
"Sayang, hentikan! Itu terlalu berbahaya!" tegur Bram yang sudah tersadar dari lamunannya. Tapi, Serena malah mendorong dirinya menjauh sehingga Bram sendiri tidak bisa menghentikan istri nya yang telah melakukan sesuatu hal yang mengerikan itu. Ia tidak bisa membayangkan jika Serena benar-benar akan menembak kepala ibu tiri nya itu, apa lagi ketika melihat raut wajah istri nya yang begitu serius berbicara dengan kalimat-kalimat ancaman membuat Bram sama sekali tidak bisa tenang.
"Bram! Kau tidak perlu takut dengan aksi nya, kau hanya tinggal diam dan melihat semuanya saja. Jika dia bertindak seperti itu tentu saja dia telah memikirkan dengan matang," ucap tuan Bisma yang mencoba menenangkan menantu nya karena ia tahu sendiri betapa khawatir nya menantu nya saat melihat Serena melakukan aksi nya yang seperti itu.
"Ayah, apakah yang di ucapkan Ayah, benar?"
"Hem, apakah Ayah mu ini sering berbohong? Kenapa kau malah meragukan ku, Bram?"
"Maaf, Ayah. Bram hanya terlalu takut saja."
__ADS_1
"Ya, aku tahu bagaimana perasaan khawatir mu terhadap anak itu. Tapi percayalah dia telah melakukan sesuatu hal dengan sangat hati-hati."
Bram perlahan-lahan menarik nafas nya dan mencoba untuk tetap tenang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh mertua nya barusan. Ia pun kembali fokus melihat istri nya yang terus mendesak nyonya Jesika untuk membuka mulut nya dan mengatakan semua kebenarannya termasuk tentang kedua orangtua kandung nya sendiri.
"Ibu! Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini pada mu, tapi melihat sikap Ibu yang begitu sombong hingga membuat ku benar-benar kesal melihat nya. Pada akhirnya aku tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak melakukan hal ini!" ucap Serena dengan begitu santai.
"Anak kurang ajar! Beraninya kau melakukan hal ini pada ku!"
"Wanita tidak tahu malu! Seharusnya dari dulu aku membunuh mu."
__ADS_1
"Tapi sayangnya apa yang telah ibu rencanakan semuanya sama sekali tidak bisa menghancurkan ku, bukan?" ucap Serena, ia tentunya masih ingat jelas dengan masa lalu yang telah ia alami sebelum nya dimana ibu nya selalu berusaha ingin membunuh nya dengan cara yang sangat sadis, tapi untungnya Juan selalu ada di samping nya sehingga semua rencana ibu tiri nya selalu gagal. Tapi sekarang, ia tidak akan pernah lagi membiarkan hal itu terjadi karena Serena sudah bisa melakukan apapun yang ingin ia lakukan tanpa harus merepotkan Juan untuk melindungi dirinya.
"Lepaskan tangan mu dan segera singkirkan benda ini dari ku!" ucap nyonya Jesika yang terlihat sudah ingin membunuh Serena saking merasa greget dengan kesombongan anak tiri nya itu.
"Jika ingin aku menyingkirkan benda ini dari mu. Maka kau harus mengatakan semua kebenaran yang telah kau sembunyikan selama ini!"
"Kau jangan terlalu berharap akan hal itu, Serena!"
"Baiklah, kalau begitu aku akan melepaskan pelatuknya dan kau bersiap-siap menerima nasib mu."
__ADS_1
Nyonya Jesika benar-benar sangat membenci sikap Serena yang begitu angkuh di mata nya. Tapi, ia pun tiba-tiba saja memiliki sebuah ide yang bisa membuat wanita itu menerima pelajaran dari nya.
"Rasakan ini!" Nyonya Jesika langsung saja mengambil sebuah pisau kecil di kantong celananya lalu menikam perut Serena dengan sangat kuat, semua orang berteriak dengan sangat nyaring melihat semua kejadian itu, termasuk Bram sendiri yang tidak sempat melindungi istri nya dari bahaya itu.