
"Serena, kau membuat ku takut saja!" ucap Bram yang merasa lega ketika melihat istri nya baik-baik saja.
Sedangkan nyonya Jesika sendiri merasa sangat terkejut dan sekaligus tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Padahal ia sudah sangat jelas telah menikam perut Serena tapi ternyata wanita itu malah terlihat baik-baik saja.
"Apa yang terjadi?!" gumam nyonya Jesika merasa sangat kesal melihat Serena malah dalam keadaan baik-baik saja, padahal ia sendiri sangat berharap Serena segera mati di tangannya namun sayangnya ia melihat Serena tersenyum mengejek ke arah dirinya.
"Kau tidak perlu khawatir, Mas Bram. Karena aku sudah memakai pakaian ini!" Serena segera memperlihatkan sebuah pakain anti peluru di balik baju nya, sehingga orang yang berniat jahat kepada nya tidak akan bisa seenak nya melumpuhkan nya.
Sekarang nyonya Jesika akhirnya tahu, kenapa Serena baik-baik saja. Dan ia benar-benar tidak ingin menyerah begitu saja sehingga ia secara diam-diam berlari menuju ke arah Serena untuk menghunuskan senjata tajam ke arah leher Serena. Tapi, Bram yang melihat hal itu dengan cepat menendang perut nyonya Jesika sehingga lagi-lagi ia telah gagal membunuh Serena.
__ADS_1
"Akh! Sialan! Beraninya kau melindungi wanita sialan itu!" Nyonya Jesika bangkit berdiri dengan wajah yang sudah memerah padam saking geram nya dengan Bram karena sudah menggagalkan aksinya. Kali ini ia tidak akan membiarkan siapapun menghalangi nya untuk membunuh Serena segera dan ia pun mulai berlari mendekati ke arah anak tiri nya itu.
"Kau pikir bisa membunuh ku seenaknya?" ucap Serena dengan cepat menendang kepala nyonya Jesika hingga sampai terbentur di dinding.
Nyonya Jesika merasakan kepalanya terasa pusing dan nyeri. Lalu perlahan-lahan ia meraba kepala nya dan ternyata kepalanya terluka akibat mengenai sepatu Serena yang terdapat senjata tajam di bagian luar nya.
Begitu juga dengan Bram sendiri, ia benar-benar bingung melihat sosok istri nya yang begitu berbeda dari sebelumnya. Ia mencoba meminta Serena menjelaskan semuanya untuk nya tapi, tuan Bisma dengan cepat menarik bajunya ke arah belakang hingga Bram sendiri tidak bisa mendengar penjelasan istri.
"Bram, kau tidak lihat apa yang sedang dihadapi oleh istri mu itu? Dia sedang mencoba untuk memberikan pelajaran kepada seorang perempuan yang tidak tahu malu itu! Jadi sebaiknya kau jangan menganggu nya lebih dulu, di rumah juga bisa kamu meminta penjelasan dari nya, bukan?"
__ADS_1
"Kenapa tidak Ayah mertua saja yang menjelaskan nya untuk ku?"
"Sebaiknya tunggu istri mu itu saja, aku begitu malas untuk menceritakan nya."
Bram hanya bisa menghela nafas dengan sabar menghadapi Ayah mertua nya yang terlalu banyak rahasia itu. Ia juga tidak bisa memaksa Ayah mertua nya untuk menjelaskan nya karena itu semua hanyalah percuma saja. Ia tahu sendiri Ayah mertua nya tidak akan mau membuka mulutnya sedikitpun jika sudah berbicara seperti itu kepada nya.
"Baiklah, aku akan menanyakan semuanya dengan sepuasnya ketika di rumah nanti," gumam Bram dalam hati nya, tapi ketika ia tiba-tiba asik melamun ia malah dikejutkan dengan keadaan nyonya Jesika yang sudah diikat dengan sebuah tali kecil.
"Kapan dia melakukan nya?" gumam Bram sambil mengaruk kepala nya yang tidak gatal itu.
__ADS_1