Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Mendadak Menikah


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Desta, Dok?"


"Akhirnya dia telah berhasil melewati masa kritis nya dan sekarang hanya tinggal janin di dalam kandungan nya saja. Saat ini janin nya benar-benar masih lemah."


Tuan Bisma turut prihatin dengan apa yang di alami oleh anaknya itu. Walaupun anak nya telah hamil diluar nikah tapi janin di dalam kandungan nya sama sekali tidak berdosa dan tidak seharusnya menanggung perbuatan ibu nya yang sangat keterlaluan itu. Ia berharap dokter yang menangani anaknya bisa berusaha menyelamatkan janin di dalam kandungan Desta. Janin itu tentu nya juga berhak untuk bernafas dan hidup di dunia ini sama seperti manusia yang lainnya.


Namun, ketika tuan Bisma baru saja tersadar dari lamunan nya. Ia melihat Juan baru saja datang mengambil beberapa keperluan dari rumah dan menyimpan nya di dalam kemarin yang sudah tersedia di ruangan itu. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba memikirkan tentang mencarikan seorang wanita untuk dijadikan istri Juan saat ini dan tentunya wanita itu adalah Desta sendiri. Jika dengan Juan, tuan Bisma merasa laki-laki itu lebih baik dari Candra yang telah menghamili anak nya.


"Juan! Kemarilah!" ucap tuan Bisma tanpa berpikir panjang lagi untuk membicarakan tentang perjodohan itu.


"Ada apa, Tuan."


"Duduklah di dekat ku."


Juan tidak langsung duduk karena melihat sikap aneh tuan nya itu membuat nya engan untuk duduk dan memilih untuk tetap berdiri saja. Tapi, tuan Bisma terus memaksa nya untuk duduk hingga sampai menarik tangannya supaya bisa duduk di dekatnya. Serena dan Bram yang melihat hal itu saling bertatap muka kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh tuan Bisma saat ini.


"Ada apa, Tuan? Kenapa Tuan seperti ini kepada saya?" Juan hendak berdiri lagi tapi lagi-lagi tuan Bisma menarik pergelangan tangannya hingga ia kembali duduk.


"Bagaimana jika kau saja yang menjadi Suami anak ku?" tanya tuan Bisma dengan spontan karena diri nya sama sekali tidak ingin bertele-tele membahas sesuatu hal yang begitu serius untuk nya.


"Ma—Maksud Tuan Bisma apa?"


"Kau jadilah Ayah dari janin yang ada di dalam kandungan Desta anak ku. Apa kau bersedia? Aku harap kau sangat bersedia."


"Kenapa Tuan Bisma bisa berkata seperti itu? Bukankah nona Desta sendiri memiliki seorang laki-laki yang ia cintai? Kenapa harus menikahkan saya?"


Bram dan Serena saling menganggukkan kepala nya masing-masing sambil bertatap mata satu sama lain karena mereka berdua berpikir apa yang dikatakan oleh Juan memang benar. Tapi, disisi lain Candra bukanlah sosok laki-laki yang bertangungjawab dan sama sekali tidak pantas untuk menjadi seorang ayah untuk janin yang ada di dalam kandungan Desta.

__ADS_1


"Karena kau sangat pantas untuk nya!" ucap tuan Bisma dengan sangat tegas.


"Nona tidak mencintai saya. Jadi tidak ada alasan untuk menikahkan nya dengan sayan, Tuan. Sebaiknya c?menikahkan nona Desta dengan pilihan nya saja." Juan tentunya sangat syok mendengar dirinya yang tiba-tiba disuruh untuk menikahkan dengan anak majikan nya dan rasanya benar-benar tidak pantas untuk dilakukan.


"Apa kau tidak tahu kisah tentang Serena dan Bram sebelum nya? Aku rasa kau jelas mengetahui nya semuanya, Juan. Dan aku tidak perlu menceritakan nya lagi, bukan?"


Juan pun seketika terdiam, Serena dan Bram sebelum nya memang di nikahkan secara mendadak tanpa saling mengenal satu sama lain. Tapi, sekarang kedua orang itu sudah saling mencintai bahkan saling berkorban satu sama lain hanya karena cinta. Namun, Juan sama sekali tidak yakin dengan diri nya karena takdir manusia tentu saja berbeda-beda dan kehidupan cinta nya belum tentu bahagia sama seperti kedua orang itu sehingga Juan tetap menolak perjodohan itu.


Tuan Bisma pun pada akhirnya pasrah saja, ia juga tidak ingin terlalu memaksa pengawal nya untuk menikah dengan anaknya. Ia tahu apa yang telah ia lakukan barusan benar-benar sangat memalukan. Tapi, demi membuat harga diri anak nya ia rela merendahkan diri nya sendiri.


"Baiklah, jika itu keputusan mu aku tidak akan memaksa mu lagi," ucap tuan Bisma yang sudah sangat pasrah sekarang.


"Tuan Bisma, saya ingin memberikan sesuatu untuk Tuan." Juan seketika teringat dengan sesuatu hal yang begitu penting untuk di perlihatkan kepada majikannya itu, ia pun mengeluarkan ponsel nya laku memperlihatkan sebuah rekaman video tentang awal mulanya kenapa Desta bisa sampai terjebur kedalam kolam renang sebelum nya.


Tuan Bisma seketika murka saat melihat istri nya sama sekali tidak menolong Desta disaat anaknya benar-benar membutuhkan pertolongan dari nya. Dan istri nya bahkan sampai pergi begitu saja tanpa memperdulikan anak nya yang sedang mempertaruhkan nyawa nya.


"Mas Bram, kenapa dia sampai melakukan hal ini kepada Desta?"


"Dia memang ibu mertua yang tak berperasaan!" Bram tentunya ikut merasa geram dengan sikap nyonya Jesika. Ia tak menyangka nyonya Jesika sama sekali tidak mau berhenti melakukan sesuatu hal yang tak senonoh kepada Desta.


"Kita berdua harus segera menghentikan nya," ucap Serena yang tak ingin ibu tirinya semakin bertingkah.


"Aku rasa juga begitu."


"Sayang, apa kau ingin ikut dengan ku keluar sebentar untuk mencari makanan?" tanya Bram yang sudah saat nya mencari makan malam untuk mereka semua.


"Boleh, Mas," ucap Serena dengan penuh semangat. Ia pun langsung saja membawa tas kecil nya dan mengikuti Bram pergi keluar mencari makanan.

__ADS_1


"Kita berdua mencari makanan di restoran apa?"


"Apa yang kau suka saja."


"Baiklah, kita akan pergi ke restoran yang di seberang itu saja!" tunjuk Serena kepada restoran yang tampak begitu ramai itu, ia yakin jika banyak pengujung yang datang pasti rasa makanannya jelas tidaklah buruk.


"Di situ saja? Tidak ke tempat lain?"


"Hem, tidak! Aku ingin mencoba rasa makanan yang di tempat itu."


Bram tentunya setuju, ia juga penasaran dengan rasa makanan yang ada di restoran tersebut. Sehingga ia pun langsung saja mengengam tangan Serena dengan erat lalu melangkah bersama dengan begitu mesra.


Namun, kedua orang itu sudah jelas telah di perhatikan oleh seseorang yang tak jauh dari rumah sakit itu. Tampak nya orang itu sama sekali tidak menyukai kemesraan yang telah dilakukan oleh kedua orang itu.


"Aku harus segera menyingkirkan mereka berdua!" gumam orang itu yang tak lain mantan istri Bram sendiri. Ia sama sekali tidak tenang ketika melihat mantan suami nya malah bahagia dengan wanita lain.


"Mas Bram, sepertinya kita berdua harus mengantri lebih dulu," ucap Serena yang masih saja terlihat begitu semangat ikut antrian untuk pertama kalinya bersama dengan Bram. Serena merasa momen saat ini benar-benar sangat menyenangkan untuk dilakukan.


"Jika kamu tidak betah ikut antrian. Sebaiknya ke restoran yang lain saja, bagaimana?"


"Tidak! Ini lebih menyenangkan untuk ku."


"Benarkah?"


"Aku ingin melakukan nya bersama mu. Apa kau tidak keberatan?"


"Selagi Istri ku bahagia aku pun turut bahagia juga."

__ADS_1


__ADS_2