Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Telah Mengandung


__ADS_3

"Bukankah dia mantan istri mu?" tanya tuan Bisma yang jelas mengenal sosok wanita yang dikatakan oleh anak nya barusan.


"Tapi, apakah memang benar-benar dia melakukan semua ini, Ayah?" tanya Serena yang merasa tidak yakin bahwa wanita itu yang telah melakukan hal ini semua kepada nya dan Bram.


"Kau jangan tertipu dengan wajahnya! Dia seorang wanita yang memiliki hati jahat seperti ular!" ucap Bram, selama menikah dengan Melisa sebelum nya ia tentu saja tahu seperti apa sifat Melisa selama ini.


"Tenanglah! Aku akan menyelidiki nya terlebih dahulu. Jika benar-benar dia dalang dibalik kecelakaan itu, Ayah pasti tidak akan membiarkan bebas berkeliaran begitu saja!"


"Sepertinya aku sudah yakin bahwa dia pelaku nya."


"Bram! Selama ini kau telah dimusuhi orang-orang terdekat mu, jadi aku rasa wanita itu belum tentu pelaku yang sebenarnya."


Bram terdiam sebentar karena menurutnya apa yang dikatakan oleh mertua nya itu memang benar. Selama ini, bukan hanya mantan istri nya saja yang tak menyukai diri nya, melainkan ia memang di benci serta dikhianati oleh keluarga nya sendiri serta orang-orang terdekat nya.


"Kalau begitu, kita harus bagaimana?"


"Saat ini kita perlu fokus membantu Serena untuk bisa berjalan kembali seperti dulu lagi. Karena tidak mungkin jika ia sendirian melakukan hal itu semua dan tentu saja butuh perjuangan untuk kembali seperti dulu."


"Ayah Mertua memang benar. Tapi, kita harus tetap berwaspada."


"Hem, itu tentu saja."


Setelah membahas perbincangan itu, kini tuan Bisma meminta Bram dan Serena untuk beristirahat saja. Sedangkan ia akan pulang ke rumah terlebih dahulu meminta istri nya menyiapkan pakain Serena serta Bram untuk dibawa ke rumah sakit. Tuan Bram telah tiba di dalam mobil, ia meminta supir nya langsung saja menyetir mobil menuju ke rumah.

__ADS_1


Namun, ketika tuan Bisma sedang asik melamun. Ia tiba-tiba melihat sebuah mobil milik anak nya berhenti ke parkiran rumah sakit, tuan Bisma berpikir bahwa anaknya itu ingin menjenguk Serena sehingga tuan Bisma menjadi tersenyum senang.


"Aku berharap dia setidaknya memiliki sedikit menyimpan rasa iba kepada saudara nya," gumam tuan Bisma.


Selama ini ia sangat berharap kedua anak nya itu bisa akur dan menjadi saudara yang saling menyanyangi. Ia tak ingin kedua anaknya selalu bermusuhan seperti itu, apa lagi kedua anaknya sudah sama-sama dewasa dan seharusnya tidak lagi seperti anak kecil yang merebutkan mainan. Selama ini tuan Bisma juga tidak pernah memperlakukan kedua putri nya secara tidak adil, ia selalu membeli apa yang Desta mau begitu juga dengan Serena namun sayangnya sifat kedua putri nya benar-benar sangat berbeda.


Sekarang tuan Bisma telah tiba di rumah dan ia melihat istri nya sedang menonton televisi sambil menikmati cemilan di sofa dengan begitu santai. Ia tak habis pikir dengan istri nya itu yang sama sekali tidak terlihat bersedih saat mengetahui Serena masuk kedalam rumah sakit. Nyonya Jesika benar-benar sangat berbeda dari mendiang istri nya dulu, mungkin karena Serena bukanlah anak kandung nya sehingga nyonya Jesika sama sekali tidak terlihat merasa iba kepada putri nya yang sebenarnya sangat membutuhkan seorang ibu di samping nya. Tapi, untungnya Serena memiliki Bram yang senantiasa berada di samping nya sehingga Serena sama sekali tidak terlihat bersedih jika ia pergi untuk mengurus sesuatu hal yang begitu penting.


Sebelum nya Serena pernah tidak ingin sama sekali di tinggalkan ayah nya. Dan wanita itu selalu ingin ayah nya terus berada di samping nya dan ini adalah pertama kalinya Serena tidak lagi memohon untuk tidak meminta dirinya pergi, mungkin itu semua karena kehadiran Bram di hidup nya.


"Mami, siapkan pakain Bram dan Serena untuk dibawa ke rumah sakit!" perintah tuan Bisma sambil duduk di samping istri nya untuk menghilangkan rasa sakit kepala nya karena tidak tidur semalaman.


"Papi, tidak melihat aku sedang menonton?"


"Nanti saja kalau begitu, film nya sedang seru."


Tuan Bisma rasanya sangat geram dengan sifat istri nya yang seperti itu. Bukannya malah menghibur diri nya untuk menghilangkan rasa sedihnya itu, justru istri nya malah membuat nya begitu muak. Padahal tuan Bisma sendiri merasa sangat lelah dan butuh istirahat tapi istri nya sama sekali tidak pengertian sedikitpun terhadap nya.


"Bibi! Kau siapkan beberapa pakain untuk putri ku dan menantu ku di rumah sakit," ucap tuan Bisma yang kebetulan melihat pembantu nya mengantarkan minuman untuk istri nya.


"Baik, Tuan."


Sejam kemudian, pembantu yang sebelumnya menyiapkan pakain untuk Serena dan Bram kini sudah selesai. Sekarang tuan Bisma akan kembali ke rumah sakit lagi untuk mengantarkan beberapa keperluan yang diperlukan anak dan menantu nya. Hanya membutuhkan beberapa menit saja, kini tuan Bisma telah tiba parkiran rumah sakit lalu kedua mata nya melihat ke arah mobil Desta yang masih saja terparkir di halaman rumah sakit. Ia pun sudah tidak sabar lagi melihat Serena dan Desta untuk saling berbincang di ruangan tersebut.

__ADS_1


Namun, ketika membuka pintu ruangan dimana Serena dirawat. Tuan Bisma sama sekali tidak melihat keberadaan Desta di ruangan itu, ia pun menjadi penasaran untuk apa putri nya itu ke rumah sakit kalau tidak menjenguk Serena.


"Bukankah itu nona Desta, Tuan?" tanya sang supir yang sedang membantu tuan Bisma membawa beberapa barang masuk kedalam ruangan.


"Benar!" Tuan Bisma pun langsung saja pergi menuju ke arah putri nya dan ia ingin tahu apa yang dilakukan oleh anak nya itu saat ini.


"Candra! Apa kau serius tidak menginginkan anak di dalam rahim ku? Apa kau benar-benar ingin mengugurkan nya?" tanya Desta yang sedikit merasa khawatir jika melakukan aborsi kepada kandungan nya yang baru saja berumur 4 minggu itu.


Sejak melupakan kehadiran Marvel di hidup nya, kini Desta menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang selama ini berteman baik dengan Marvel. Bahkan sekarang ia telah mengandung anak dari laki-laki itu dengan begitu cepat, padahal hubungan kedua nya baru saja terjalin tapi Desta sama sekali tidak takut menyerahkan seluruh hidup nya untuk Candra.


"Lakukan saja! Kau tahu sendiri aku masih belum siap untuk menjadi seorang Ayah!"


"Tapi jika kita berdua mempertahankan janin ini, ayah mungkin akan merestui hubungan kita berdua!" jelas Desta.


"Apa yang dikatakan Desta memang benar, jika aku satu rumah dengan Bram. Mungkin aku bisa dengan bebas membalaskan dendam ku kepada laki-laki brengsek itu!" gumam Candra dalam hati nya. Entah kenapa laki-laki itu sampai memiliki dendam kepada Bram, seperti Marvel sebelum nya yang menginginkan hidup Bram segera berakhir.


"Apa kau serius ayah mu akan merestui hubungan kita berdua? Sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengan kedua orangtua mu, apa tidak masalah jika kita berdua langsung meminta untuk dinikahkan dengan alasan kau sedang mengandung anak ku?"


Kedua orang itu begitu asik saja berbincang, mereka berdua tidak tahu bahwa tuan Bisma dari tadi mendengar jelas apa yang dikatakan oleh kedua orang itu.


"Desta! Aku tidak habis pikir kau telah membuat diri mu menjadi gadis murahan seperti ini!" gumam tuan Bisma dalam hati nya, padahal Marvel saat ini sedang melakukan perawatan, tapi anaknya malah berhubungan dengan laki-laki lain lagi. Ia pikir Desta akan berhenti mencari laki-laki lain untuk menjadi kekasihnya tapi ternyata anaknya malah semakin bertingkah hingga sampai mengandung seorang anak dari laki-laki itu.


"Desta! Kau tunggu saja di rumah!" gumam tuan Bisma dalam hati nya, entah apa yang dilakukan oleh tuan Bisma nantinya kepada anak nya itu yang jelas ia telah menahan rasa amarah nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2