
"Nyonya Jesika, sebaiknya kau menyerah lah saja dan berhenti untuk melawan ku. Karena kau sama sekali bukanlah lawan ku!" ucap Serena dengan begitu santai.
Sekarang nyonya Jesika telah berhasil di lumpuhkan oleh Serena. Semua orang yang melihat aksi Serena benar-benar sangat mengaguminya, termasuk Desta sendiri yang sebelumnya pernah membully wanita itu merasa sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Dia memiliki kemampuan yang sangat hebat selama ini, tapi kenapa dia malah menyembunyikan nya dari orang-orang sebelum nya? Lalu sejak kapan dia memiliki kemampuan itu?" gumam Desta dalam hati nya bertanya-tanya.
Namun, ketika dirinya begitu asik melamun tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah tepukan di pundak nya. Desta pun seketika tersadar dan melihat siapa yang melakukan hal itu kepada nya.
"Papi, ada apa?"
"Apa kau tidak mau bertanya dengan nya?" tanya tuan Bisma sambil melihat ke arah nyonya Jesika yang saat ini sedang diikat di sofa.
"Apa dia akan menjawabnya? Aku rasa tidak mungkin dia mau," ucap Desta yang pada akhirnya lebih baik menyerah saja karena ia tahu sendiri ibu nya memang benar-benar sangat keras kepala. Ia jiga bingung bagaimana caranya supaya ibu nya mau membuka mulutnya lalu berbicara, ia begitu penasaran dan sekaligus ingin bertemu dengan kedua orangtua kandung nya.
"Kau tidak ingin mencoba nya sekali saja?"
"Tidak, Pi. Sebaiknya biarkan saja, aku akan berusaha sendiri untuk mencari kedua orangtua kandung ku."
Tuan Bisma turut bersedih dengan apa yang di alami oleh anaknya. Ia juga berjanji akan membantu Desta mencari kedua orangtua kandung nya, walaupun Desta bukan lah anak kandung nya tapi tuan Bisma tetap menganggap Desta anak kandung nya sama seperti Serena sendiri. Ia sama sekali tidak ingin membeda-bedakan kedua orang itu karena menurutnya Desta juga membutuhkan seseorang di samping nya disaat memiliki banyak masalah.
"Akh! Tidak!"
__ADS_1
Desta seketika berteriak dengan nyaring ketika melihat ibu nya malah melompat ke bawah dengan ketinggian yang cukup tinggi. Semua orang sangat terkejut mendengar teriakan Desta karena semuanya dari tadi sibuk mencari berkas-berkas penting yang dibawa kabur oleh nyonya Jesika sebelum nya, tapi mereka sama sekali tidak menyadari bahwa nyonya Jesika telah berhasil melepaskan diri hingga memilih untuk mengakhiri hidup nya dengan tragis.
"Pada akhirnya dia telah memilih jalan yang seperti ini ..." Tak terasa air mata tuan Bisma menetes begitu saja. Walaupun istri nya telah membuat banyak kesalahan yang sangat sulit untuk dimaafkan tapi ia sama sekali tidak memiliki niat jahat untuk membunuh nya.
"Papi! Kenapa dia malah memilih jalan yang seperti ini?!" Desta langsung saja memeluk ayah nya, ia sendiri juga tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.
"Nona Desta, aku mendapatkan informasi ini!" ucap Juan yang tiba-tiba saja memperlihatkan ponsel nya untuk Desta dan ternyata itu adalah sebuah foto dua orang memakai pakaian pengantin.
"Orangtua ku?" tanya Desta yang terlihat begitu serius melihat foto tersebut.
"Nyonya Jesika sendiri yang mengirimkan ini!" ucap Juan yang juga baru membuka ponselnya dan ternyata nyonya Jesika telah mengirimkan foto lewat pesan untuk Juan sebelum dirinya pergi untuk selama-lama nya. Menurutnya mungkin itu bisa menebus sedikit kesalahan nya kepada anaknya, sehingga ia diam-diam memberitahukan kebenaran itu lewat pesan.
"Ternyata kedua orangtua ku juga sudah tiada ..." gumam Desta bersedih, ia tak menyangka dirinya harus menerima kenyataan yang begitu pahit itu.
"Rasanya dunia ini benar-benar tidak adil! Menikah dengan seorang laki-laki yang bukan darah daging anak ku, ibu yang selama ini ku anggap sangat menyayangi mu malah mengkhianati ku, bahkan kedua orangtua kandung ku yang tak pernah aku tatap wajah nya malah hanya mendengar kabar sudah tiada dan seorang ibu yang aku benci kini malah mengakhiri hidupnya. Papi, kenapa cobaan ini benar-benar berat untuk dijalani?!" Desta yang menangis sesegukan hingga merasa tertekan menerima cobaan itu pada akhirnya pingsan tidak sadarkan diri.
Tuan Bisma yang melihat anaknya tidak berdaya hanya bisa memeluknya dengan erat. Ia berharap setelah ini anaknya bisa merasakan kebahagiaan walaupun orang-orang yang sangat ia harapkan untuk hadir di hidup nya telah pergi, tapi masih ada banyak orang-orang yang menyayangi nya.
"Juan, segera bawa Desta ke atas kasur terlebih dahulu," ucap tuan Bisma. Ia takut takut jika calon cucu nya malah jadi ikut tertekan di dalam kandungan Desta sehingga segera meminta dokter kandungan untuk merawat Desta lebih dulu di rumah nanti.
Sementara pulang ke rumah, Desta akan dibaringkan di atas kasur dimana nyonya Jesika sebelum nya tidur. Saat ini orang-orang akan sibuk mengurus kematian nyonya Jesika sebelum semuanya malah menjadi masalah besar bagi keluarga tuan Bisma.
__ADS_1
"Polisi jelas akan memeriksa serta menyelidiki kematian nya, jadi sebaiknya berhati-hatilah!" peringat tuan Bisma, walaupun semua masalah itu sebenarnya bisa ia atasi dengan baik tapi takutnya malah ada orang manfaatkan kejadian itu untuk kepentingan pribadi nya demi mendapatkan keuntungan besar.
Sebelum pulang, tuan Bisma segera menelpon salah satu teman yang ia percaya bekerja di tempat kantor polisi. Ia ingin teman nya itu bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi tanpa melibatkan ia dan keluarga nya dengan begitu semuanya akan aman-aman saja.
"Ayah, sebaiknya kita segera pulang ke rumah sebelum para wartawan datang kemari!" ucap Serena yang tak ingin berhadapan dengan orang-orang itu.
"Baiklah, ayo!"
Demi menghindari para wartawan menemukan keberadaan mereka semua. Tuan Bisma mengajak keluarga nya untuk melewati pintu belakang yang tidak akan bisa ditemukan oleh wartawan maupun orang lain.
"Bagaimana dengan mobil kita disana?"
"Tidak perlu khawatirkan hal itu, aku akan meminta para pengawal untuk mengambilnya. Sekarang kita akan memakai mobil Ayah yang ada di garasi ruang bawah tanah ini!" ucap Serena menyahuti ucapan suami nya.
"Haruskah aku membantu mu?" tanya Bram ketika melihat Juan sedang berusaha membawa Desta yang ia rasa cukup berat.
"Tidak perlu! Aku bisa sendiri saja."
"Kau benar-benar kuat."
"Seandainya dia bukan istri ku, mungkin aku sudah menyerah!" Rasanya Juan sangat ingin mengatakan hal itu tapi ia hanya bisa menahan diri saja sehingga ia lebih baik bergumam di dalam hati nya saja.
__ADS_1
Setelah menemukan mobil yang tersimpan di parkiran ruang bawah tanah, semua orang masuk kedalam mobil mewah milik tuan Bisma, lalu sebuah pintu terbuka dengan lebar dan memperlihatkan sebuah cahaya yang cukup terang, ternyata itu adalah sebuah pintu keluar dari gedung itu