
"Nak Bram, kamu tunggulah di ruangan ku lebih dulu. Aku akan pergi meeting sebentar," ucap tuan Bisma.
"Baik, Ayah."
Bram pun duduk di sofa yang sudah disediakan untuk tamu. Ia melihat di sekitar sekeliling ruang kerja mertua nya yang tampak begitu mewah, ia pun seketika kembali teringat dengan masa lalu nya tapi Bram sama sekali tidak menginginkan kehidupan yang seperti dulu karena ia rasa kehidupan yang dulu benar-benar sangat menyakitkan untuk dirinya. Namun, saat Bram begitu asik melamun tiba-tiba saja ia mendengar sebuah ketukan pintu dari luar, ia pun segera membuka pintu nya. Tapi, beberapa saat kemudian laki-laki itu terdiam kaku di tempat.
"Mas Bram?!" Seorang gadis cantik berdiri di depan Bram dengan raut wajah yang terkejut dan sekaligus berubah menjadi dingin.
"Apa yang kau lakukan kemari?!" tanya Bram dengan dingin.
"Aku menjadi sekertaris di perusahaan ini. Lalu, Mas Bram?"
"Kau tidak perlu tahu!"
Bram melihat raut wajah mantan istri nya saat melihat kehadiran nya benar-benar terlihat biasa-biasa saja. Bram yakin, mantan istri nya itu sudah mengetahui dirinya telah keluar dari penjara. Sifat istri nya yang selalu ingin tahu, jelas membuat Bram tidak perlu dipertanyakan lagi sehingga Bram juga tidak perlu bingung lagi akan hal itu.
"Mas Bram, bagaimana kabar mu sekarang? Aku sangat merindukan mu!" ucap Melisa yang berniat ingin memeluk laki-laki itu. Tapi, sayangnya, Bram dengan cepat menghindar bahkan laki-laki itu memperlihatkan sikap tidak suka terhadap mantan istri nya itu secara terang-terangan.
"Kau pikir aku bodoh? Tentu saja tidak! Melisa!" gumam Bram dalam hati nya, sikap Melisa yang terlihat ingin mendekati nya membuat Bram curiga bahwa mantan istri nya itu memiliki sebuah tujuan lain lagi terhadap nya.
"Bram, ak—" ucap Melisa terpotong saat tidak sengaja melihat tuan Bisma datang menghampiri mereka berdua.
"Nak Bram, apa kau mengenal nya?" tanya tuan Bisma.
"Hem, benar, Ayah."
"Ayah?!"
Melisa terlihat kebingungan saat mendengar Bram memanggil bos nya dengan sebutan 'ayah'. Ia pun semakin penasaran hubungan yang seperti apa dimiliki antar bos nya dengan mantan suami nya itu.
Tuan Bisma berniat menjelaskan nya kepada Melisa. Tapi, Bram malah menghentikan nya dan malah mengajak mertua nya untuk segera masuk kedalam, sedangkan Melisa tentunya tidak bisa masuk dengan semaunya terkecuali atas permintaan atasan nya sehingga rasa penasaran nya sama sekali tidak dapat ia temukan jawabannya.
__ADS_1
"Nak, apakah ada sesuatu?"
"Wanita itu terlalu penasaran, aku tidak terlalu menyukai nya!"
"Mantan istri mu, aku tahu sosok wanita itu seperti apa?!"
"Ayah, tahu tentang dia dan aku?"
"Tentu saja!" jawab tuan Bisma dengan begitu santai, saat melihat menantu dan sekertaris nya terlihat begitu serius ketika berbincang tuan Bisma sama sekali tidak terkejut akan hal itu karena ia sendiri tentunya telah menyelidiki semuanya sebelum Bram telah sah menjadi suami anak nya.
"Kenapa Ayah memberikan nya pekerjaan? Bukankah Ayah tahu juga bagaimana hubungan kami sebelum nya seperti?!"
"Wanita itu datang melamar di perusahaan ini. Dia pikir aku tidak tahu apa-apa tentang nya, bahkan ia jelas memiliki cukup banyak uang tapi malah bekerja sebagai sekertaris ku dan itu sudah jelas bahwa wanita itu memiliki sebuah tujuan, bukan hanya kepada mu melainkan kepada ku juga!" jelas tuan Bisma.
"Apa Ayah memiliki suatu rencana?!" tanya Bram.
"Ten—" ucap tuan Bisma terpotong saat melihat menantu nya memberikan sebuah kode untuk segera menutup mulutnya supaya berhenti berbicara.
Bram masih belum menjawab pertanyaan mertua nya. Ia malah menuju ke arah tanaman bunga yang terlihat begitu mencurigakan di mata nya, sedangkan tuan Bisma sendiri semakin penasaran apa yang sedang dilakukan oleh menantu nya saat ini. Dan tiba-tiba, tuan Bisma dikejutkan dengan sebuah benda yang di perlihatkan oleh Bram untuk nya, benda tersebut jelas tuan Bisma tahu.
"Penyadap suara!?" gumam tuan Bisma yang tak percaya akan hal itu.
"Sialan! Siapa yang melakukan hal ini?!" ucap tuan Bisma dengan kesal.
"Aku rasa alat ini telah rusak di makan tikus!" jelas Bisma memperlihatkan kerusakan alat tersebut kepada ayah mertua nya.
"Benarkah?!" Tuan Bisma terlihat bersemangat saat mendengar ucapan menantu nya itu untuk memastikan nya, ia sampai meminta Bram memberikan alat itu kepada nya dan ia ingin melihat sendiri apakah alat itu benar-benar rusak atau tidak karena jika alat itu telah bekerja dengan sangat baik selama ini mungkin semua rahasia yang telah ia bicarakan kepada kepercayaan nya jelas sudah diketahui para musuh nya.
"Aku ingin tahu sejak kapan alat ini berada disini?!"
"Ayah, bisa mengecek nya di rekaman CCTV saja dan melihat siapa yang telah memasang alat ini!"
__ADS_1
"Kau benar, Nak. Aku akan mengecek nya dan kau juga harus ikut melihat nya!" ajak Tuan Bisma.
Bram yang juga penasaran, tentunya dengan cepat mengikuti apa yang diperintahkan oleh mertua nya itu. Kedua orang itu pun langsung saja membuka laptop untuk melihat hasil rekaman CCTV. Dan kedua laki-laki itu tidak bisa membayangkan bahwa yang melakukan hal itu adalah Melisa mantan istri Bram sendiri. Rupanya wanita itu benar-benar sudah menjalankan rencana nya lebih dulu dari mereka tapi untung mereka dengan cepat menyadari hal itu semua.
"Untung saja hari kemarin aku tidak ada di kantor," jelas tuan Bisma merasa lega karena alat itu telah rusak saat tidak berhasil mendapatkan informasi dari nya.
"Ayah Martua, setelah ini apa yang ingin Ayah lakukan kepada wanita itu?"
"Tentu saja Ayah akan memberikan nya sedikit pelajaran!" jelas tuan Bisma.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, terlihat Serena sangat menantikan kehadiran suami nya pulang dari kantor. Dari tadi gadis itu tidak sabar suami nya tiba di rumah karena saat ini dirinya benar-benar merasa sangat kesepian. Sedangkan Desta bersama dengan kekasihnya terus bermesraan di ruang tamu, hingga Serena yang melihat nya merasa sangat jijik. Apa lagi ibu tiri nya sama sekali tidak menegur adik nya itu dan hanya acuh saja, padahal apa yang dilakukan oleh Desta bersama kekasih nya itu benar-benar sangat tidak pantas apa lagi di tempat terbuka seperti itu akan sangat memalukan.
"Sayang, kenapa kau tidak mengajaknya untuk berkumpul bersama dengan kita disini?!" tanya Marvel.
"Untuk apa? Aku rasa itu tidak penting!"
"Baiklah, bagaimana jika kamu membutuhkan ku minuman terlebih dahulu. Rasanya aku sangat ingin minum yang segar-segar dan manis."
"Emh, memangnya Sayang ingin minum apa?"
"Jus jeruk saja, lebih praktis."
"Baiklah, aku akan membuat nya terlebih dahulu," jelas Desta yang langsung saja pergi ke dapur.
Sedangkan Marvel terlihat tersenyum licik ke arah Serena. Wanita itu yang menyadari bahwa Marvel ingin menghampiri dirinya, seketika langsung saja pergi menuju ke kamar nya namun sayangnya Marvel dengan cepat mengejar wanita itu.
"Kau ingin kemana? Ingin kabur?"
"Lepaskan!" ucap Serena dengan kesal tapi Marvel malah tertawa mengejek.
__ADS_1