
Sejak keluar dari rumah sakit, kini keadaan Juan sudah sedikit lebih baik. Laki-laki itu tidak lagi harus berbaring di atas kasur dengan keadaan tangan di infus dan sekarang ia sudah mulai bisa melakukan aktivitas nya, padahal tuan Bisma sendiri sudah memperingati Juan untuk tidak melakukan apapun saat ini sampai keadaan nya benar-benar pulih seperti semula namun Juan sangat keras kepala. Ia sama sekali tidak terbiasa tinggal di dalam kamar tanpa bekerja, walaupun tuan Bisma sama sekali tidak keberatan jika ia beristirahat tapi tetap saja Juan menganggap semua hal itu akan menjadi beban pikirannya.
"Lihatlah laki-laki itu Desta! Apa kedua mata mu benar-benar buta? Dia laki-laki yang baik dan sangat pantas untuk menjadi suami kami. Kenapa kau sangat sulit sekali membuka hati mu untuk nya?" tanya tuan Bisma yang kebingungan dengan isi hati dan pikiran anaknya itu.
Dengan laki-laki sebelum nya, Desta begitu mudah untuk jatuh cinta. Tapi, ketika dengan Juan yang ia rasa laki-laki yang sangat tepat untuk di cintai, Desta malah tidak terlihat sedikitpun untuk tertarik kepada pengawal nya itu. Tuan Bisma sendiri juga sangat mengenal baik Juan, maka dari situlah ia berpikir bahwa Juan sangat pantas untuk anaknya.
"Papu, aku tidak ingin memikirkan hal itu lagi. Saat ini, aku ingin tahu siapa kedua orangtua kandung ku sebenarnya?" tanya Desta yang masih penasaran dengan kedua orangtua kandung nya.
"Tanyakan saja kepada suami mu itu! Dia jelas tahu siapa kedua orangtua mu," ucap tuan Bisma.
Desta pun langsung saja melihat ke arah Juan yang saat ini sedang berbincang dengan para pengawal yang akan di tugaskan untuk menyelesaikan misi diluar kota.
"Apa Papi serius?"
"Hem."
"Kenapa dia bisa tahu? Dan Papi sendiri, apakah mengetahui nya juga?"
"Dia seorang pengawal yang di tugaskan untuk melaksanakan apa yang Papi perintahkan. Apakah kurang jelas?"
"Kenapa tidak Papi saja yang memberitahukan nya untuk ku?"
"Hubungan kalian berdua terlalu jauh, layaknya bukan suami istri. Jadi, kalian berdua harus lebih dekat lagi dan salah satu caranya menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini tanpa bantuan Papi lagi," jelas tuan Bisma. Ia pun langsung saja pergi untuk menghindari Desta yang sangat ingin memaksa dirinya untuk memberitahukan tentang kedua orangtua kandung nya.
"Kenapa Papi sangat suka sekali mempersulitkan hidup ku, sih?!" gumam Desta begitu kesal. Rasanya Desta begitu engan untuk menghampiri Juan, tapi ketika teringat dengan identitas kedua orangtua nya membuat wanita itu pada akhirnya sangat terpaksa untuk menghampiri Juan dengan wajah yang sedikit sinis.
"Ehem!" Desta langsung saja berdehem dengan cukup nyaring untuk memberikan sebuah kode supaya Juan segera berhenti berbicara kepada para pengawal itu. Juan yang mengerti kode tersebut, akhirnya menyuruh para pengawal itu segera pergi dan akan kembali melanjutkan nya setelah berbicara kepada Desta.
__ADS_1
Ada apa, Nona?"
"Aku ingin tahu siapa kedua orangtua ku? Jadi katakan dimana mereka sekarang?!" Desta sama sekali tidak ingin bertele-tele karena ia sendiri sudah tidak betah jika lama-lama berhadapan dengan Juan suami nya yang sama sekali tidak ia cintai itu.
Seandainya bukan karena keadaan nya yang seperti itu, mungkin ia lebih baik tidak menikah. Tapi, itu semua hanya karena keterpaksaan jadi Desta sama sekali tidak memiliki pilihan lain selain menikah dengan Juan.
"Apa Nona ingin tahu?"
"Dasar aneh! Sudah jelas aku bertanya, justru malah melemparkan pertanyaan itu lagi!" kesal Desta.
"Saya hanya ingin memastikan nya saja, Nona. Siapa tahu Nona memiliki keraguan untuk mencari kedua orangtua Nona."
"Sudahlah! Berhentilah berbicara tidak jelas pada ku! Sekarang katakan dimana kedua orangtua ku?"
"Saya masih belum terlalu yakin, bahwa kedua orang itu apakah kedua orangtua Nona atau tidak. Jadi, saya tidak bisa mengatakan mereka kedua orangtua Nona lebih dulu, sebelum saya mencari tahu lebih jelas lagi."
"Masalah nya mereka sudah tidak tinggal di tempat itu lagi, Nona."
"Lalu dimana?"
"Saya juga sedang mencari tahu dimana mereka tinggal saat ini, Nona."
"Halah! Katakan saja kau tidak becus bekerja!"
Mendengar kalimat kasar itu, Juan hanya bisa sabar saja menghadapi omongan Desta yang sudah terbiasa bagi nya. Ia sama sekali tidak ingin memasukkan nya kedalam hati nya, apa lagi ia tahu sendiri bagaimana sifat dari wanita itu selama ini dan terutama tuan Bisma juga telah berulangkali mengingatkan Juan bahwa sifat Desta memang sedikit kurang ajar dan berharap Juan tidak tersinggung.
"Saya akan berusaha mencari nya jika Nona sangat ingin tahu siapa kedua orangtua, Nona."
__ADS_1
"Tentu saja kau harus berusaha mencarinya! Jangan sampai di anggap sebagai Suami tidak becus!"
"Barusan Nona bilang begitu, kok."
Desta rasanya hampir saja menendang kaki Juan, ia begitu kesal dengan Juan yang sangat suka mencari masalah dengan nya. Namun, ia teringat dengan diri nya yang sedang hamil takutnya ia malah terpeleset jatuh sehingga ia lebih baik menahan nya saja lalu memilih untuk pergi menghindari Juan.
"Dia memang wanita pemarah! Tabiatnya memang sangat buruk, untung saja dia istri ku," gumam Juan dalam hati nya. Tapi, ketika Juan berniat kembali menemui beberapa pengawal yang sebelumnya berbincang dengan nya, tiba-tiba ia malah melihat Desta sedang berusaha mengapai sesuatu di atas lemari yang cukup tinggi dari nya.
"Selain pemarah, dia juga wanita pendek yang gemoy." Juan pun memutuskan untuk menghampiri Desta dan membantu wanita itu mengambil sesuatu di atas lemari.
"Jangan mencoba untuk menaiki kursi nya! Jika jatuh, apa yang akan kau lakukan?!" tegur Juan untung nya ia dengan cepat mengagalkan rencana Desta, jika tidak gadis itu bisa saja jatuh dan kebetulan ia melihat kaki kursi itu salah satu nya patah.
Melihat kaki kursi barusan, seketika membuat perasaan Juan pun tiba-tiba terasa ada yang aneh. Padahal seingat nya kursi tersebut sudah di simpan di gudang namun ternyata malah ada di dapur.
"Mungkin ada dua kursi yang rusak?" gumam Juan mencoba untuk berpikir positif saja.
Setelah mengambil yang diinginkan oleh Desta. Juan langsung saja berlari ke arah gudang untuk memastikan bahwa kursi yang ia lihat sebelum nya masih ada di tempat tersebut. Tiba di sana, ia sama sekali tidak melihat kursi itu lagi.
"Apa yang ingin mereka lakukan dengan kursi rusak itu?" gumam Juan, ia pun kembali ke dapur untuk mengambil kursi itu lalu menanyakan siapa yang menaruh kursi itu lagi di dapur padahal sudah jelas jika di simpan di gudang kursi itu tidak bisa di pakai lagi.
"Siapa yang mengambil kursi ini lalu menaruh nya di dapur ini lagi?!" tanya Juan dengan nada suara yang begitu lantang, hingga semua orang yang berada di rumah itu sedikit terkejut dengan suara Juan.
Semua orang yang berada di rumah itu langsung saja keluar dan melihat apa yang sedang terjadi, termasuk Serena dan Bram sendiri yang kebetulan sedang berada di pinggir kolam renang untuk bersantai-santai.
"Ada apa, Juan?" tanya Bram yang begitu penasaran. Juan pun langsung saja menjelaskan nya kepada Bram hingga laki-laki itu pun akhirnya mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Juan saat ini.
"Apa yang dikatakan oleh Juan barusan memang harus di curigai dan di selidiki! Jadi, kita harus mencari tahu siapa orang nya?" ucap Serena kepada Desta yang sebelumnya malah memaki Juan berulangkali karena menurutnya sikap Juan memang sangat aneh dan tidak jelas, tapi ketika mendengar penjelasan Serena barusan membuat Desta akhirnya mengerti.
__ADS_1
"Seandainya bukan karena dia, mungkin kau bisa saja jatuh dari kursi itu!" ucap Serena lagi dan Desta pun seketika bergidik ngeri membayangkan jika ia benar-benar terjatuh laku janin dalam kandungan nya akan mengalami bahaya yang sangat besar.