Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Sosok Yang Berbeda


__ADS_3

"Ibu! Berhentikan melangkah mundur!" peringat Desta saat menyadari ibu nya dalam bahaya.


"Kau jangan berpura-pura perduli kepada ku, Desta! Itu benar-benar menjijikkan!"


"Tapi Ibu benar-benar dalam bahaya jika terus mundur seperti itu!"


"Desta, memang nya nyawa ku begitu pentingkah untuk mu sehingga kau sok perduli kepada ku?!"

__ADS_1


Desta benar-benar sangat frustasi melihat ibu nya yang sudah kehilangan akal itu. Padahal ia memiliki niat baik kepada ibu tiri nya namun sepertinya omongannya sama sekali tidak berguna dan Desta pada akhirnya memilih untuk diam saja karena ia sendiri juga tidak tahu harus berbicara apa sekarang. Tapi, tiba-tiba saja ia malah melihat Serena melangkah lebih maju dari nya lalu mendekati ibu nya tanpa mengucapkan sepatah kalimat pun.


"Hei! Apa yang ingin kau lakukan?!" tanya nyonya Jesika yang terlihat sedikit panik.


"Tentu saja aku ingin menyaksikan kematian mu saat jatuh dari atas sini!" ucap Serena dengan begitu santai hingga nyonya Jesika yang mendengar menjadi kesal, kedua tangannya ia kepal dengan sangat kuat dan terlihat sudah bersiap-siap untuk menyerang Serena. Dari dulu, ia memang sudah tidak menyukai Serena karena menurutnya Serena hanya menjadi penganggu semua rencana nya saja dan ternyata apa yang ia takutkan dulu memang benar, sekarang Serena telah menghancurkan semua impian nya. Nyonya Jesika sama sekali tidak akan memberikan rasa ampun lagi kepada Serena, ia tentunya akan membunuh anak tiri nya itu.


"Ibu! Seharusnya kau bersyukur Juan telah menyelamatkan mu dari maut yang hampir saja mengambil nyawa mu! Tapi kenapa Ibu malah mendorong nya dengan begitu kasar seperti itu?!" ucap Desta sangat kesal dengan ibu nya yang tak bisa berubah itu.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak meminta nya memegang tangan ku, bukan? Jadi untuk apa aku bersyukur dengan hal itu?"


"Ibu, benar-benar keterlaluan!" teriak Desta yang sudah tidak ingin berurusan lagi dengan ibu nya yang sangat keras kepala itu.


Namun, tiba-tiba saja semua orang dikejutkan dengan keberanian Serena yang tiba-tiba saja mencekik leher nyonya Jesika. Bahkan Serena juga telah mengancam nyonya Jesika dengan sebuah senjata tajam dengan cara yang cukup sadis. Semua orang tampak melongo melihat sikap Serena yang seperti itu tapi tidak dengan tuan Bisma, sebagai seorang ayah tentunya ia sudah tahu bagaimana sosok anaknya selama ini. Sedangkan Bram sendiri sampai terdiam kaku di tempat melihat sikap istri nya yang tidak lagi bersikap lemah lembut seperti yang ia kenal sebelum nya.


"Apakah dia benar-benar Istri ku?" gumam Bram dalam hati nya, sebelumnya ketika menghadapi para musuh di hutan, ia sudah perlahan-lahan sedikit merasa aneh dengan sikap istri nya yang sama sekali tidak mengenal takut dengan bahaya apapun. Tapi, Bram mencoba menepis semua pikiran itu dan tetap berusaha berpiki positif saja namun kenyataan nya sekarang ia benar-benar telah melihat sosok istri nya sangat berbeda.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin sedang bermimpi!" Bram hanya bisa bergumam di dalam hati nya saja dan tuan Bisma tentunya menyadari sikap menantunya itu.


__ADS_2