Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Naik Pitam


__ADS_3

"Sa——Sayang, aku menemukan ini di sampah kamar mandi. Apa ini milik mu?" tanya Bram sambil memperlihatkan sebuah alat tespek kepada Serena.


"Hem."


"La-Lalu hasilnya?" Bram terlihat bergemetar takut karena jika Serena benar-benar sedang hamil, ia tentunya tidak akan bisa melupakan semua kejadian yang telah ia lakukan kepada istri nya pada hari kemarin.


"Sudah jelas itu garis dia, Mas."


"Hamil?"


"Hem."


Saat mengetahui Serena hamil, Bram sama sekali tidak berteriak kegirangan seperti laki-laki lainnya. Justru laki-laki terlihat seketika lemas tidak berdaya, bahkan kedua lutut nya sudah tidak mampu lagi untuk menopang dirinya berdiri ia pun pada akhirnya terduduk lemas dan tak mampu untuk menatap wajah istri nya lagi.


"Bram! Apa yang kau lakukan hari kemarin benar-benar salah fatal! Dasar bodoh! Bodoh!" Bram hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Ia tidak bisa membayangkan jika Serena saat itu jatuh dan istri nya bisa saja mengalami keguguran hanya karena kebodohan nya.

__ADS_1


"Sayang, aku minta maaf ..." Kalimat itu sangat jelas membuat Serena tidak dapat menahan rasa sakit di hatinya, ia pun langsung saja melemparkan bantal ke arah wajah suami nya dengan penuh kekesalan.


"Bagaimana keadaan mu dan anak kita? Apakah baik-baik saja?"


"Semuanya pasti baik-baik saja, Mas," ucap Serena yang kini perlahan-lahan meredakan rasa amarahnya, ia sadar suami nya tidaklah salah sepenuhnya.


Seandainya suami nya tahu bahwa dirinya hamil, mungkin suami nya juga tidak akan membiarkan dirinya memanjat pohon mangga saat itu. Dan sekarang Serena berharap suami nya bisa memberikan perhatian penuh kepada nya dan calon anak dalam kandungan nya.


"Kalau begitu sebaiknya kita berdua pergi ke rumah sakit saja dan melakukan tes DNA!"


"Eh, maksudnya USG, Sayang. Maaf aku salah ngomong."


Serena seketika menarik nafas nya perlahan-lahan, seandainya suaminya lambat mengubah ucapan nya mungkin dirinya sudah menghajar habis-habisan.


"Hampir saja!" gumam Bram dalam hati nya, sambil mengelus dada nya.

__ADS_1


"Aku akan memberitahukan kepada orang-orang rumah kalau sekarang aku akan bakal menjadi seorang ayah," ucap Bram dengan penuh semangat dan Serena pun pada akhirnya kembali tersenyum saat mendengar ucapan suami nya itu.


"Mas, aku ingin ikut bersama mu. Berada di dalam kamar terlalu membosankan untuk ku."


"Baiklah, ayo."


Bram dan Serena pun segera pergi ke ruang tamu untuk menemui tuan Bisma serta Desta dan Juan yang saat ini sedang menikmati kue hasil buatan Juan sendiri. Awalnya Desta begitu ragu melihat Juan yang tiba-tiba saja membuat kue, tapi ketika kue nya sudah jadi ia pun mencicipi nya sedikit dan ternyata hasil nya benar-benar sangat enak sehingga ia pun langsung saja ikut bergabung untuk menikmati kue tersebut.


"Apa yang kalian makan, Ayah?" tanya Serena dengan penasaran.


"Kue buatan, Juan. Kau ingin mencoba nya?"


"Hem, boleh." Serena pun langsung saja duduk di samping ayah nya, sedangkan Bram akan duduk sedikit berjauhan dari orang-orang, tapi laki-laki itu perlahan-lahan mengeluarkan sebuah benda kecil yang merupakan hasil tes kehamilan Serena sebelum nya yang menandakan ada dua garis merah.


Awalnya semua orang terlihat tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh Bram. Tapi, ketika laki-laki itu berdehem dengan cukup nyaring membuat semua orang langsung menatap ke arah Bram.

__ADS_1


"Apa kalian tidak penasaran dengan benda ini?" tanya Bram sambil memperlihatkan tespek itu.


__ADS_2