
Pernikahan Aditya di gelar hari ini.
Stella tampak cantik dan anggun dengan pakaian putih yang tidak terlalu seksi ala princess, Tetapi cukup terlihat seluruh lekukan tubuh Stella yang indah seperti gitar.
Begitu juga Aditya dengan stelan jas berwarna hitam, Aditya tampak gagah dan ganteng. Wajah nya putih dan bersih serta tidak terlalu gendut. Stella dan Aditya seperti pasangan artis Korea.
Aditya dan Stella begitu bahagia, mereka tidak akan melupakan momen bahagia ini. Maklum pernikahan mereka di rayakan di gedung serbaguna yang sangat mewah.
Juan menjadikan kesempatan pernikahan ini sebagai silaturahmi terhadap para koleganya. Tamu undangan begitu banyak, baik dari kolega Juan dan kolega Aditya sendiri. Datang silih berganti mengucapkan, "Selamat ya Aditya, atas pernikahan nya semoga bahagia dan segera mendapatkan momongan", ucap para tamu undangan silih berganti.
" Amin, Terimakasih", ucap Stella dan Aditya menyalami para tamu undangan, dengan senyum melebar.
Raut wajah cemburu dan cemberut terpancar di wajah Rianti. Bagaimana tidak, ketika perkawinan nya dengan Juan. Juan bahkan pelit sekali melakukan pesta pernikahan yang mewah. Pernikahan nya kala itu dilakukan sangat sederhana.
Acara pengucapan janji pernikahan telah di langsungkan. Aditya dan Stella kini telah sah menjadi suami istri. Baik Adit dan Stella begitu mantap mengucapkan janji setia mereka untuk sehidup semati, baik dalam suka maupun duka. Tidak akan bercerai kalau tidak karena maut yang memisahkan.
Stella terharu tidak pernah membayangkan pernikahan nya semeriah dan semewah ini. Bagaimana tidak, dengan status Stella yang hanya sebagai wanita kupu-kupu malam. Jangankan untuk membayangkan menikah, Stella bahkan tidak dianggap sebagai manusia yang layak. Hanya dianggap sebagai pemuas nafsu sesaat dan selanjutnya dibuang.
Dengan seiring waktu dan bertambahnya usia. Stella nanti akhirnya tidak akan dipakai lagi. Seperti halnya ibunya, Marisa. Dibuang setelah penyakitan dan semua anak-anak yang dilahirkan Marisa terlahir tanpa ayah yang jelas. Stella meneteskan air mata.
Aditya memperhatikan mata Stella yang berkaca-kaca, "Mengapa menangis sayang. Ini momen bahagia kita, tidak ada menyakiti mu disini", tanya Aditya bingung.
__ADS_1
"Aku menangis karena bahagia sayang, terima kasih kamu telah mengangkat derajat hidup ku. Tidak pernah aku membayangkan pesta pernikahan semewah ini. Boro-boro membayangkan untuk menikah. Dengan derajat dan status ku orang-orang memandangku dengan sebelah mata", Stella tidak bisa membendung air matanya.
"Jangan menangis semua manusia sudah mempunyai takdir masing-masing. Mungkin kita memang sudah berjodoh. Jodoh kita yang telah mempertemukan kita. Harusnya kamu bahagia dong, Sudah dong. Nanti Make up mu luntur semua", Aditya membujuk dan mencandai Stella.
Stella akhirnya berusaha pelan-pelan menghapus air mata yang menetes di pipinya.
Satu persatu tamu undangan pulang dan akhirnya resepsi pernikahan pun telah selesai di gelar. Seluruh kado dibawa kekediaman Juan Handoyo dan diletakkan seluruhnya di kamar Aditya dan Stella.
Aditya begitu tidak sabar untuk segera menggeluti Stella istrinya. Aditya mendekati Stella, "Sayang aku sudah tidak sabar nih", Aditya memeluk Stella.
"Bantu dong sayang membuka semua perlengkapan aku ini. Masak iya kita making lovenya dengan sangkul dan kamisol yang begitu ketat", Stella satu persatu melucuti perlengkapan pakaian kebaya yang di pakainya.
Stella dan Aditya selesai melakukan hubungan suami-istri.. Keduanya pun tepar dengan nafas yang masih ngos-ngosan, seperti sedang berlari jarak pendek.
"Sayang, maaf ya. Aku hanya mempunyai 2 hari cuti. Selanjutnya aku akan pergi ke luar kota. Pekerjaan ini tidak bisa ku tolak, sebenarnya aku sudah berusaha menolaknya. Tetapi tidak bisa, perusahaan yang baru di rilis 2 bulan yang lalu ada masalah, jadi aku harus segera menyelesaikan nya.
Sementara waktu selagi aku di luar kota, kamu tinggal di rumah ini dulu. Setelah aku dari luar kota, kita akan tinggal bersama di apartemen aku. Sebenarnya ayah sangat menginginkan kita tinggal di rumah ini, karena ini adalah rumah kita nanti nya.
Tetapi dari dulu, aku prinsipnya tidak mau bergantung kepada ayah. Aku selalu ingin mandiri dan berusaha sendiri. Kalau kita di apartemen kamu langsung kesepian tidak ada yang menemani. Kalau disini kan ada mbok Lasmi yang menjadi teman curhat kamu.
Sekalian kamu belajar dan tanya ke mbok lasmi makanan kesenangan aku apa. Kalau kita sudah di apartemen kamu bisa masakin makanan kesenangan aku nantinya. Tidak apa-apa kan sayang", bujuk Aditya kepada Stella.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang. Kalau memang itu untuk kepentingan pekerjaan kamu. Aku tidak masalah. Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku. Kamu yang fokus aja kerjanya. Hingga masalah pekerjaan mu selesai. Memangnya rencana kamu disana berapa hari sayang?", tanya Stella ingin tahu.
"Paling lama 2-3 hari. Nanti aku kabari deh. Kalau urusannya bisa selesai diatasi mungkin 1-2 hari saja, tetapi bisa juga lebih. Tapi nanti aku kabari deh", Aditya memberitahu.
"Iya sayang. Kamu baik-baik ya di luar kota. Jangan nakal", Stella terpaksa harus menuruti perkataan Aditya. Sebenarnya Stella merasa tidak rela harus ditinggal Aditya padahal mereka baru saja menikah. "Tetapi mau bagaimana lagi, toh ini adalah urusan penting pekerjaan Aditya sendiri", gumam Stella pasrah.
"Tetapi kita masih ada waktu cuti kok 2 hari lagi. Kita bisa pergunakan waktu cuti itu dengan sebaik-baiknya. "Quality time", maksudnya", Aditya menggoda Stella.
"Apaan sih, genit deh", Stella mencubit pipi Aditya manja.
Sesekali tawa mereka terdengar manja. Hingga subuh Aditya dan Stella bercerita dan bercinta. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu cuti ini. Hingga jam 9 pagi Aditya dan Stella terus mengurung diri di kamar, bahkan melewatkan sarapan pagi bersama dengan Juan dan yang lainnya. Tidak ada yang berani membangunkan mereka.
Hingga menjelang makan siang, Aditya dan Stella keluar dan bermaksud untuk makan siang. Aditya dan Stella terlihat senyum-senyum.
"Duh yang baru pengantin baru, bangun sampai siang begini. Lembur ya, berapa ronde semalam?", tanya mbok Lasmi mencandai Aditya.
"Iya dong mbok. Harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya. Karna Aditya akan ke luar kota 2 hari lagi. Titip Stella ya mbok. Mbok harus jaga dan penuhi kebutuhan Stella mana tahu ada yang diinginkan nya. Kali aja Stella langsung ngidam, Aditya sudah tidak sabar mbok. Ingin segera mempunyai anak", Aditya memberitahu.
"Beres dit, serahkan semua pada mbok. Mudah-mudahan ya dit, Stella langsung dapat momongan. Mbok juga tidak sabar ingin menggendong Adit junior. Kangen mbok, ngendong anak kecil", mbok Lasmi bercerita momen ketika mengasuh Aditya ketika masih kecil dulu.
"Amin mbok. Mbok harus perhatikan menu makanan Stella ya. Jangan biarkan Stella makan sedikit mbok. Kali aja Stella malah ingin diet. Nggak boleh ya mbok, marahin Stella kalau makan nya sedikit", Aditya tegas mengingatkan mbok Lasmi. Stella hanya senyam-senyum sesekali mencubit pinggang Aditya, karena terus meledek nya.
__ADS_1