Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Sebuah Keputusan


__ADS_3

Selama 4 hari ini, Desta sudah kebingungan bagaimana caranya supaya kedua orangtua nya merestui hubungan nya dengan Candra. Padahal ia sudah memberikan sebuah bukti bahwa dirinya memang telah mengandung anak dari kekasih nya, tapi tetap saja kedua orangtua nya sama sekali tidak memberikan respon dengan apa yang ia lakukan itu.


"Candra, apa kau memiliki solusi untuk masalah ini?"


"Saat ini aku juga sedang pusing. Dan tolong berhentilah membahas hal ini lagi."


"Bagaimana bisa aku berhenti membahasnya? Sedangkan aku sedang hamil anak kamu, Candra! Dan kita berdmengugurkbu, rus menikah sesegera mungkin!"


"Aku sudah memperingati mu untuk mengugurkan nya saja! Tapi, kau begitu keras kepala untuk mempertahankan nya! Dan sekarang kau malah membuat diri mu pusing sendiri memikirkan cara untuk membuat kedua orangtua mu merestui hubungan kita berdua!"


"Itu semua karena aku ingin kamu tetap bersama ku!"


"Jika kedua orangtua mu tidak merestui hubungan kita berdua! Tidak masalah dan kau akan tetap bersama ku."


"Dengan bayi ini?"


"Tentu saja tidak! Untuk apa mempertahankan nya jika bayi ini sama sekali tidak berguna untuk membujuk kedua orangtua mu? Sebaiknya gugurkan saja!"


"Apa kau benar-benar tidak menginginkan bayi ini?"


"Umur ku masih terlalu muda untuk memiliki seorang anak! Ya, jelas kau harus mengugurkan nya saja."


Ketika kedua orang itu begitu asik saja membahas hal itu, tiba-tiba saja Desta mendapatkan sebuah panggilan masuk dari ayah nya. Ia pun dengan cepat mengangkat panggilan tersebut karena dari awal ia memang sudah sangat menantikan ayah nya untuk menelpon dirinya dan membujuk nya pulang ke rumah. Beberapa hari ini, Desta memang tidak pulang ke rumah dan memilih untuk tinggal di apartemen kekasih nya saja, ia sangat berharap kedua orangtua nya segera mencari nya lalu merestui ia dan Candra untuk segera menikah.


"Candra! Sepertinya aku harus pulang sekarang!" ucap Desta yang langsung saja menyiapkan barang-barang nya dengan sangat tergesa-gesa, hingga Candra sendiri merasa sangat kebingungan melihat sikap kekasih nya yang tiba-tiba seperti itu dan ia rasa kedua orangtua Desta sudah mengatakan sesuatu hal kepada gadis itu.

__ADS_1


"Hei! Ada apa, Sayang? Katakan pada ku? Kenapa kau terburu-buru seperti ini?"


"Intinya aku harus pulang!"


"Iya, aku tahu. Tapi, alasannya kamu tiba-tiba ingin pulang kenapa? Apa terjadi sesuatu?"


Desta terlihat sama sekali tidak fokus mendengar kekasih nya yang terus bertanya kepada nya saat ini, sedangkan ia begitu sibuk mengurus pakainya untuk dimasukkan kedalam koper. Apa lagi ketika mengingat perkataan ayah nya barusan, membuat pikiran Desta sama sekali tidak bisa tenang. Setelah mengemasi semua barang-barang nya, Desta langsung saja pergi keluar dari apartemen Candra tanpa berpamitan lagi kepada laki-laki itu.


"Ada apa dengan gadis itu?" gumam Candra yang begitu penasaran.


Candra berpikir bahwa ia lebih baik pergi menyusul Desta saja ketimbang ia terus merasa penasaran dengan apa yang terjadi kepada gadis itu. Ia sama sekali tidak memikirkan tentang keluarga kekasih nya yang sama sekali tidak menginginkan dirinya ada di rumah itu, saat ini ia hanya ingin Desta menjelaskan sesuatu hal hingga gadis itu sama sekali tidak memperdulikan diri nya.


Namun, ketika Candra ingin keluar dari gerbang apartemen tiba-tiba ia malah di hadang oleh beberapa orang dan melarang nya untuk keluar dari halaman apartemen tersebut. Candra kebingungan kenapa orang-orang itu melakukan hal itu kepada nya. Tapi, ia tidak tahu bahwa orang-orang yang menghadang nya saat ini adalah suruhan tuan Bisma sendiri. Ia ingin laki-laki itu berhenti mengejar Desta dan tidak ikut campur dengan semua urusan mereka.


Desta yang sebelumnya pulang terburu-buru kerumah kini sudah tiba di rumah. Gadis itu langsung saja membungkuk di bawah kaki kedua orangtua nya dan terlihat memohon supaya tidak melakukan hal itu kepada nya.


"Kau terlalu keras kepala dan sangat sulit untuk di atur! Sebaiknya tinggal lah saja di luar negeri, disana kau bisa dengan bebas melakukan apa yang kau mau. Karena tidak akan membuat Papi menjadi malu dengan sikap mu yang memalukan itu!" ucap tuan Bisma dengan panjang lebar, hingga Desta sendiri sampai semakin merasa sangat panik mendengar ucapan ayah nya itu.


"Papi, Desta mohon jangan memaksa ku untuk pergi keluar negeri!"


"Kau harus tinggal disana! Itulah yang terbaik!" sahut nyonya Jesika yang juga setuju dengan ide suami nya.


Desta pun semakin kebingungan dengan sifat ibu nya yang sama sekali tidak berpihak lagi kepada nya. Begitu juga dengan tuan Bisma, ia tak biasanya mendengar istri nya yang telah mendukung keputusan nya karena biasanya istri nya itu selalu protes dan tidak pernah setuju ketika berurusan dengan Desta. Tapi, sekarang semuanya terlihat benar-benar berbeda dari istri nya itu.


"Apa yang terjadi pada nya?!" gumam tuan Bisma dalam hati nya.

__ADS_1


Serena dan Bram yang baru saja keluar dari kamar. Tampak kebingungan dengan suasana yang terjadi, kedua orang itu sama sekali masih belum tahu apa yang terjadi saat ini tapi mereka berdua tetap memilih untuk bergabung di sofa tamu saja karena kebetulan Brama juga ingin membicarakan sesuatu hal yang begitu penting tentang kecelakaan itu.


"Papi, sudah membelikan tiket untuk penerbangan mu. Dan kau harus mempersiapkan diri mu!"


"Lalu bagaimana dengan janin yang aku kandung, Pi?"


"Bukankah kekasih mu sebelumnya tidak menginginkan janin itu, kan? Jadi, Papi juga tidak punya pilihan lain!"


Desta terdiam, ia pun seketika berpikir bahwa ayah nya sebelum nya telah mendengar perbincangan nya dengan Candra saat di rumah sakit itu.


"Apa alasan Papi tidak merestui hubungan kita berdua?!"


"Laki-laki itu sama sekali tidak jelas statusnya! Takut nya kau malah menikah dengan seorang laki-laki yang tak bertangungjawab kepada mu lalu meninggalkan mu setelah mendapatkan apa yang ia mau, Desta! Apa kau masih belum paham jiga, hah?!" Nyonya Jesika tampak greget dengan anaknya yang terlihat begitu bodoh itu.


"Tapi aku mencintai nya, Mi."


"Mulut mu itu selalu saja mengatakan bahwa kau mencintai laki-laki yang kau bawa pulang ke rumah ini. Apa kau benar-benar mengerti apa itu 'cinta' Desta? Mami, rasa tidak! Kau sama sekali belum mengerti dengan semua hal itu, jadi sebaiknya kau turuti saja keputusan Papi mu sebelum nya supaya kau bisa lebih dewasa sedikit dan tidak bertindak sesuka hati mu hingga membuat keluarga ini menanggung malu karena ulah mu itu!" jelas nyonya Jesika dengan pangjang lebar.


"Mami! Mami kenapa seperti ini?!"


"Memang nya, ada apa dengan, Mami?"


"Mami, terlihat sangat berbeda! Tidak seperti yang Desta kenal sebelum nya! Biasanya Mami selalu mendukung keputusan Desta, tapi sekarang kenapa Mami malah menyetujui keputusan, Papi?!"


"Desta! Segera pergi ke kamar mu dan kemas barang-barang mu kedala cover!" sahut tuan Bisma yang tak ingin merasa pusing lagi membahas masalah Desta.

__ADS_1


"Desta, itu adalah jalan satu-satu nya untuk mu! Jika kau terus berada di disini! Lama-lama kau akan tahu kebenarannya dan Mami tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" gumam nyonya Jesika dalam hati nya.


__ADS_2