Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Sebuah Foto


__ADS_3

"Dok, apa kau tidak salah bicara?" tanya tuan Bisma yang sama sekali tidak mempercayai omongan dokter Davin.


"Benar, Tuan Bisma. Saya sama sekali tidak salah bicara dan Nona Serena tidak lagi harus duduk di kursi roda itu lagi."


"Sebaiknya Dokter pergi beristirahat lah saja. Mungkin dokter sedang kelelahan menangani pasien yang cukup banyak hari ini!"


Saking merasa masih tidak mempercayai omongan dokter, tuan Bisma malah berbicara ngawur hingga dokter Davin menjadi bingung mendengar ucapan nya. Bahkan Davin menatap ke arah Bram berharap menantu tuan Bisma bisa menjelaskan semuanya. Sedangkan Bram sendiri hanya mengangkat kedua bahu nya saja seolah-olah tidak tahu apa-apa, padahal Bram sendiri mengerti apa yang dikatakan oleh mertua nya itu.


Bram merasa sangat senang mendengar kabar bahwa istri nya bisa pulih kembali seperti dulu lagi. Ia sama sekali tidak sabar menantikan momen itu, terutama ia juga tidak sabar melihat senyuman bahagia istri nya saat mengetahui dirinya bisa kembali berjalan seperti dulu lagi.


"Sayang, cepatlah sadar. Aku tidak sabar mengatakan kabar bahagia ini untuk mu," gumam Bram dalam hati nya sambil memeluk punggung tangan Serena dengan begitu erat dan sesekali dirinya juga mencium dengan lembut tangan istri nya itu.


Hari sudah malam, Bram terlihat senantiasa berada di samping Serena tapi wanita itu masih belum juga sadarkan diri. Namun, ketika Bram berniat ingin pergi ke kamar mandi tiba-tiba ia melihat kedua mata Serena tampak berkedip. Bram langsung saja terdiam sebentar menatap ke arah istri nya dan memastikan bahwa apa yang ia lihat barusan tidak salah, ia bahkan tanpa sadar menahan nafas nya serta kedua matanya cukup lama tidak berkedip demi memastikan semuanya.


"Serena, bangunlah!" ucap Bram yang masih belum juga melihat Serena mengedipkan mata nya lagi, tapi setelah dirinya memegang erat kedua tangan wanita itu seketika ia merasakan tangannya di genggam oleh istri nya. Bram langsung saja tampak bersemangat menantikan istri nya bangun membuka kedua mata nya.


"Bram ..." Walaupun belum sepenuhnya sadar, tapi Serena spontan menyebutkan nama suami nya. Bram yang mendengar nya merasa sangat terharu, ia pun mengelus rambut Serena dengan lembut sambil mencium punggung tangan istri nya dengan penuh kasih sayang.


"Serena Sayang, bangunlah. Aku sangat menantikan mu."


Serena kini perlahan-lahan membuka kedua kelopak mata nya. Penglihatan nya masih terlihat masih samar-samar, tapi ia sama sekali tidak ingin putus asa dan tetap mencoba membuka kedua matanya walaupun rasanya terasa begitu berat, tapi Serena sama sekali tidak ingin menyerah apa lagi ketika mendengar suara Bram yang terdengar begitu nyaring di telinga nya membuat Serena pada akhirnya sudah benar-benar kembali sadar. Melihat Bram ada di samping nya, Serena merasa sangat bahagia walaupun ia sama sekali masih belum bisa mengekspresikan senyuman nya tapi dihatinya ia bisa merasakan kebahagiaan itu.


"Mas Bram, kau baik-baik saja, kan?"


"Hem, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?"

__ADS_1


"Tubuh ku entah kenapa terasa begitu ringan sekali bahkan kedua kak—" ucap Serena terpotong, saat ia tanpa sengaja mengerakan kedua kaki nya dan ia merasa bahwa kedua kakinya benar-benar terasa begitu aneh.


Serena terus berulang kali mengerakan kedua kakinya, ia merasa apa yang terjadi pada nya saat ini terasa seperti mimpi bagi nya.


"Kedua ... kaki ku?"


"Tidak! Ini tidak mungkin! Sepertinya ini hanyalah mimpi ku saja!"


Serena terus bergumam dalam jati hati nya. Karena ia sendiri masih belum mempercayai bahwa kedua kakinya bisa digerakkan bahkan ia berpikir mungkin ia masih belum bangun dari tidur nya.Tapi, melihat Bram tersenyum menatap ke arah diri nya Serena merasa ia sama sekali tidak bermimpi dan kedua kakinya sudah benar-benar dapat digerakkan kembali seperti dulu lagi.


"Mas Bram, apa yang terjadi pada ku?"


"Sekarang kau tak perlu duduk dikursi roda lagi. Karena kau sudah bisa berjalan kembali normal lagi seperti dulu," ucap Bram dengan penuh semangat.


"Be—benarkah?"


"Ini bukan mimpi kan, Mas?"


"Tidak! Ini benar-benar nyata."


Serena langsung saja memeluk Bram sambil menangis sesegukan. Berjalan normal seperti yang lainnya tentu saja itu adalah harapan besar di hidup Serena selama ini. Apa lagi sekarang ia telah memiliki seorang suami membuat Serena sudah tidak sabar lagi menikmati kebersamaan dengan orang yang ia cintai.


Tuan Bisma yang baru saja kembali dari luar tanpa sengaja melihat pemandangan yang begitu mengharukan. Ia berharap anak dan menantu nya bisa hidup bahagia untuk selama nya, bahkan tuan Bisma tiba-tiba berharap mendapatkan cucu secepatnya dengan begitu rumah nya akan semakin ramai dengan kehadiran seorang anak kecil. Tapi, ia kembali teringat dengan keadaan Serena yang baru saja pulih dari lumpuh nya yang sudah bertahun-tahun lama nya itu, sehingga ia lebih baik membiarkan kedua orang itu menikmati kebersamaan terlebih dahulu dengan sepuasnya.


"Ehem!" Tuan Bisma langsung saja berdehem dengan cukup nyaring, lalu ia pun mendekati kedua orang itu dan membicarakan masalah kecelakaan yang baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Aku sudah mendapatkan rekaman CCTV-nya serta plat truk yang menabrak kalian berdua sebelumnya," jelas tuan Bisma.


"Ayah, sudah mendapatkan nya secepat itu?"


"Kau tidak perlu ikut membahas hal ini. Sebaiknya kamu lebih banyak beristirahat saja," ucap tuan Bisma yang tak ingin membuat anaknya kelelahan hanya karena memikirkan semua masalah yang terjadi. Apa lagi Serena baru saja menjalani operasi di bagian kepala nya karena telah mengalami sedikit robekan sehingga harus ada sedikit perbaikan oleh dokter.


"Kau dengar apa yang dikatakan Ayah barusan? Sebaiknya kamu tidurlah lagi, jangan terlalu banyak bergerak," sahut Bram.


Serena pun akhirnya terpaksa melakukan apa yang telah dikatakan oleh ayah dan suami nya itu. Tapi, ia sama sekali tidak ingin tidur dan tetap terjaga karena ia sendiri sudah merasa sangat bosan jika terus menerus tidur dan rasanya Serena sudah tidak sabar untuk menggunakan kedua kaki nya berjalan kembali seperti dulu lagi.


"Aku tidak mengenal siapa orang nya, hanya saja kendaraan yang di pakai oleh orang ini malah di temukan di dalam jurang. Tapi, pengemudinya sama sekali tidak di temukan berada di sekitar tempat itu," jelas tuan Bisma yang baru saja mendapatkan laporan dari salah satu pengawalnya beberapa waktu yang lalu.


"Sebelumnya, aku telah melihat seorang laki-laki ingin menikam Mas Bram dari arah belakang saat Mas Bram asik membeli bunga. Dan semua yang terjadi berawal dari situ!" sahut Serena yang masih saja teringat dengan jelas kejadian itu.


"Orang itu bukanlah pelaku yang sebenarnya. Dia hanya suruhan orang saja."


"Apa Mas Bram ingat sosok gadis yang ada di restoran sebelumnya?" tanya Serena.


"Memang nya kenapa? Aku kan tidak melihat wajah nya."


"Sesudah kecelakaan itu, aku melihat sendiri dia tersenyum senang menatap ke arah ku. Dan dimana ponsel ku?"


"Ini."


"Kau lihatlah foto gadis itu di ponsel ku! Siapa tahu kau mengenalnya."

__ADS_1


Bram pun langsung saja membuka galeri yang ada di ponsel Serena dan melihat apa yang dikatakan oleh istri nya barusan. Setelah melihat foto itu, Bram seketika terdiam lalu menatap ke arah mertua nya yang saat ini begitu penasaran kenapa menantu nya menatap nya seperti itu kepada nya.


__ADS_2