Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Sesuatu Hal Yang Tak Diinginkan


__ADS_3

"Sudah 1 minggu ini Juan masih belum berhasil di temukan, kita berdua harus segera menemukan Candra sebelum ia benar-benar melakukan sesuatu hal yang tak diinginkan!" ucap tuan Bisma, padahal Juan baru saja menjadi menantu nya tapi sekarang malah diculik oleh Candra. Ia semakin kesal dengan laki-laki itu, apa lagi sudah menghancurkan rumah tangga nya membuat tuan Bisma tidak akan mau memberikan belas kasihan lagi. Begitu juga dengan Bram, ia akui sifat Candra memang begitu licik. Laki-laki itu sama sekali tidak ingin menyerah untuk menghancurkan hidup nya kembali, setelah ia dipenjara sebelum nya.


Namun, Bram tiba-tiba ingin mengajak mertua nya ke suatu tempat. Karena ia merasa curiga bahwa Candra telah membawa Juan ke tempat itu dimana ia dulu pernah dikurung oleh paman dan keluarga nya yang lain. Bram langsung saja membawa mertua nya pergi menuju ke arah tempat itu, sedangkan Serena dan Desta akan tinggal di rumah saja. Ia tidak ingin kedua wanita itu ikut karena tentunya sangat berbahaya.


"Kita berdua ingin kemana, Bram?" tanya tuan Bisma yang masih sangat penasaran dengan tujuan menantunya itu.


"Kita akan pergi ke arah bukit. Yang tak jauh dari sini, tempat tersebut memiliki sebuah gubuk tua tempat dimana aku pernah dikurung oleh keluarga itu!" jelas Bram, tuan Bisma seketika menatap ke arah menantunya. Ia turut bersedih dengan apa yang di alami oleh menantunya di masalalu, tapi ia berjanji akan membalaskan perbuatan orang-orang itu dan tidak akan pernah sedikitpun memaafkan mereka semua.


Setelah melakukan perjalanan selama setengah jam lamanya, kini Bram dan tuan Bisma telah tiba di sebuah bukit yang cukup tinggi serta banyak pepohonan yang rimbun tumbuh di sekitar tempat itu hingga tuan Bisma sendiri sedikit merinding melihat disekitar sekeliling nya layaknya tempat penghuni setan.


"Kau serius pernah dikurung di tempat ini?" tanya tuan Bisma yang benar-benar tak mempercayai apa yang ia lihat saat ini.


"Hem, aku serius, Ayah."


"Hidup mu benar-benar menyedihkan, Bram!" ucap tuan Bisma yang kembali merasa prihatin. Tapi, Bram sudah tidak lagi bersedih karena sekarang ia sudah menemukan keluarga yang sesungguhnya dan ia sangat bersyukur tuan Bisma serta Serena istri nya memperlakukan ia dengan baik selama ini. Bram sangat berharap ia mertua dan istri nya selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang dengan begitu mereka tetap bersama untuk selama nya.


Sekarang Bram dan tuan Bisma perlahan-lahan melangkah memasuki sebuah gubuk tua yang tampak begitu sepi itu. Terlihat dari luar tempat tersebut sama sekali tidak terlihat mencurigakan namun mereka berdua sama sekali tidak menyadari ada beberapa orang telah memperhatikan mereka berdua dari tadi.


"Bram, sebaiknya kau saja yang membuka pintu!" ucap tuan Bisma yang sangat berhati-hati sambil memperhatikan di sekitar nya. Tapi, ketika Bram ingin membuka pintu gubuk tua itu, tuan Bisma dengan cepat menghentikan menantunya untuk segera berwaspada karena ia tiba-tiba saja merasakan bahwa bahaya sedang mendekat.


"Ada apa, Ayah?" tanya Bram yang masih belum menyadari nya.

__ADS_1


"Sepertinya kita berdua sudah dari awal telah di pantau!" ucap tuan Bisma dengan pelan.


Bram pun mulai melihat disekitar sekelilingnya dan ternyata apa yang dikatakan oleh mertua nya itu memang benar. Sekarang ia harus berwaspada dan menyiapkan senjatanya dengan begitu ia bisa menangkis serangan musuh nya.


"Keluarlah! Kalian tidak perlu lagi bersembunyi!" ucap Bram yang kini sudah siap untuk melawan musuh nya.


Beberapa detik semuanya terasa begitu sunyi, saat ini hanya terdengar suara angin yang menghembuskan dedaunan di atas tanah. Namun, beberapa detik berikutnya orang-orang yang sebelumnya bersembunyi perlahan-lahan keluar dari persembunyian. Bram melihat sendiri ada lima orang yang sedang menuju ke arah dirinya dan ayah mertua nya.


"Bram, berhati-hatilah. Mereka semua telah membawa senjata!" peringat tuan Bisma dan Bram hanya menganggukkan kepala nya paham.


Para musuh pun mulai menyerang, Bram dan tuan Bisma dengan cepat menangis serangan musuh yang mencoba untuk melukai mereka berdua. Dan untung nya kekuatan yang dimiliki para musuh itu tidaklah seberapa sehingga tuan Bisma dan Bram dengan begitu mudah mengalahkan mereka semua.


"Sebaiknya kita berdua segera memeriksa Juan di dalam!" ucap tuan Bisma yang tak ingin menunda waktu terlalu lama, ia takutnya para musuh akan lebih banyak dari itu lagi. Ketika masuk kedalam, Bram tentunya melihat dengan jelas bahwa Juan sedang diikat di kursi dengan keadaan tak berdaya.


"Juan! Juan!" Bram berusaha menyadarkan Juan dan berharap laki-laki itu masih bisa sadarkan diri.


"Bram ..." ucap Juan yang ternyata masih sadarkan diri. Walaupun keadaan nya masih begitu lemah, tapi Juan sama sekali tidak pingsan.


"Dimana dia sekarang?" tanya Bram.


"Keluar ..." ucap Juan dengan singkat.

__ADS_1


"Ayah Mertua, sebaiknya kita bertiga harus secepatnya pergi dari sini! Aku rasa Candra sedang kemari," ucap Bram, ia sama sekali tidak bermaksud untuk takut melawan Candra hanya saja ia takut jika laki-laki itu malah membawa para pengawal nya dengan begitu banyak sedangkan ia dan mertua nya hanya berdua saja. Mereka berdua jelas tidak akan mampu melawan mereka semua, Bram jelas sudah paham bagaimana sifat dari Candra maka dari situlah ia menyarankan supaya lebih baik segera pergi.


Tuan Bisma jelas setuju, apa lagi ketika melihat keadaan Juan yang seharusnya segera mendapatkan perawatan lebih baik mereka segera pergi saja dan akan kembali datang lagi untuk memberikan pelajaran kepada Candra dengan beberapa pengawal nya.


Setelah tiba di mobil, Bram melihat sendiri mobil Candra baru saja datang dengan beberapa mobil kendaraan lainnya yang ada dibelakang. Sebelum orang-orang itu melihat keberadaan mereka, Bram dengan cepat memutar mobilnya ke arah jalan lain dan untungnya ia sangat hapal dengan jalan tersebut sehingga ia tahu seluk-beluk nya.


"Bram, aku tidak menyesal memiliki menantu cerdas seperti mu," ucap tuan Bisma karena ia merasa mereka saat ini telah berhasil bebas dari orang-orang itu namun sayangnya salah satu pengawal Candra telah melihat mereka sehingga sekarang mereka telah dikejar dan Bram sama sekali belum menyadari nya.


"Bram, apakah jalan yang kau tuju ini sangat dekat menuju ke rumah?"


"Cukup jauh dari sebelumnya, Ayah."


"Benarkah?"


"Tapi ini adalah jalan-jalan satunya selain dari jalan sebelum nya."


"Oh, pant—" ucap tuan Bisma terpotong, ia tanpa sengaja melihat sebuah mobil yang sedang mengejar mereka saat ini.


"Bram! Lihatlah!" ucap tuan Bisma.


Bram dengan cepat melihat ke arah belakang dan ternyata orang-orang itu telah mengejar mereka sambil membawa beberapa senjata tajam. Melihatlah hal itu, Bram dengan cepat menginjak gas mobil nya semakin cepat berharap orang-orang itu tidak akan bisa mengejar mereka lagi.

__ADS_1


"Pelan-pelan lah, Bram!"


"Jika pelan-pelan, kita jelas akan di tangkap oleh mereka. Penganlah kuat-kuat!" ucap Bram saat melihat jalan di depan mereka saat ini cukup rusak.


__ADS_2