Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Tanda-Tanda


__ADS_3

"Mas Bram, sepertinya aku sebentar lagi akan melahirkan. Tanda-tanda nya sudah ada," ucap Serena kepada suami nya, melihat bercak darah di ****** ***** nya membuat dirinya yakin bahwa ia sebentar lagi akan bertemu dengan seorang bayi yang selama ini ia tunggu berbulan-bulan lama nya.


"Perkiraan dokter tanggal 25 Desember, tapi ternyata sudah ada tanda-tanda nya. Syukurlah, cepat lebih baik," ucap Bram yang langsung saja bergegas menyiapkan pakain untuk pergi ke rumah sakit. Ia pun menjadi tidak sabar untuk bertemu dengan anak nya yang sudah ia tunggu-tunggu itu. Apa lagi ketika melihat anak Desta setiap hari membuat Bram juga sangat ingin memiliki seorang anak hadir di kehidupan nya dan istri nya.


Saat ini Desta masih belum merasakan yang namanya mules ataupun kontraksi, ia merasa perutnya masih biasa-biasa saja sehingga ia pun memilih untuk membantu Bram menyiapkan barang-barang keperluan calon anaknya, serta pakain ganti untuk diri nya nanti.


"Sayang, kau tidak perlu membuat mu diri mu lelah. Sebaiknya kumpulkan semua tenaga mu untuk nanti saja," ucap Bram menegur istri nya yang sama sekali tidak memikirkan keadaan nya yang ingin melahirkan itu.


"Belum tentu melahirkan hari ini juga, Mas. Bisa saja besok ataupun besoknya lagi!" sahut Serena.


"Aku berharap hari ini dengan begitu aku bisa secepatnya melihat wajahnya dan mengendong nya."

__ADS_1


Serena tidak menyahuti ucapan suami nya, tapi ia tetap bersih keras membantu Bram mengemasi barang-barang ke dalam koper. Setelah semuanya beres, kini Serena langsung saja melakukan olahraga kecil supaya kontraksi nya semakin maju.


Sebelum berangkat ke rumah sakit, Bram akan memberitahukan kepada tuan Bisma serta yang lainnya. Ia tidak mempermasalahkan jika orang-orang rumah tidak ikut ke rumah sakit yang terpenting ia sudah mengatakan nya dengan begitu mereka semua tidak akan bingung kemana mereka berdua membawa barang-barang yang cukup banyak keluar dari rumah nantinya.


Tuan Bisma merasa sangat bahagia ketika mendapatkan kabar bahwa Serena sebentar lagi akan melahirkan. Walaupun sebenarnya ia sudah mulai gugup dan khawatir, tapi ia tetap mencoba terlihat baik-baik saja lalu berdoa berharap Serena dan anaknya mampu berjuang bersama-sama.


"Aku akan ikut," ucap tuan Bisma yang tak ingin melewatkan momen berharga itu.


"Kami bertiga juga ikut!" sahut Desta sambil mengendong anaknya yang ia beri nama Kenzo, sekarang anak kecil itu sudah berusia 6 bulan dan sudah mulai memakan bubur.


"Tidak masalah, lagian Kenzo kan tidak rewel dia akan menangis jika sedang lapar itu pun sebentar saja," jelas Desta.

__ADS_1


"Baiklah, jika ingin ikut kalian persiapkan saja diri kalian."


"Bagaimana dengan mu? Apakah masih belum merasakan kontraksi?"


"Aku baru saja merasakan seperti sedang sakit menstruasi saja saat ini."


"Kau harus kuat dan sabar, sakit nya lama-lama akan semakin meningkat," jelas Desta.


"Hem, aku pasti bisa."


"Tidak perlu khawatir dan panik. Kau harus tetap tenang, tidak semenakutkan itu, kok."

__ADS_1


Awalnya Serena memang begitu gugup, tapi ketika mendengar ucapan Desta bahwa semuanya akan baik-baik saja membuat Serena perlahan-lahan untuk tetap tenang dan tidak panik.


Semua orang pun berangkat memakai dua mobil. Karena dalam satu mobil tentu saja tidak cukup, saat ini Serena tetap duduk tenang di dalam mobil dan ia berusaha untuk tetap berpikir positif saja.


__ADS_2