
"Ibu! Aku ingin kalian berdua mengakhiri hubungan yang kalian jalin selama ini!" ucap Serena dengan sangat tegas di hadapan kedua orang yang sedang menatap nya dengan begitu malas. Tapi, Serena sama sekali tidak perduli dengan hal itu semua, ia hanya ingin kedua orang itu menyetujui permintaan nya saat ini. Karena jika kedua orang itu tidak melakukan nya, maka akan ada kedua orang lagi yang akan terluka dengan apa yang telah mereka berdua lakukan selama ini.
"Serena, sebaiknya kau pergilah sekarang! Dan jangan mencoba untuk ikut campur dengan kehidupan ku!"
"Ibu, apa kau tidak memikirkan perasaan Desta? Dia sedang hamil, Bu. Hamil anak dari laki-laki ini!"
"Aku tidak perduli! Dan asal kau tahu, Candra sama sekali tidak mencintai Desta untuk apa dia bertangungjawab dengan semuanya?!"
"Lalu bagaimana dengan Desta, Bu? Apa Ibu sama sekali tidak merasa ada belas kasihan kepada nya? Dia anak Ibu sendiri dan tolong sadarlah!"
"Dia bukan anak ku!"
Serena yang mendengar jawaban nya seperti itu seketika terdiam sebentar. Benarkah Desta bukan anak dari Ibu tiri nya sendiri? Lalu Desta anak siapa jika bukan dari anak kandung ibu tiri nya itu? Banyak pertanyaan yang membuat Serena ingin menanyakan hal itu kepada ibu nya.
"Ibu, apa yang kau katakan barusan?"
"Serena! Sekarang kamu pergilah!" Nyonya Jesika sama sekali tidak ingin berbicara kepada Serena lagi karena jika semakin anak nya itu terus bertanya kepada nya, lama-lama rahasia yang selama ini ia simpan begitu rapat takut nya malah terbongkar.
"Ibu, aku ingin kau menjelaskan apa yang Ibu katakan barusan! Itu sama sekali tidak benar, kan?!"
"Aku hanya asal bicara saja! Kau tidak perlu menganggap nya begitu serius! Sekarang pergilah!"
"Tidak! Aku rasa Ibu benar-benar serius mengatakan nya! Dan tolong katakan yang sebenarnya pada ku!"
"Serena, kau jangan mencoba memaksa ku untuk melakukan apa yang kau inginkan karena aku tidak akan pernah melakukannya!"
"Baiklah, jika Ibu tidak mau mengatakan nya. Aku juga tidak akan menutup rapat masalah ini dan aku akan mengatakan semuanya kepada ayah ku tentang apa yang telah Ibu lakukan selama ini. Dengan begitu ayah ku akan mengurus surat cerai untuk kalian berdua!"
Kali ini nyonya Jesika sama sekali tidak berkuti dengan ancaman yang diberikan oleh anak tiri nya itu. Rasanya ia sangat ingin menyingkirkan Serena dari kehidupan nya, sehingga wanita itu tidak akan bisa lagi membuat dirinya terancam. Jika ia sampai di ceraikan oleh tuan Bisma, harta serta kemewahan yang ia miliki selama ini jelas hilang dan ia tidak akan bisa lagi memiliki nya. Namun, nyonya Jesika masih belum memiliki cara untuk menyingkirkan Serena apa lagi sekarang di samping nya ia telah memiliki seorang laki-laki yang akan melindungi diri nya sehingga ia akan semakin sulit menyingkirkan anak tiri nya itu.
__ADS_1
"Kau benar-benar wanita licik!"
"Dan kau seorang Ibu yang tak tidak tahu diri sama sekali!" balas Serena.
"Kurang ajar!" Nyonya Jesika berniat menampar pipi Serena tapi sayangnya, Bram dengan cepat mengengam tangan nya dari arah belakang. Hingga ia pun kesulitan untuk melayangkan pukulan nya ke arah anak tiri nya itu, sedangkan Serena seketika tersenyum mengejek karena sekarang ibu tiri nya tidak akan lagi mudah menindas dirinya seperti sebelumnya.
"Lepaskan!"
Bram langsung saja menghempaskan tangan nyonya Jesika dengan sangat kasar. Ia pun langsung berdiri di belakang kursi istri nya dan menanyakan apakah Serena baik-baik saja, wanita itu jelas semakin membuat hati ibu nya semakin memanas.
"Candra! Kenapa kau diam saja?!"
"Ini tempat umum dan tidak baik bertengkar," ucap Candra yang hanya sekedar beralasan saja padahal ia sebenarnya sangat takut jika harus berhadapan dengan Bram. Apa lagi ia sadar dengan status nya yang tak dapat dilindungi oleh nyonya Jesika sedikitpun.
"Sebaiknya, kita berdua segera pergi saja! Jangan membuat masalah dengan nya, kau dengar ancaman nya barusan sudah jelas kita berdua akan kalah oleh nya!" bisik Candra hingga nyonya Jesika pun setuju dengan saran kekasih nya itu.
"Ibu! Kenapa kau pergi? Urusan kita masih belum selesai, Bu!" ucap Serena dengan nada mengejek, walaupun ibu nya sudah pergi tapi ketika di rumah ia tentunya tidak akan berhenti membuat ibu nya mengakui semua kesalahan nya.
"Ini sangat menyenangkan, Mas."
"Jika itu membuat mu merasa senang, aku tidak mempermasalahkan nya. Tapi, kau harus tetap jaga diri baik-baik."
"Apa Mas tidak bisa menjaga ku lagi?"
"Serena Sayang, bukan begitu maksud Mas. Jika sewaktu-waktu aku sedang pergi sebentar dan ada masalah secara mendadak, saat itulah kau harus pandai menjaga diri mu dan jangan membiarkan mu terluka lagi. Kau paham sekarang, kan?"
Serena tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi nya yang putih itu. Ucapan suami nya barusan akan selalu diingat baik-baik karena Bram tentunya tidak mungkin selalu ada untuk dirinya di setiap detik.
"Barusan, kenapa kau lama sekali?"
__ADS_1
"Aku kebetulan tidak sengaja bertemu dengan teman lama jadi kita berdua berbincang sebentar dan saling bertukar nomor ponsel."
"Apakah ... dia seorang perempuan?" tanya Serena dengan sangat hati-hati.
"Dia seorang laki-laki, kenapa? Apa kau akan cemburu jika dia seorang perempuan?"
"Tidak! Untuk apa aku cemburu?"
"Akui saja jika kau akan cemburu."
"Sudah ku bilang tidak!"
"Kau tenanglah, aku sama sekali tidak suka dekat dengan seorang perempuan dengan sembarangan. Karena aku sangat menghargai perasaan pasangan ku."
"Mas Bram, aku tidak mempermasalahkan jika kau dekat seorang perempuan dengan alasan pekerjaan atau sesuatu hal yang begitu penting. Asalkan hati mu tetap untuk ku."
"Terimakasih, Sayang. Kau benar-benar sosok Istri yang pengertian."
Bram dan Serena pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja setelah semua urusan di luar sudah selesai. Kebetulan Bram juga mendapatkan pesan dari mertua nya supaya segera pulang ke rumah dan menemui dirinya di gudang karena orang yang telah membuat kecelakaan itu telah berhasil di tangkap.
Tiba di rumah, Bram meminta Serena untuk masuk kedalam kamar lebih dulu. Karena ia akan menemui mertua nya ke gudang dan menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Ayah mertua, dimana orang nya?" Saat masuk kedalam gudang, Bram masih belum melihat siapapun yang di sekitar tempat itu.
"Ikut masuk lah bersama ku!" ajak tuan Bisma yang langsung saja membuka sebuah pintu ruangan yang terlihat sangat berbeda dari luar yang ia lihat sebelum nya. Ruangan tersebut telah dirancang dengan sangat mewah dan tak akan mudah di masuki oleh para musuh, bahkan para tahanan yang di tangkap juga tidak akan bisa kabur dengan mudah.
"Dua orang ini?"
"Hem, mereka berdua hanyalah orang-orang suruhan saja. Tapi, tetap saja mereka berdua telah melakukan hal yang keji itu, jadi mereka berdua juga harus menanggung semua resiko yang telah mereka berdua perbuat!"
__ADS_1
"Jadi apa yang akan Ayah Mertua lakukan kepada mereka berdua?"
"Aku akan mengirimkan kedua orang ini di sebuah pulau kecil yang tentunya tidak akan bisa membuat mereka berdua pergi dari tempat itu terkecuali ada orang yang datang menolong mereka berdua!" jelas tuan Bisma, ia tidak perduli jika kedua orang itu mati kelaparan atau dimakan binatang buas yang terpenting tidak mengotori tangan nya dari darah-darah orang itu.