Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Menemukan Sebuah Jejak


__ADS_3

Melihat istri nya sama sekali tidak mau mendengarkan perkataan nya membuat Bram hanya bisa pasrah saja. Ia juga tidak mungkin terus memaksa istri nya untuk pulang ke rumah sedangkan istri nya sendiri begitu keras kepala dan tidak mau mendengar apa yang ia katakan, padahal Bram sendiri sudah berulangkali menakut-nakuti Serena tapi sayangnya wanita itu sama sekali tidak terlihat takut dan justru malah mengajak dirinya untuk segera mencari ketiga orang yang sedang bersembunyi saat ini.


"Sayang, perhatikan langkah mu! Disini terlalu banyak duri dan bisa saja melukai kaki mu!" peringat Bram.


"Bram, dari tadi kau terus mengoceh tidak jelas. Sekarang kuping ku hampir saja tuli!"


"Ya, maafkan aku, Sayang. Aku hanya mengingatkan mu saja dan ini semua demi kebaikan mu. Kau tahu, jika kau terluka maka aku akan sangat khawatir."


"Mas Bram sendiri bilang sebelum nya supaya aku tidak terlalu khawatir berlebihan. Tapi, sekarang kenapa Bram yang jadi seperti itu?"


"Stt! Berhentilah mencoba mengalihkan pembicaraan! Sebaiknya dengarkan aku saja dan perhatikan jalan mu!" ucap Bram dengan tegas, padahal ia sendiri yang mencoba menghindari dari pertanyaan istri nya. Karena Bram juga bingung bagaimana caranya ia menjelaskan kepada Serena sehingga ia dengan cepat mengalihkan pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah cukup menelusuri hutan, Bram rasa ketiga orang itu tidak sedang bersembunyi di sekitar tempat itu. Ia pun berpikir lebih baik mengajak istri nya kembali ke tempat semula saja. Namun, Serena malah bersih keras untuk mengajak Bram untuk tetap melangkah maju.


"Sayang, sebaiknya kita berdua kembali saja. Kau lihat tidak tanda-tanda jejak mereka memasuki hutan ini dari tadi."


"Kata siapa? Coba Mas Bram lihat baik-baik!"


Bram langsung saja melihat ke arah dimana istri nya memperlihatkan sesuatu untuk diri nya dan ternyata itu adalah sebuah jepitan rambut yang tak lain milik Melisa sendiri.


"Bagaimana? Apa kita berdua akan pergi melangkah ke depan menemukan ketiga orang itu? Atau kembali saja?"


"Itu bergantung pada mu saja. Karena jika aku mengajak mu kembali, belum tentu kau mau, kan?"

__ADS_1


Mendengar ucapan suami nya seperti itu membuat Serena langsung saja tersenyum manis. Ia tentunya akan memilih untuk mencari ketiga orang itu ketimbang harus kembali dengan tangan kosong. Serena pun melangkah mengikuti jejak kaki yang tampak samar-samar terlihat dan ternyata ketiga orang itu telah berusaha menutupi jejak kaki yang ada di tanah memakai rumput serta dedaunan sehingga ketika orang yang tidak teliti sama sekali jelas tidak akan bisa melihat nya.


Sekarang Bram dan Serena mengikuti jejak kaki tersebut hingga beberapa meter melangkah pada akhirnya mereka berdua menemukan sebuah gubuk tua lagi sama seperti sebelumnya namun tempat yang berbeda.


"Aku rasa ketiga orang itu bersembunyi disini, Mas."


"Kau benar, Sayang. Kita berdua harus berhati-hati takutnya ketiga orang itu mengetahui kehadiran kita berdua."


Perlahan-lahan Serena dan Bram mendekati gubuk tua itu. Lalu mereka berdua mendengar suara perdebatan antara ketiga orang itu membahas tentang masalah pertempuran yang sedang terjadi saat ini. Sepertinya ketiga orang itu sedang menyusun strategi namun salah satu dari ketiga nya tidak setuju sehingga terdengar begitu ribut.


"Mas Bram, segera nyalakan ini saja!" bisik Serena langsung saja memberikan sebuah benda yang jelas dapat meledakan gubuk tua itu berserta orang-orang yang ada di dalam nya.

__ADS_1


__ADS_2