Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#55. Aditya belum ada kabar


__ADS_3

Rico bingung dan heran atas pernyataan Stella yang mengatakan kalau Aditya tadi berangkat dari rumah untuk pergi ke kantor. Kenyataannya Aditya tidak ada tiba di kantor.


Rico merasa yakin kalau Aditya memang tidak ada masuk kantor hari ini. Karena 1 harian ini memang Rico tidak ada bertemu atau sekedar berpapasan dengan Aditya


"Apakah Aditya menyembunyikan sesuatu dari ku?", pikir Rico penasaran.


"Tidak mungkin, Aditya sudah menganggap aku sebagai saudara sendiri. Biasanya kalau ada masalah Aditya pasti akan cerita", Rico semakin penasaran.


"Baiklah aku akan mencari tahu, kemana Aditya sebenarnya. Aku akan bertanya kepada polisi apakah ada kecelakaan lalulintas di jalan raya", pikir Rico mencari tahu ke kantor polisi setempat.


Ternyata setelah melapor ke kantor polisi tidak ada korban kecelakaan atas nama Aditya, begitu juga ke seluruh rumah sakit di kota tersebut. Tidak ada pasien korban kecelakaan yang bernama Aditya.


"Aduh Aditya, kamu kemana sih. Aku sudah lelah sekali mencari kamu. Kasihan istri dan anakmu. Mengapa kamu pergi tidak bilang-bilang", Rico bingung Aditya entah kemana perginya.


"Kemana lagi aku mencarimu Aditya. Aku seperti mencari anak yang hilang ini sepertinya. Mungkin aku harus membuat pengumuman dan laporan ke kantor polisi mengenai orang hilang", pikir Rico dalam hati.


"Tetapi aku harus membuat laporan ke kantor Polisi mengenai orang hilang itu. Dengan syarat korban harus hilang selama 1x24 jam. secara Aditya baru menghilang 8 jam yang lalu.


Baiklah aku tunggu besok saja. Mungkin saja Aditya kembali malam ini. Dan sedang pergi ke rumah ayahnya, tanpa memberitahu Stella", pikir Rico menambahi.


*****


Stella ingin bertanya kepada Juan dan Julia, apakah Aditya ada mampir ke rumah mereka.


Pikir Stella, Mungkin saja Aditya ada urusan mendadak ingin mampir ke rumah Juan, sehingga lupa memberi tahu. Stella menghubungi Juan lewat telepon.


"Yah, Stella mau tanya. Apakah Aditya sekarang berada di rumah ayah?", sebenarnya Stella merasa ragu, karena biasanya juga Aditya pasti memberitahu kalau bakal mampir ke rumah ayah. "Tetapi untuk lebih memastikan apa salahnya di tanya", pikir Stella dalam hati.

__ADS_1


"Aditya tidak ada mampir ke rumah stell!", ucap Juan menyakinkan Stella.


"Memang nya kenapa stell, tumben sekali kamu menanyakan aditya. Bukannya dia selalu mengabari kamu kemana dia pergi?", Juan bingung.


"Iya ayah, Aditya memang selalu permisi kalau bakal ada pergi ke suatu tempat. Stella hanya ingin memastikan keberadaan Aditya ayah.


Tadi pagi Aditya berangkat dari rumah ingin pergi ke kantor. Tetapi kata Rico, Aditya tidak masuk kantor hari ini. Sampai sekarang pun Aditya belum tiba di rumah.


Stella pikir apa mungkin Aditya mampir ke rumah ayah, karena ada urusan yang tiba-tiba dan sangat mendadak", Stella memberitahu keadaan sebenarnya kalau Aditya sedang tidak bersama Stella saat ini.


"Aduh, kemana Aditya ya, satu harian ini Aditya memang tidak ada ke rumah stella. Apa kalian tidak ada cekcok, masalah atau perselisihan yang membuat Aditya harus sejenak merenungkan diri ke suatu tempat mungkin!", Juan mencoba menerka-nerka kemungkinan Aditya menghilang sesaat.


"Kami baik-baik saja ayah!. Bahkan sangat baik. Terakhir Aditya juga memberi hadiah kepada Gibran. Dan keesokan harinya juga pergi ke kantor juga baik-baik saja. Tetapi kemarin itu Stella sudah mempunyai firasat yang tidak enak.


Ketika Stella mencoba menghubungi Aditya setelah kira-kira beberapa jam setelah berangkat ke kantor. Handphone Aditya tidak aktif ayah, aditya sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang", Stella memberitahu.


"Baiklah nanti ayah pun akan mencari tahu atau menanyakan kepada teman Aditya yang ayah kenal, kalau Aditya ada menghubungi ayah akan ayah beritahu ya Stella. Sekarang kamu fokus jaga Gibran dan kesehatan kamu.


Stella terus saja menangis bingung mengapa Aditya tiba-tiba menghilang. Padahal Aditya dan Stella tidak ada cekcok, tidak ada masalah. "Tidak mungkin Aditya pergi begitu saja meninggalkan aku dan Gibran tanpa memberitahu", pikir Stella dalam hati.


Bermaksud untuk menenangkan pikiran dan jiwanya. Stella masuk ke kamarnya untuk berdoa. Sujud menyembah memohon petunjuk kepada Sang Kuasa, berharap Aditya baik-baik saja. Dan dilindung dari orang-orang jahat.


"Ya Tuhan. Hanya kepada Mu kami mengadu dan berserah. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada suami hamba.


Hamba mohon ya Tuhan Lindungilah suami hamba. Kalau suami hamba sudah meninggal dunia, tunjukkan lah jasadnya. Tetapi kalau suami hamba masih hidup, dan terkendala sesuatu. Lindungi dan jagailah dia, jauhkanlah dari perbuatan jahat orang lain. Izinkanlah kami bertemu kembali Ya Tuhan.


Ingatkan suami hamba bila dia, ingin bermaksud untuk menikah dan mencari perempuan lain sebagai istrinya. Ingatkan dia kalau sudah mempunyai istri dan anak yang selalu merindukan dan mendoakan nya. Terimalah doa hamba ini ya Tuhan. Amin.

__ADS_1


Air matanya terus saja mengalir di pipinya. Kesedihannya tidak terbendung. Tiba-tiba Gibran terbangun dari tidurnya mendengar suara Isak tangis Stella.


"Mama... mama", Gibran teriak mencari-cari sosok Stella yang tidak ada di tempat tidur. Ternyata Stella duduk di lantai kamar. Gibran turun dari ranjang menghampiri Stella.


"Mama...Mengapa mama menangis. Ayah mana ma...kenapa belum pulang?", tanya Gibran sambil menghapus air mata Stella.


"Ayah belum pulang nak, mungkin ayah banyak pekerjaan di kantor. Mama lagi berdoa tadi. Dan ketika berdoa tidak sengaja ibu menangis ketika minta ampun dan mencurahkan isi hati mama kepada Tuhan", stella berusaha memberi alasan yang masuk akal kepada Gibran.


"Sudah ma... jangan menangis lagi. Kalau mama menangis. Gibran jadi ikut sedih. Mama harus tetap tersenyum supaya mama terlihat cantik", Gibran menyemangati Stella. Stella pun hanya bisa tersenyum dan memeluk Gibran dengan erat.


Kalau tidak ada Gibran, mungkin stella sudah hampir putus asa. Gibran lah penyemangat Stella, yang membuat Stella masih tetap bersemangat hidup sampai sekarang.


Tiba-tiba ada suara pintu diketuk, mbok Lasmi pun segera berlari membukakan pintu. Melihat Rico datang berkunjung lantas mbok Lasmi langsung memberi tahu kepada Stella.


tok...tok .tok..


"Nak Stella...nak Stella ada pak Rico!", mbok Lasmi memberitahu sambil mengetuk pintu.


Stella pun langsung membukakan pintu. Keluar menghampiri Rico diikuti oleh Gibran dari belakang.


"Om Rico", teriak Gibran sambil memeluk Rico. Rico pun spontan membalas pelukan Rico. Hubungan Rico dan Gibran memang dekat, karena Rico juga menganggap Gibran sebagai anaknya.


"Stell, aku sudah menghubungi dan mendatangi polisi dan rumah sakit. Mencari tahu apakah ada korban kecelakaan atas nama Aditya. Tetapi semua menyatakan tidak ada laporan kecelakaan atas nama Aditya", Rico memberi tahu.


"Tetapi kamu jangan patah semangat. Aku akan tetap mencari tahu dimana Aditya sekarang. Kamu berdoa dan tetap semangat ya. Jaga diri baik-baik, pikirkan juga kesehatan mu dan kesehatan Gibran. Semoga Aditya cepat ditemukan", Rico memberi semangat.


"Aku hanya memberitahukan kabar ini. Kalau ada kabar lain aku akan memberitahukan kamu. Oh iya. Kalau kamu butuh bantuan atau perlu sesuatu jangan segan-segan ya minta pertolongan aku", Rico menambahi.

__ADS_1


"Aku pamit dulu ya", Rico pamit untuk pulang.


"Terimakasih Rico atas support dan bantuan kamu", Stella mengantar Rico sampai pintu gerbang.


__ADS_2