Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#53. Aditya lupa ingatan.


__ADS_3

Begitu mendapat kan perawatan di rumah sakit. Ternyata Anggi hanya mendapatkan luka memar saja. Anggi teringat kejadian yang menimpanya, "Aditya, tadi aku bersama satu mobil bersama Aditya", pikir Anggi dalam hati.


Anggi lantas bangun dari ranjang nya dan segera turun dan mencari keberadaan Aditya. Kebetulan ada dokter yang sedang lewat.


"Dok, tadi laki-laki yang kecelakaan bersama dengan saya. Sekarang berada di mana dok?", tanya Anggi ingin tahu.


"Oh iya, ibu siapa nya pasien?, karena ibu bersama dengan pasien. Kami tidak menghubungi pihak keluarganya. Kami pikir ibu adalah istrinya. Kami menunggu ibu sadarkan diri, karena ibu tidak mengalami luka berat.


Ibu tidak sadarkan diri mungkin karena merasa shock atas kecelakaan yang terjadi", dokter memberitahu. Tadinya Anggi bingung harus menjawab apa atas pertanyaan dokter. Tetapi karena dokter tersebut sudah mengira istrinya. Maka Anggi pun menggunakan kesempatan ini. Agar pihak rumah sakit tidak memberitahu kan kepada Stella tentang keberadaan Aditya.


"Iya dok, saya adalah istri pasien. Dimana suami saya berada sekarang dok?", Anggi ingin tahu.


"Pasien sedang di ruang sebelah sedang mendapatkan perawatan. Berdasarkan pemeriksaan sepertinya suami ibu sedang mengalami luka ingatan sementara atau yang disebabkan amnesia.


Karena benturan yang dialami di kepalanya. Untunglah pasien tidak mengalami luka yang serius", dokter menjelaskan kondisi Aditya.


"Apa dok, maksud nya gimana dok?", Anggi tidak paham maksud arah pembicaraan dokter.


"Begini Bu, sementara suami ibu lupa akan siapa dirinya. Cobalah menceritakan pelan-pelan siapa dirinya. Karena pasien pasti bingung dan panik tidak bisa mengingat apa-apa", dokter menceritakan kondisi Aditya.


"Apa Aditya tidak ingat siapa dirinya?", gumam Anggi terkejut tetapi ide di otaknya langsung bermunculan.


"Bagus deh, aku akan memberitahu kepada Aditya kalau aku adalah istrinya. Aditya saat ini pasti tidak akan mengenal Stella dan keluarga. Aku akan membawa Aditya hidup bersama ku. Aku tidak akan memberitahu Stella tentang keberadaan Aditya", pikir Anggi mendapatkan ide yang sangat brilian.


"Rezeki memang tidak kemana, ternyata seluruh jalannya dilancarkan dan aku dengan mudah mendapatkan Aditya. Tanpa harus ribut-ribut dengan Stella", gumam Anggi penuh kemenangan sambil senyum-senyum sendiri.


Anggi pun langsung menghampiri Aditya di kamar sebelah. Aditya sudah sadarkan diri, tetapi dalam Kondisi sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya. Tadi Aditya sudah menanyakan suster yang merawatnya siapa dirinya. perawat itu menyatakan kalau Aditya mengalami kecelakaan bersama istri dan istri Aditya sedang di rawat di ruang sebelah.


Mungkin Aditya bingung memikirkan perkataan suster tersebut.


Anggi langsung menghampiri Aditya dan langsung memeluknya.


"Sayang, syukurlah kamu sudah sadarkan diri. Tadinya aku sangat khawatir atas kondisi kamu. Syukurlah ternyata kamu tidak mengalami luka yang berat", Anggi memeluk Aditya dengan erat. Aditya hanya diam tidak memberikan respon, Aditya merasa aneh dan tidak mengenal Anggi sedikitpun.

__ADS_1


"Sayang mengapa kamu tidak mengingat aku. Aku adalah Anggi istri kamu. Dan kamu adalah Raka suamiku", Anggi berbohong mengenai identitas Aditya. Aditya hanya bingung.


"Raka, apakah namaku Raka?", tanya Aditya mencoba memasukkan satu persatu memori dalam otaknya.


"Iya sayang nama kamu adalah Raka. Kalau kamu sudah merasa baikan. Bagaimana kalau kita pulang sekarang ke rumah?", Anggi ingin cepat-cepat pulang, takut Stella akan mencari tahu keberadaan Aditya di seluruh rumah sakit di kota ini.


"Iya aku sudah merasa baikan sekarang. Baiklah kita pulang saja. Aku pun merasa asing dan bosan terus rebahan di tempat tidur", Aditya setuju usul Anggi.


"Sebentar aku akan mengurus administrasi dulu ya sayang. Setelah selesai aku akan menjemput kamu. Kamu tidak usah kemana-mana. Nanti kamu malah nyasar. Tunggu saja disini, aku akan segera kembali kesini untuk menjemput kamu. Dan kita akan pulang ke rumah bersama-sama", Anggi mengingatkan Aditya. dan langsung meninggalkan Aditya menuju ruang resepsionis.


Anggi melaporkan nama dirinya adalah atas nama Anggi dan Raka. untuk pengisian berkas nama pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut.


Anggi pun selesai dan diperbolehkan untuk pulang. Anggi buru-buru keruangan Aditya untuk segera membawanya pulang ke rumahnya.


"Sayang aku sudah selesai mengurusnya, sekarang kita pulang ya", Anggi merangkul tangan Aditya keluar ruangan.


Sebelumnya di rumah Anggi sudah memberitahu pembantunya, mengenai maksud jahat Anggi agar mengakui Aditya adalah Raka, Raka adalah suami Anggi.


Supir Anggi juga di beritahu, dan Anggi menyuruh supirnya untuk datang menjemput Anggi di rumah sakit Harapan Jaya.


"Baik Bu", ucapnya mantap.


Aditya dan Anggi hanya diam selama dalam perjalanan.


Tidak beberapa lama. Mereka tiba di rumah Anggi. Aditya hanya memandang bingung tidak berkata-kata.


Bi Inah datang menghampiri "Selamat datang pak Raka, Bu", ucap Bi Inah sambil mengambil tas yang ada di genggaman Anggi.


"Siapa itu?", tanya Aditya bingung.


"Oh itu, itu adalah Bi Inah pembantu kita di rumah ini. Ini adalah rumah kita", Anggi menjelaskan sedikit demi sedikit.


Aditya hanya mengangguk-angguk mempercayai semua perkataan Anggi. Dalam hati Aditya sedikit demi sedikit mempercayai kalau benar Anggi adalah istinya.

__ADS_1


"Bi, cepat masakin makanan kesukaan pak Raka ya", perintah Anggi kepada Bu Inah.


"Baik Bu", balas Bi Inah, lansung berlari ke arah dapur.


"Memangnya, apa masakan kesukaan ku?", tanya Aditya bingung.


"Sayang, makanan kesukaan kamu pun kamu tidak ingat juga?", ucap Anggi sedikit meledek. Aditya hanya menggeleng.


"Makanan kesukaan kamu itu, ikan nila goreng dengan sayur kangkung tumis dengan cumi atau udang", ucap Anggi mantap. Aditya hanya diam, dia merasakan sakit pada kepalanya.


"Sayang sebentar aku rebahan dulu, dimana kamar kita", Aditya ingin rebahan karena merasa tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan sakit.


"Oh itu kamar kita sayang", Anggi menunjuk ke arah kamar. Dan langsung menuntun Aditya langsung masuk kamar.


"Sayang boleh kah kamu meninggalkan aku sebentar disini, aku ingin sendiri dan tidak ingin diganggu", Aditya mengusir Anggi.


"Oh baiklah. sebentar lagi aku akan datang menemuimu", ucap Anggi langsung meninggalkan Aditya sendiri di kamar.


Di ruang lain, Anggi buru-buru memesan kepada pihak galeri lukisan untuk membuat gambar pernikahan Aditya dan Anggi yang sedang memakai baju pernikahan. Semua editan dari pihak galeri. Anggi hanya memberikan foto Aditya dan foto Anggi.


"Anggi akan mengelabui Aditya dengan menunjukkan foto-foto pernikahan mereka, sehingga Aditya tidak merasa ragu-ragu lagi bahwa dirinya adalah.memang istri Aditya", gumam Anggi berencana.


Bermaksud ingin mengajak Aditya makan siang, Anggi datang menghampiri Aditya.


"Sayang mari kita makan, mungkin kamu sudah merasa lapar", ajak Anggi yang melihat Aditya duduk termenung sambil melihat kesekeliling kamar Anggi.


"Sayang mengapa dirumah ini tidak ada foto pernikahan kita?", tanya Aditya ingin tahu. Anggi sudah mengantisipasi pertanyaan Aditya dan segera menjawabnya tanpa gugup.


"Sayang, selama ini kita tinggal di luar negeri dan baru datang ke Indonesia baru sebulan yang lalu. Jadi kita belum bisa membenahi apa yang perlu untuk dipajang di rumah ini", Anggi memberi alasan.


"Oh begitu ya. Oh iya. Apakah aku tidak mempunyai keluarga, atau kamu tidak mempunyai keluarga?", Aditya mencoba mencari jati dirinya.


"Kamu sudah kehilangan ayah setahun yang lalu, tetapi ibu kamu meninggal dunia sejak kamu masih duduk di bangku SMP kelas VII. Sedangkan orangtua ku keduanya tinggal di luar negeri", Anggi memberi penjelasan palsu.

__ADS_1


"Sudah dong, bertanya nya. Aku sudah lapar nih. Kita makan saja dulu ya. Atau setelah makan kita jalan-jalan ke mall supaya kamu banyak mengetahui mengenai dunia luar", Anggi mengajak Aditya keluar dari kamar menuju meja makan. Aditya pun hanya mengikut saja dari belakang.


__ADS_2