Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Marvel Dan Desta


__ADS_3

"Marvel, aku rasa kamu tidak perlu pulang ke rumah. Sebaiknya kamu menginap lah di rumah ku saja. Kamu mau, kan?" Desta berusaha untuk menahan kekasih nya untuk tidak pulang ke rumah sedangkan Marvel terus memainkan peran nya sebagai seorang laki-laki yang baik di mata kedua mertua nya, termasuk mertua laki-laki yang jelas terlihat tidak menyukai dirinya.


Tuan Bisma menjadi kesal mendengar anak nya sana sekali tidak menghargai dirinya sebagai seorang ayah. Seharusnya Desta berbicara terlebih dahulu kepada nya namun gadis itu malah mengambil sebuah keputusan tanpa campur tangan dari nya. Dan lebih kesal lagi, tuan Bisma kepada istri nya Jesika seharusnya istri nya memberikan teguran kepada anaknya tapi istri justru mendukung apa yang anaknya lakukan.


"Desta! Segeralah masuk kedalam kamar mu!" ucap tuan Bisma dengan dingin. Tapi, Desta sama sekali tidak menghiraukan perkataan ayah nya. Gadis itu terlihat seolah-olah tidak takut lagi kepada ayah nya tidak seperti sebelumnya, Desta tidak akan bisa berkutik jika dirinya hanya berbicara beberapa kata saja namun sekarang Desta benar-benar terlihat berbeda.


Tuan Bisma mengepalkan kedua tangannya, ia tak menyangka anaknya sudah mulai menjadi anak pembangkang. Bahkan ia sudah tidak bisa menahan diri lagi hingga ia sampai memukul meja tamu dengan sekuat mungkin.


Semua orang yang berada di ruang tamu sangat terkejut dan sekaligus merasa ketakutan. Mereka semua terlihat sama sekali tidak berkutik sedikitpun.


"Kamu! Pergilah!" usir tuan Bisma kepada Marvel yang saat ini begitu menyukai pertunjukan yang begitu menarik di mata nya.


"Sayang, seperti nya aku harus pulang padahal di luar sana sedang hujan deras sedangkan aku hanya memakai motor saja!" ucap Marvel, ia pun memperlihatkan wajah sedih nya kepada Desta dengan begitu gadis itu akan berusaha menahan dirinya.


"Kau tenang saja! Suami ku memiiki jas hujan, kau bisa memakainya sekalian saja untuk mu!" sahut Serena, ia benar-benar muak dengan kekasih saudara nya itu yang berusaha untuk mencari perhatian.


"Sebentar! Aku akan mengambil nya!" ucap Bram, laki-laki itu dengan cepat pergi ke kamar nya lalu memberikan jas hujan itu untuk Marvel dan ia tidak menyangka istri nya begitu pandai membuat Marvel tidak dapat mencari alasan lagi untuk tidak pulang ke rumah.


"Kedua orang ini benar-benar membuat ku kesal! Tunggu saja, permainan masih belum di mulai!" gumam Marvel dalam hati nya. Ia pun dengan sangat terpaksa mengambil jas hujan berada di tangan Bram.


"Biarkan aku mengantarkan mu!" ucap Bram karena ia sangat ingin mengatakan sesuatu pada laki-laki itu saat ini.


Setelah berpamitan pulang, Marvel dan Bram pergi keluar dari rumah. Namun, Bram dengan cepat mencekik Marvel hingga laki-laki itu tak berdaya merasakan rasa sakit di lehernya. Tapi, sayangnya Bram tetap berusaha untuk menahan diri sehingga ia segera melepaskan tangannya dari leher Marvel, sehingga laki-laki itu bisa bernafas dengan lega sedangkan Marvel sama sekali tidak menyangka Bram melakukan serangan kepada nya secara mendadak.


"Ku peringatkan kau untuk tidak datang kemari lagi!" ucap Bram dengan dingin tapi Marvel malah tersenyum mengejek.


"Kau pikir aku mau menuruti perkataan bodoh mu itu?!" Marvel terlihat menyepelekan apa yang dikatakan oleh Bram.

__ADS_1


"Aku akan mem—"


"Mas Bram! Segeralah masuk!" ucap Serena yang tiba-tiba saja muncul di belakang nya.


Melihat Serena berada di depan pintu membuat Bram membatalkan niatnya untuk tidak mengatakan sesuatu hal yang mengerikan kepada Marvel.


"Ayo, segeralah masuk!" ajak Serena, ia tahu sendiri apa yang telah dilakukan oleh kedua laki-laki itu barusan tapi ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu.


Di ruang tamu, terlihat Desta masih terlihat begitu kesal terhadap ayah nya yang malah menyuruh kekasih nya untuk pulang. Padahal ia sangat berharap kekasih nya itu menginap malam ini dengan begitu ayah nya bisa perlahan-lahan saling mengenal satu sama lain.


"Papi, kenapa malah menyuruh nya pergi? Apakah Papi tidak menyukai nya?!"


"Kau benar, Desta! Papi, sama sekali tidak menyukai laki-laki itu sebaiknya segera putus hubungan dengan nya!"


Desta mendengar nya semakin membenci ayah nya. Tapi, tatapan nya malah tertuju ke arah Serena karena ia rasa kakak tiri nya itulah penyebab ayah nya sampai seperti itu kepada nya. Padahal sebelum nya ayah nya sama sekali tidak melarang dirinya untuk berpacaran dengan siapapun namun sekarang ayah nya malah terang-terangan bersikap tidak suka kepada kekasih nya itu.


"Diam!" ucap tuan Bisma dengan dingin.


"Pi, aku rasa perkataan Mami memang benar!" sahut Desta yang kini semakin menjadi pembangkang.


"Jika aku yang memilih nya, berarti dia adalah sosok suami yang sangat pantas untuk anak ku. Baik dia miskin ataupun kaya, Papi sama sekali tidak mempermasalahkan nya. Hal yang utama adalah dia sosok laki-laki yang menyayangi anak ku dan tak akan berkhianat!" jelas tuan Bisma dengan tegas.


Desta dan ibu Jesika benar-benar murka melihat Serena dan suami nya. Mereka berdua berpikir sepasang suami istri itu jelas merasa sangat bahagia saat ini.


"Tunggu saja! Rumah tangga kalian berdua akan segera aku hancurkan!" gumam Desta dalam hati nya dan ia akan membuktikan bahwa Bram sama sekali tidak seperti yang di katakan oleh ayah nya barusan.


"Nak Bram, besok kau ikutlah aku ke kantor."

__ADS_1


"Baik, Ayah."


Serena melihat ayah nya begitu mempercayai suami nya merasa sangat bahagia. Ia berharap Bram juga tidak akan mengecewakan ia dan ayah nya yang selama ini selalu percaya kepada nya.


***


Pagi hari, Bram terlihat sudah begitu rapi memakai semua pakaian nya untuk bersiap-siap pergi ke kantor bersama dengan tuan Bisma. Sedangkan Serena masih saja tidur nyenyak di atas kasur namun Bram sama sekali tidak mempermasalahkan nya, justru laki-laki itu malah mencium kening istri nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Tidurlah yang nyenyak Istri ku!" gumam Bram dalam hati nya. Lalu ia pun menemui ayah mertua nya yang saat ini sedang berada di meja makan untuk menikmati serapan pagi.


"Nak Bram, segeralah serapan bersama ku!" ajak tuan Bisma.


Bram langsung saja duduk di kursi untuk menikmati serapan pagi yang sudah di hidangkan di atas meja. Tapi, laki-laki itu tidak lupa untuk menyiapkan serapan pagi untuk istri nya karena ia tahu sikap para pembantu di rumah itu sama sekali tidak pernah menghargai istri nya.


"Nak Bram, itu untuk siapa?"


"Untuk Serena, Ayah."


"Gadis itu memang dari kecil sangat manja dan Ayah bersyukur jika kamu memperlakukan nya dengan sangat baik."


Bram hanya tersenyum saja mendengar ucapan ayah mertua nya, lalu ia pun lansung saja mengantarkan makan dan minum untuk istri nya di kamar. Tapi, ia malah melihat istri nya duduk sambil memainkan ponsel nya.


"Sudah bangun?"


"Hem, baru saja."


"Kalau begitu segeralah mandi. Aku akan membopong mu kedalam kamar mandi."

__ADS_1


"Tidak perlu, Mas. Aku bisa sendiri, kok. Lagian Mas sebentar lagi ikut ayah pergi ke kantor."


__ADS_2