Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Perut Buncit


__ADS_3

Setelah mengantarkan Desta melakukan USG, kini Bram mengajak Desta dan Juan pergi bersama ke mall. Awalnya Desta begitu engan untuk jalan-jalan, tapi ketika dibujuk oleh Serena pada akhirnya Desta pun setuju dan kebetulan ia juga teringat dengan dirinya yang ingin membeli beberapa pakaian.


Akhir-akhir ini Desta mulai merasa sedikit sesak memakai pakaian yang biasanya ia pakai saat masa belum hamil, tapi sekarang semuanya terasa begitu berbeda dan Desta benar-benar sudah tidak nyaman lagi dengan pakaian nya yang dulu, sekarang ia akan membeli beberapa pakain dengan ukuran yang lebih besar lagi dengan begitu ia bisa bergerak lebih leluasa lagi. Terutama dengan perut nya yang sudah mulai membuncit itu tentunya tidak mungkin memakai pakaian yang dengan ukuran yang biasanya ia pakai.


"Serena, bagaimana dengan pakain ini? Apakah muat untuk ku?" tanya Desta yang kebingungan melihat pakai khusus untuk ibu hamil.


"Ini sedikit kekecilan! Cobalah yang ini saja." Serena langsung saja memberikan sebuah pakain daster yang terlihat begitu nyaman untuk dipakai.


"Ternyata harga nya cukup mahal juga."


"Ini daster import kain nya juga sangat nyaman di pakai dan tidak membuat mu merasa gerah apa lagi dalam keadaan hamil seperti ini," jelas Serena hingga membuat Desta menjadi tertarik untuk memilih pakain yang dipilih oleh Serena saja.


"Baiklah, jadi aku harus membeli berapa pakain?"


"Beli 3 saja dengan warna yang berbeda, kemudian beli beberapa merk yang berbeda lagi."

__ADS_1


"Terimakasih saran nya, Serena."


"Hem, sama-sama."


Juan dan Bram hanya bisa menatap kedua wanita itu dalam diam saja. Mereka berdua sendiri sangat bingung apa yang harus dilakukan, melihat barang-barang di sekitar mall itu terasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang menarik hati.


"Ini sudah jam 3 sore, tapi mereka berdua masih belum terlihat capek ataupun ingin pulang dari tadi," ucap Bram yang kini sudah mulai jenuh menunggu Serena dan Desta yang tak kunjung selesai berbelanja.


"Hampir sudah menjadi kebiasaan para wanita seperti itu," sahut Juan yang sebenarnya juga merasa jenuh melihat Desta dan Serena masih betah berkeliling di mall mencari barang-barang yang di sukai oleh kedua gadis itu.


"Aku rasa mereka berdua sudah lapar, tapi akibat terlalu asik berbelanja hingga melupakan perut yang sudah kosong itu dari tadi."


Bram pun tidak ingin membuat istri nya menjadi sakit hanya karena telat makan. Ia pun langsung saja menghampiri Serena lalu menarik tangan wanita itu pergi ke salah satu restoran yang ada didekat sekitar tempat tersebut.


"Aku rasa sudah saat nya mengisi perut mu," ucap Bram yang tak ingin mendengar Serena protes.

__ADS_1


"Dudulah! Dan tunggu disini!" ucap Bram dengan tegas.


Melihat Bram telah membawa Serena pergi makan, Juan rasanya sangat ingin menarik tangan Desta lalu meminta wanita itu juga mengisi perutnya. Apa lagi dalam keadaan hamil seperti itu, sudah jelas tidak boleh melupakan kesehatan termasuk jadwal makan yang harus teratur.


"Kau tidak ingin makan?" tanya Juan dengan sangat hati-hati ketika Desta masih saja sibuk memilih tas.


"Makan?" Desta terlihat sedang berpikir sebentar, lalu ia pun dengan cepat meminta Juan untuk memesan makanan untuk dirinya.


"Dimana Serena dan Bram?"


"Mereka berdua ada di restoran itu!" tunjuk Juan.


"Kenapa kau tidak mengatakan nya dari tadi?"


"Kamu terlalu sibuk berbelanja, sehingga aku tidak ingin menganggu mu."

__ADS_1


__ADS_2