
"Sayang, ada apa dengan mu? Kenapa kau malah tertegun seperti itu?" tanya Bram yang begitu kebingungan melihat sikap istri nya yang sedikit aneh itu.
"Mas Bram, mungkin kedua mata ku salah lihat!"
"Maksud ... kamu apa?" Brama jelas semakin kebingungan mendengar ucapan istri nya.
Sedangkan Serena sendiri sangat ingin menjelaskan untuk suami nya, tapi ia malah tiba-tiba di panggil untuk segera masuk kedalam ruangan dimana dokter saat ini berada, sehingga ia tidak bisa menjelaskan nya sekarang. Tapi, ia berjanji akan menjelaskan nya untuk Bram setelah melakukan pemeriksaan di dalam. Kejadian yang ia lihat beberapa waktu yang lalu, tentu nya ia harus mengatakan nya nya kepada suami nya itu dengan begitu ia dan suami nya bisa bertindak secepat mungkin.
"Semuanya baik-baik saja dan untuk sementara tidak boleh menyetir mobil maupun motor terlebih dahulu, serta di larang untuk mengangkat barang-barang yang berat," jelas dokter Davin dengan cukup panjang lebar, tapi sayangnya Serena sama sekali tidak fokus mendengarkan apa yang dikatakan dokter kepada nya. Saat ini ia hanya memikirkan tentang seseorang yang sedang bersama dengan ibu tiri nya sebelum nya. Dan untungnya, Bram terus berada di samping Serena sehingga laki-laki itu tahu apa yang harus dilakukan oleh istri nya nanti nya.
"Sayang, ayo keluar sekarang," ajak Bram seketika menyadarkan lamunan Serena dan wanita itu sangat terkejut ketika mendengar suami nya yang tiba-tiba membawa nya keluar, ia tak menyangka kontrol nya sudah selesai saking asik memikirkan masalah yang terjadi.
"Apa kau mendengar dengan jelas apa yang dikatakan dokter Davin sebelum nya?"
"Mas Bram, jujur aku sama sekali tidak terlalu fokus dengan apa yang dijelaskan oleh dokter Davin. Saat ini aku sedang memikirkan masalah ibu tiri ku bersama dengan orang itu."
"Memang nya ada apa, Sayang?"
"Aku penasaran kenapa ibu tiri ku bersikap seperti itu kepada laki-laki itu."
"Bersikap seperti apa?"
"Mereka berdua seolah-olah seperti memiliki sebuah hubungan yang begitu spesial."
"Maksud ... kamu menjalin hubungan layak nya sepasang kekasih?"
__ADS_1
"Benar, Mas. Dan lebih parah nya lagi ...."
Serena rasanya tak mampu mengatakan apa yang telah ia lihat, tapi ia juga tidak bisa menyembunyikan nya dari suami nya karena orang-orang yang satu-satunya dapat membantu diri nya menyelesaikan masalah itu adalah Bram sendiri.
"Dia laki-laki yang sebelumnya di bawa Desta ke rumah untuk meminta ayah merestui hubungan mereka berdua dan dia juga laki-laki yang telah membuat Desta hamil selama ini ...."
"Candra?!"
"Benar, Mas. Laki-laki itu kenapa bermesraan dengan ibu tiri ku seperti itu dan sama sekali tidak layak untuk dilakukan!" Rasanya Serena begitu emosi jika mengingat kejadian yang menjijikkan itu. Bagaimana bisa seorang ibu malah menjalin hubungan dengan seorang pria yang memiliki hubungan dengan anaknya sendiri, bahkan Desta saat ini dalam keadaan hamil anak dari laki-laki itu sendiri.
"Pantas saja ibu mu terlihat bersikap tegas kepada Desta supaya pergi ke luar negeri. Jadi, itu alasanya!" Akhirnya Bram mengerti dengan semua yang terjadi sekarang. Ia tak menyangka ibu mertua nya bisa melakukan hal yang begitu keji seperti itu, tidak hanya Desta yang menjadi korban nya. Ayah mertua nya juga pasti sangat terluka jika mengetahui kebenaran itu.
"Kita berdua harus bagaimana, Mas?"
"Tapi lama-lama mereka berdua jelas akan mengetahui nya."
"Maka dari situlah kita berdua harus menyelesaikan masalah ini lebih dulu."
"Lalu bagaimana dengan masalah orang yang membuat kecelakaan itu, Mas?"
"Ayah mu telah meminta para pengawal nya untuk menyelidiki nya, kau tenang saja semua nya akan baik-baik saja."
Memiliki Bram di samping nya membuat Serena merasa lebih tenang untuk menghadapi orang-orang yang telah melakukan kejahatan kepada nya. Bahkan ia sama sekali tidak takut lagi menghadapi orang-orang itu, justru ia semakin bertekad untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut bersama dengan Bram.
Bram memutuskan untuk membawa Serena pulang ke rumah saja saat ini. Sedangkan masalah yang terjadi sebelum nya, ia akan memikirkan cara nya setelah pikirannya kembali tenang. Akhir-akhir ini pikirannya sedang begitu kacau dan itu semua karena ia terlalu sering merasa khawatir dengan istri nya, takutnya orang-orang itu kembali melakukan sesuatu hal yang tak ia inginkan selama ini. Ia tahu, kehadiran nya di hidup wanita itu hanya akan mendatangkan masalah besar saja. Apa lagi ia tahu bagaimana sifat-sifat keluarga nya yang tak akan bisa puas dengan apa yang mereka miliki selama ini.
__ADS_1
"Maafkan, Istri ku. Kehadiran ku hanya akan membuat masalah besar untuk mu tapi aku berjanji akan melindungi mu dari orang-orang itu. Aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia dan merasa nyaman dengan ku," gumam Bram dalam hati nya. Ia tak mungkin meninggalkan Serena hanya karena kejadian itu, justru ia akan tetap berada di samping istri nya dan tidak akan membiarkan nya terluka lagi.
***
"Hubungan kita berdua sudah terjalin 1 tahun lama nya, kenapa kau malah menghamili anak ku? Apa kau benar-benar tidak mencintai ku lagi, Candra?"
Sejujurnya nyonya Jesika sangat terkejut dengan kedatangan Candra bersama dengan anak nya saat itu. Ia benar-benar marah besar kepada Candra saat mendengar anak nya hamil oleh laki-laki yang telah menjalin hubungan dengan nya selama setahun ini. Sebelum Desta mengenal Candra, nyonya sudah menjalin hubungan dengan Candra secara diam-diam maka dari situlah nyonya Jesika sama sekali tidak bisa menerima kenyataan itu. Dan ia memilih untuk memberangkatkan Desta ke luar negeri supaya hubungan nya dengan Candra tidak diketahui oleh anak nya.
"Sayang, aku tidak bermaksud untuk menduakan mu. Itu semua terjadi begitu saja dan asal kau tahu, kejadian itu sama sekali tidak diinginkan oleh ku!" jelas Candra yang mencoba untuk membujuk nyonya Jesika.
"Maksud ... kamu?"
"Desta, telah memberikan obat perangsang kedalam botol minuman ku dan pada akhirnya kami berdua melakukan nya, tapi kau tenang saja aku sudah membujuk nya untuk mengugurkan kandungannya. Dengan begitu hubungan kita berdua tidak akan terganggu lagi dengan masalah sepele itu!"
"Jadi kau melakukan hal itu semua bukan karena kemauan mu?"
"Hem, di hati ku hanya ada kamu saja. Dan aku tidak mungkin menduakan mu setelah apa yang kau berikan untuk ku selama ini."
Nyonya Jesika langsung saja tersenyum senang mendengar ucapan Candra. Kekasih berondong nya itu benar-benar sangat mudah membujuk dirinya supaya tidak lagi marah.
"Lalu bagaimana dengan laki-laki tua itu? Apa kau sudah membujuk nya untuk menyuruh Desta pergi ke luar negeri?"
"Aku sudah membujuknya dan ternyata laki-laki tua bodoh itu malah mau saja melakukan apa yang aku minta."
Sampai saat ini nyonya Jesika sama sekali belum tahu bahwa tuan Bisma telah membatalkan penerbangan Desta ke luar negeri, sehingga nyonya Jesika dan kekasih berondong nya itu tersenyum senang. Mereka berdua berpikir bahwa apa yang telah mereka berdua rencanakan sebentar lagi berhasil.
__ADS_1