
"Ini hasil tes DNA. Kau bisa melihat nya sendiri." Juan langsung saja menyerahkan selembar kerta untuk Desta yang saat ini sedang duduk nonton televisi di ruang tamu, tuan Bisma yang juga berada disana terlihat begitu penasaran dengan hasilnya. Ia pun juga ikut serta melihat hasil yang ada di kertas tersebut dan ternyata hasilnya negatif yang artinya kedua orang yang ia bawa sebelum sama sekali bukan kedua orangtua kandung nya.
Desta pun semakin merasa sangat bersedih karena ia benar-benar merindukan sosok kedua orangtua kandung nya dan saat ini satu-satu nya cara untuk mengetahui siapa kedua orangtua kandung nya adalah ibu Jesika sendiri yang selama ini sedang bersembunyi untuk menghindari menandatangani surat cerai dari tuan Bisma.
"Bersabarlah, aku akan berusaha mencari informasi tentang kedua orangtua mu. Kau tidak perlu bersedih akan hal itu karena aku sendiri pasti akan menemukan keberadaan mereka!" ucap Juan dengan begitu yakin.
Serena yang melihat adiknya yang terlihat bersedih hanya bisa mengelus pundak nya dengan lembut. Sekarang kedua orang itu tidak lagi bermusuhan dan justru sudah saling bercerita satu sama lain. Semuanya sudah benar-benar berubah sejak Desta mengalami banyak musibah dan wanita itu kini menyadari banyak kesalahan yang ia perbuat sehingga ia mengalami cobaan yang begitu berat di dalam hidup nya. Ia pun mencoba memperbaiki semuanya perlahan-lahan, berharap yang berada di atas sana masih mau memberikan nya kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bahagia seperti orang-orang di luar sana.
"Aku sudah menemukan keberadaan nyonya Jesika!" ucap Juan yang baru saja mendapatkan pesan salah satu dari suruhannya.
Semua orang yang mendengar nya, tampak bersemangat untuk bertemu dengan nyonya Jesika. Termasuk Desta dan tuan Bisma sendiri karena mereka berdua jelas memiliki urusan yang begitu penting dengan nyonya Jesika.
"Kita sebaiknya segera kesana!" ucap tuan Bisma yang tak ingin menunda-nunda waktu lagi. Dan semua orang tampak setujua dengan usulan tuan Bisma sehingga mereka semua langsung saja berangkat ke arah lokasi yang dikatakan oleh Juan sebelum nya. Termasuk Bram dan Serena sendiri, mereka tampak bersemangat untuk melihat bagaimana ekspresi wajah nyonya Jesika ketika mereka semua tiba disana.
Dua mobil telah berangkat dari rumah menuju ke sebuah hotel dimana nyonya Jesika tinggal selama ini. Kedua mobil itu tampak melaju dengan kecepatan penuh, takutnya nyonya Jesika telah menyadari bahwa mereka ingin pergi menemui diri nya di hotel itu. Hanya membutuhkan beberapa menit saja, kedua mobil itu telah tiba di halaman parkiran. Semua orang langsung saja turun dan masuk kedalam hotel berbintang lima itu.
"Beraninya dia bersembunyi dihotel ku sendiri!" gumam tuan Bisma yang sudah tidak sabar untuk menemui nyonya Jesika dan segera menandatangani surat cerai itu.
__ADS_1
Semua karyawan yang bekerja di hotel tersebut tampak kebingungan melihat rombongan keluarga tuan Bisma datang dengan sangat terburu-buru. Biasanya jika keluarga itu datang tuan Bisma akan mengkonfirmasi kan terlebih dahulu kepada manager nya supaya mempersiapkan tempat makan serta kama khsusus untuk mereka namun hari ini terlihat begitu berbeda sehingga para karyawan tampak bingung dan sekaligus merasa sangat penasaran dengan keluarga tersebut yang datang secara tiba-tiba itu.
"Berikan aku kunci candangan kamar 235!" ucap tuan Bisma kepada resepsionis. Wanita yang bekerja di bagian tersebut tidak berani membantah sedikitpun, ia langsung saja memberikan kunci tersebut dengan keadaan tangan yang sudah ber gemetar.
Bram mengajak anak dan menantu nya untuk masuk bersama kedalam kamar hotel yang sudah di depan mata. Semua orang benar-benar terlihat tidak sabaran untuk memasuki kamar tersebut, saat tuan Bisma mulai mendorong pintu nya tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang menahan pintu tersebut dari dalam sehingga tidak bisa terbuka dengan lebar. Tuan Bisma tetap berusaha membuka pintunya dengan mengunakan sedikit tenaga nya dan ia mendengar suara pekikan seseorang seperti baru saja terjatuh.
"Rupanya kau sedang berusaha menutup pintu nya dari ku!" ucap tuan Bisma ketika melihat nyonya Jesika terbaring di lantai akibat terkena dorongan pintu oleh nya.
"Pergi dari sini! Pergi!" teriak nyonya Jesika dengan sangat frustasi, ia berusaha bangkit berdiri tapi kedua lutut nya terasa begitu lemas tak berdaya saking merasa ketakutan melihat semua orang datang menatap diri nya.
Namun, nyonya Jesika sama sekali tidak menyerah ia tetap berusah bangkit berdiri dan menjauhi orang-orang yang mendekati nya.
"Ibu! Dimana kedua orangtua kandung ku?" tanya Desta yang sama sekali tidak merasa kasihan dengan keadaan ibu nya yang terlihat begitu menyedihkan itu. Dan itu semua karena kejadian yang di alami nya saat di kolam renang saat itu, ibu nya benar-benar tega dengan dirinya yang hampir saja kehilangan nyawa nya.
Nyonya Jesika sama sekali tidak menjawab pertanyaan Desta, justru ia lebih baik berusaha untuk menghindari orang-orang yang sedang menginterogasi diri nya sedangkan ia sendiri sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan konyol itu. Justru akan lebih baik orang-orang tidak akan tahu semuanya dengan begitu ia merasa sangat puas bisa membuat semua orang penasaran tentang semua kenyataan yang telah ia sembunyikan selama ini.
Setelah berhasil bangkit berdiri, nyonya Jesika perlahan-lahan memundurkan langkah nya ke arah belakang. Sedangkan tuan Bisma juga perlahan-lahan mendekati istri nya karena ia sendiri tidak akan membiarkan istri nya kabur dari nya.
__ADS_1
"Desta, sedang bertanya pada mu. Aku harap kau segera katakan kepada nya!" ucap tuan Bisma dengan dingin.
"Kalian pikir aku bodoh, hah?!"
"Apa kau benar-benar tidak akan mengatakan nya? Dia anak mu, kenapa kau begitu kejam terhadap nya?"
"Tapi dia bukan anak kandung ku, dia hanya anak pungut yang tak berguna sama sekali!"
Desta tentu saja merasa sangat terhina dengan ucapan ibu nya, ia tidak habis pikir ibu nya mengucapkan kalimat yang menyakitkan itu. Padahal sebelum nya ia selalu taat kepada ibu dan menuruti semua yang diinginkan ibu nya tapi entah kenapa ibu nya malah memperlakukan dirinya dengan begitu kejam seperti itu.
"Ibu! Kenapa kau tidak katakan saja dimana kedua orangtua ku? Aku berjanji tidak akan menganggu Ibu lagi!"
"Desta, hidup mu memang di takdirkan tidak memiliki kedua orangtua, sebaiknya kau tidak perlu repot-repot mencarinya karena kau tidak akan pernah menemukan keberadaan mereka!" Setelah mengatakan kalimat itu seketika nyonya Jesika tertawa dengan sangat nyaring seolah-olah begitu puas ketika melihat raut wajah Desta yang sangat kesal kepada nya.
"Ibu, ada apa dengan mu? Kenapa kau seperti ini? Apa yang sebenarnya Ibu inginkan?!"
"Aku menginginkan kalian semua mati! Dengan begitu aku bisa memiliki semua harta kalian!"
__ADS_1
Tuan Bisma hanya bisa memijit kepala pusing mendengar ucapan istrinya.