
Kekhawatiran Bram membuat nya hampir begitu gila. Ia tidak menyangka dirinya sampai terlalu berlebihan mengkhawatirkan istri nya yang saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Ia pikir Serena telah di bawa beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam itu dan ia hampir saja berangkat menemui orang yang masuk kedalam terowongan sebelum nya, tapi untungnya ia masuk ke dalam kamar terlebih dahulu dan memeriksa ke dalam kamar mandi yang ternyata istri nya sedang mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terlihat kotor akibat minuman jus yang tak sengaja Bram tumpahkan sebelum nya.
"Kenapa kau membuka pintu nya? Bukankah, aku sudah jelas melarang mu membuka nya?"
"Takutnya ketika Mas Bram kembali, aku tidak mendengar nya. Jadi, aku biarkan saja pintu nya terbuka," jelas Serena.
"Serena, kau benar-benar wanita pertama yang membuat ku khawatir seperti ini," gumam Bram dalam hati nya.
Hari sudah mulai sore, Bram dan Serena pun akhirnya memutuskan untuk pergi menikmati pantai di sore hari. Kedua orang itu benar-benar sangat menikmati pemandangan yang begitu indah di pantai itu, air yang terlihat biru dan jernih membuat Serena sangat ingin pergi mandi tapi ia sadar diri nya sama sekali tidak dapat melakukan hal itu semua.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba melamun seperti itu?" tanya Bram, padahal sebelum nya Serena terlihat sangat bahagia tapi sekarang raut wajah istri nya tiba-tiba saja berubah hingga membuat nya menjadi bingung sendiri.
"Tidak apa-apa, Mas," ucap Serena, ia tidak ingin mengatakan kepada suami nya tentang keinginan nya karena ia tahu sendiri ia akan malah merepotkan Bram.
"Apa kau bosan?"
"Tidak, kok."
Bram jelas melihat bahwa istri nya sedang bosan, ia pun memiliki suatu ide untuk menyenangkan Serena.
"Mas Bram! Apa yang kau lakukan?!"
Serena begitu terkejut saat suami nya tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya dari kursi roda. Tapi, beberapa detik kemudian, ia malah melihat Bram membawa diri nya mencebur ke air. Serena tak menyangka suami nya benar-benar begitu peka terhadap nya, padahal ia sama sekali tidak mengatakan apapun kepada laki-laki itu.
"Bagaimana? Apa kau senang sekarang?!"
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak mandi menikmati air pantai dan ini pertama kali nya sejak aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Terimakasih, Mas Bram," jelas Serena tanpa sadar meneteskan air mata nya. Ia sangat terharu dengan apa yang telah Bram lakukan kepada nya.
"Serena, jika menginginkan sesuatu bicaralah. Itu sudah kewajiban ku untuk memenuhi keinginan mu, tapi aku harap kamu jangan kecewa jika suatu saat aku benar-benar tidak bisa melakukan nya," jelas Bram. Ia pun memeluk istri nya dengan erat, sedangkan Serena terus berada di pangkuan Bram. Hingga kedua orang itu pada akhirnya terhanyut dalam sebuah permainan yang mengairahkan.
Sekarang Serena benar-benar sepenuhnya memberikan seluruh hidup nya untuk Bram. Kini, ia telah yakin bahwa laki-laki yang sedang bersama nya saat ini adalah laki-laki yang terakhir ada di hati nya. Kedua orang itu saling berpelukan dengan begitu erat, matahari pun perlahan-lahan tengelam air laut pun sudah terasa mulai berubah menjadi dingin. Bram dan Serena pun akhirnya naik ke pinggir pantai lalu berbaring di atas pasir yang terasa begitu hangat.
Cinta yang tulus didapatkan Serena membuat hidup wanita itu sekarang menjadi berarti. Tidak seperti sebelumnya, ia selalu merasa putus asa dan bosan dengan keadaan yang ia alami.
***
Hari sudah pagi, terlihat Bram begitu sibuk mengurus pekerjaan di dapur. Laki-laki itu pagi-pagi sekali membuat serapan untuk dirinya dan istri nya. Sebuah senyuman manis terukir diwajah Bram, ia terlihat begitu semangat melakukan semua pekerjaan nya. Apa lagi ketika mengingat kejadian semalam membuat Bram tak henti-henti nya mengingat nya, kenangan itu sangat berharga dihidup nya dan kini Bram benar-benar menemukan kebahagiaan di pernikahan nya.
"Mas Bram, apa yang sedang kau lakukan itu?"
"Aku membuat puding untuk mu. Apa kau menyukai nya?"
"Sekarang Istri ku sudah mulai mengombal," goda Bram sambil mengcubit pipi Serena dengan lembut.
"Selagi itu tidak akan meracuni ku, tentu nya aku akan memakan nya, Mas"
"Baiklah, Istri ku."
Serena melihat Bram yang sedang memasak, ia terus memperhatikan wajah laki-laki itu sehingga Bram yang menyadari tatapan Serena membuat nya menjadi salah tingkah. Bahkan saat Bram bekerja, laki-laki itu malah tidak sengaja menjatuhkan spatula. Tidak hanya itu, Bram juga sampai lupa menghidupkan kompor nya saking merasa malu dengan tatapan Serena yang begitu menggoda.
"Serena, berhentilah menatap ku seperti itu!"
__ADS_1
Akhirnya Bram sudah tidak tahan lagi membiarkan istri nya untuk memperhatikan dirinya. Karena ia sendiri sama sekali tidak bisa fokus untuk memasak dan takutnya malah membuat masakan yang tak enak hingga Serena tidak menyukai masakannya lagi.
"Kenapa? Kamu kan Suami ku, jadi tidak masalah jika aku melakukan hal itu."
"Masalah nya, tatapan mu itu tidak bisa membuat ku fo—fokus!" ucap Bram dengan jujur. Bahkan ia sampai berbicara terbata-bata sekarang.
Serena mendengar penjelasan Bram, membuat nya terkikik geli. Tapi, ia tidak ingin membuat Bram merasa terganggu karena dirinya sehingga Serena pun memilih untuk pergi ke ruang tamu menonton televisi saja.
Saat menonton, Serena tiba-tiba kembali dikejutkan dengan suara tembakan nyaring seperti sebelumnya. Bram yang juga mendengar nya dengan cepat menghampiri istri nya karena ia takut jika terjadi sesuatu hal yang berbahaya.
"Mas Bram, apa yang sedang terjadi? Kenapa suara tembakan itu terdengar lagi?"
"Entahlah, sebelumnya aku melihat ada tiga orang laki-laki asing masuk kedalam sebuah terowongan dan entah apa yang mereka lakukan. Mungkin suara tembakan itu berasal dari sana."
"Sepertinya ada sesuatu hal yang tak beres, Mas."
"Kalau begitu kita berdua sebaiknya pulang saja," ucap Bram yang sangat mengkhawatirkan istri nya. Demi keselamatan istri nya, ia lebih baik mempersingkat bulan madu mereka walaupun sebenarnya ia menginginkan bulan madu berduaan dengan waktu yang begitu lama namun keadaan tidak akan memungkinkan.
Setelah serapan pagi bersama, Bram memutuskan untuk membawa Serena untuk segera pulang ke rumah. Sedangkan suara tembakan itu kembali terdengar lagi, hingga membuat Serena semakin ketakutan dan tidak sabar untuk pulang ke rumah. Bahkan ia meminta Bram untuk memasukkan semua makanan itu kedalam kotak makan saja.
"Sialan! Mereka benar-benar sangat menganggu ketenangan ku bersama Istri!" gumam Bram dalam hati nya dengan kesal.
Sekarang Bram dan Serena sudah berada di dalam mobil untuk bersiap-siap pulang ke rumah. Namun, tiba-tiba saja ban mobil bocor hingga membuat Bram dan Serena tidak dapat pulang ke rumah dengan waktu yang cepat.
"Aku akan menganti ban nya terlebih dahulu."
__ADS_1
"Apakah lama?"
"Lumayan, kamu tenanglah. Aku akan menjaga mu dan tidak akan membiarkan mu terluka," ucap Bram berusaha untuk menenangkan istri nya yang saat ini sedang ketakutan.