Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#36. Aditya dan Stella menempati rumah baru


__ADS_3

Hari ini Stella dan Aditya pindah rumah ke tempat yang baru. Jenny dan Joy menemani untuk mengangkat barang-barang.


Tidak banyak barang yang dibawa. Hanya beberapa tas tempat pakaian, perlengkapan masak dan perabot rumah tangga. Hanya berupa tempat tidur, sofa serta tv. Aditya pun menyewa pick up kecil dan ternyata cukup dan hanya sekali bawa saja.


Mereka pun sampai di rumah baru.


"Wah rumahnya keren, luas dan asri. Nyaman sekali tinggal disini", Joy memberikan pendapat.


"Kamu boleh tinggal disini", Stella meyakinkan Joy.


"Tetapi lokasi ini jauh sekali dari tempat kerjaku", Joy merasa kesal.


"Kalau Joy berangkat kerja dari sini, bisa langsung di PHK dianya. Karena terus terlambat. Tinggal di apartemen saja, yang tinggal jalan kaki. Joy selalu terlambat kok, apalagi yang jauh kayak gini", Jenny mengejek adiknya Joy.


"Apaan sih kak, membuka kedok ku saja", Joy cemberut jenny membeber kan kebiasaan buruknya.


"Ihh kamu Joy dari dulu sampai sekarang belum berubah juga. Masih saja susah bangun. Padahal kamu itu bakalan jadi ibu nantinya, bagaimana anak dan suami kamu nanti setelah kamu berumah tangga, bisa-bisa tidak sarapan setiap hari.


Karena kamu bangunnya telat terus. Sebaiknya kamu harus merubah sifat buruk kamu itu", Stella menasihati Joy. Joy pun hanya diam saja. Kalau Stella sudah menasihati, maka siapa pun tidak berani membantah. Joy mengulangi kebiasaan nya karena jauh dari Stella. Tidak ada Stella yang memarahinya setiap hari.


"Iya kak", jawab Joy hampir tidak kedengaran.


"Makanan sudah selesai di sajikan Bu, sekarang kita boleh makan", ajak mbok lasmi.


"Lho cepat banget mbok selesai masak nya", jenny dan Joy serentak bertanya karena bingung.


"Masakan ini dipesan secara online neng, ibu yang suruh. Mbok hanya menyajikan di meja makan saja", mbok Lasmi memberitahu.


"Oh tak kiraain baru dimasak. Makanya kita sempat bingung", semua sontak tersenyum.


"Wah, makan enak nih", Joy dan Jenni nyerocos.


"Iya, karena kita semua telah berkumpul sekarang disini. Tidak salah kita makan enak dan makan bersama. Sekalian kita mendoakan. Semoga kita yang tinggal di rumah ini sehat-sehat, dilancarkan dan dimudahkan rezekinya, dan dijauhkan dari segala kesialan dan marabahaya. Dan yang terpenting setelah tinggal di rumah ini kakak segera diberikan momongan. Semoga rumah ini membawa berkah ya" ucap Stella berharap.


"Amin", ucap Aditya, Jenny, Joy dan mbok Lasmi secara serentak.

__ADS_1


"Tapi kak, kalau cepat dapat momongan, usaha dan kerja keras nya harus setiap malam dong", jenny mencandai kakaknya.


"Cie..cie .cieee. Ternyata adik kakak sudah pintar ya, ngomongnya", Stella balik membalas.


Semua langsung serentak tertawa terbahak-bahak.


Makanan yang mereka pesan dengan secepat kilat langsung habis tidak tersisa. Kegembiraan mereka sungguh tergambar dari kebersamaan keluarga yang senantiasa kompak dan selalu dihiasi tawa dan canda.


****


Tiga hari sudah mereka tinggal di rumah baru, canda tawa, dan kegirangan menyelimuti mereka. Pak Tio pun dipanggil serta, karena di rumah baru. Pekarangan dan tamannya sangat luas.


"Syukur ya Tuhan, keluarga ini bisa bersatu kembali, sejak lama saya tidak merasa kan kebahagiaan di tengah-tengah keluarga majikan. Stelah kematian Liana.


Bersyukur banget Aditya bisa pulih kembali. Nak Stella memang orangnya tulus dan baik. Untung saja ada Stella yang merawat Aditya hingga bisa pulih kembali", gumam mbok Lasmi dalam hati penuh haru.


***


Percakapan Aditya dan Stella di dalam kamar mereka


"Diungkap dong sayang, enak saja Rianti merajalela dan enak-enakan menikmati jerih payah ayah, termasuk telah membuat kita tertekan dan bahkan telah membuat kita kehilangan anak kita. Sebelum membongkar semua kejahatan ayah, terlebih dahulu aku ingin mencari keberadaan ayah. Aku juga tidak tahu dimana ayah", Aditya geram.


"Bagaimana dan kapan kamu akan mengungkapkan nya, Sayang", Stella ingin tahu.


"Kita tunggu saat yang tepat, bila ayah kutemukan aku segera membongkar semua kejahatan Rianti. Besok aku akan mencari ayah ke perusahaannya dan bertanya kepada karyawan yang bekerja di perusahaan itu. Tidak usah khawatir sayang, aku sudah mengantongi bukti kejahatan Rianti. Semua ada terekam di cctv baik secara gambar atau audio", Aditya menyakinkan Stella.


"Iya sayang, kita fokus saja dulu mencari ayah. Bersama ayah kita bongkar kejahatan Rianti", Stella mendukung Aditya.


"Baiklah kalau begitu sayang, aku selalu support apa yang kamu kerjakan. Aku hanya bisa mendoakan, agar semua yang kamu kerjakan berhasil dengan baik", Stella menambahi.


"Sudah larut nih, kita bobok yu", Aditya langsung menarik selimutnya. Kini Stella dan Aditya tertutup dalam satu selimut dan bergelut dalam kemesraan sambil berbisik.


"Sekarang kita buat dedek ya sayang", Aditya berbisik. Stella pun hanya manggut-manggut ikut meladeni dan menikmati malam indah mereka.


****

__ADS_1


Keesokan harinya.


"Aku mau ke kantor sayang, sudah lama rasanya tidak ke kantor", Aditya pamit.


"Iya sayang, hati-hati di jalan ya, jangan ngebut, tetap fokus dan konsentrasi dalam berkendara", Stella menasihati Aditya dan langsung mencium tangan Aditya, mendoakan dalam hatinya agar suaminya lancar dan selamat diperjalanan dan dalam melakukan segala pekerjaan nya.


****


"Hai Rico", sapa Aditya di ruangan Rico.


"Hai dit, gimana kabar kamu. Senang deh kamu bisa kumpul lagi. Gimana ceritanya kamu tidak kelihatan selama ini, malah kamu dibilang ibu tiri mu berada di rumah sakit jiwa", tanya Rico ingin tahu.


"Iya Rico, ceritanya panjang. Memang aku berada di rumah sakit selama hampir 3 bulan lebih. Tetapi aku bisa masuk rumah sakit adalah konspirasi dari ibu tiri ku. Ibu tiriku sengaja mengusir Stella dan mengatakan kalau Stella pergi dengan pria lain.


Karena frustasi akupun sedih dan mengurung diri, merasa stella telah mengkhianati cinta suci kami. Agar aku benar-benar sakit jiwa, Rianti memberi obat terlarang ke dalam minuman ku, sehingga membuat aku semakin depresi, marah dan berhalusinasi.


Akupun dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa. Untung Stella datang mencari ku, dan merawatku. Akhirnya aku sembuh seperti sekarang ini", Aditya menceritakan semua kisah hidupnya.


"Jahat dan kejam sekali ibu tirinya adit, mengapa dia melakukan semua kejahatan itu?", Rico ingin tahu.


"Untuk mengambil alih semua kekayaan ayah", Aditya memberitahu.


"Apa, selain ibu tirimu kejam, ternyata ibu tiri mu serakah", Rico geram.


"Terus apa yang akan kamu lakukan, apa kah kamu akan membongkar semua kejahatan ibu tiri mu?", Rico ingin tahu.


"Iya, tetapi aku ingin mencari terlebih dahulu keberadaan ayah, kata pegawai di rumah. Ayah juga diusir oleh ibu tiriku", Aditya memberitahu.


"Apa, benar-benar ya ibu tirimu serakah", Rico sangat kesal.


"Apa kamu pernah melihat ayahku?", tanya Aditya.


"Pernah aku sekali melihatnya makan bersama dengan seorang perempuan, kayak bukan ibu tiri kamu deh kala itu", Rico memberitahu.


"Baiklah terimakasih atas info kamu Rico, aku mau mencari ayah di perusahaan nya, dan bertanya kepada pegawai disana", Aditya memberitahu rencananya.

__ADS_1


"Aku mendoakan semoga kamu cepat menemukan ayahmu ya dit, agar kalian bisa membongkar semua kejahatan Rianti", Rico memberikannya dukungan dan support kepada Aditya.


__ADS_2