS_1
Rianti pun tersenyum bahagia, "Aku akan memberitahu status Stella kepada Juan. Pasti Juan tidak akan setuju dan merestui hubungan Stella dan Aditya. Sehingga aku lebih gampang menyingkirkan Aditya", gumam Rianti senyum-senyum.