
"Akhirnya selesai juga!" Bram menghela nafas dengan lega ketika dirinya sudah selesai mempersiapkan dirinya untuk berangkat bersama dengan istri nya ke restoran dimana restoran tersebut sangat ingin dikunjungi oleh istri nya.
"Gara-gara restoran itu, aku telah banyak mengalami musibah!" gumam Bram seketika kembali teringat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu.
"Akh!" Bram tiba-tiba saja berteriak dengan cukup nyaring ketika melihat istri nya malah berdiri di depan pintu menatap nya dengan sangat tajam.
"Sa—Sayang, aku sudah siap. Ayo, berangkat sekarang!" Bram benar-benar terlihat begitu gugup, ia takut jika istri nya masih saja marah kepada nya. Lalu kedua mata nya menatap ke arah kedua kelopak mata Serena dan ternyata memang benar, istri nya baru saja menangis.
"Sayang, kenapa kau malah berbaring di atas kasur? Bukankah, kita berdua ingin pergi ke restoran yang kamu inginkan?"
"Aku mengantuk dan ingin tidur, Mas. Jadi jangan menganggu ku!"
__ADS_1
"Sepertinya dia masih saja marah kepada ku? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Bram dalam hatinya yang sedang kebingungan. Lalu ia pun perlahan-lahan mendekati Serena yang saat ini sedang berada di posisi membelakangi nya, tapi beberapa detik kemudian Bram malah terdiam kaku ketika mendengar istri nya malah tidur mendengkur dengan cukup nyaring.
"Benarkah dia benar-benar mengantuk?" gumam Bram yang tak percaya dengan sikap istri nya.
"Sayang, kau jangan berpura-pura tidur seperti ini. Aku tahu kau sedang marah pada ku, kan?" ucap Bram mencoba membujuk istri nya supaya berhenti marah kepada nya namun Bram sama sekali tidak mendapatkan respon apapun dari Serena, justru ia malah mendengar suara dengkuran istri nya yang semakin begitu nyaring.
"Akh!" Lagi-lagi Bram berteriak dengan cukup nyaring, tapi kali ini bukan karena dirinya terkejut melainkan wajahnya malah ditendang oleh Serena dalam keadaan tidur.
"Secepat itu dia tidur? Bahkan sampai mendengkur melebihi suara terompet kapal!" gumam Bram dalam hati nya sambil mengelus pipi nya yang sakit. Ketika kaki Serena ingin melayang ke arah wajah nya, Bram dengan cepat menjauhi istri nya lalu pergi keluar untuk menemui Juan meminta penjelasan kenapa istri nya malah tiba-tiba tidur dan tidak jadi pergi ke restoran itu. Tiba di ruang tamu, Bram melihat Juan sedang menikmati kopi yang dibuatkan oleh pembantu di rumah itu.
"Restoran nya hari ini kebetulan tutup jadi dia tidak bisa datang dan ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat mengantuk akibat begadang lalu bangun lebih awal sehingga jam tidurnya jadi berkurang. Maka dari situlah ia lebih baik tidur saja," jelas Juan panjang lebar.
__ADS_1
"Begitukah ceritanya? Jadi sekarang dia memang benar-benar tidur."
"Bram, ada apa dengan wajah mu? Kenapa terlihat lembam?"
"Aku tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi," ucap Bram berbohong, ia tentunya tidak akan menceritakan kejadian konyol itu dan jelas akan membuat nya merasa malu.
"Ini minuman untuk mu. Kebetulan ayah mertua tidak minum kopi pagi ini karena ia pagi-pagi berangkat ke kantor untuk menyelesaikan masalah yang terjadi."
"Baiklah, aku akan meminum nya. Memang nya ada masalah apa di kantor?"
"Sekertaris yang ia terima bekerja di kantor nya malah menghilangkan berkas yang begitu penting bagi kantor itu!" jelas Juan.
__ADS_1
"Kenapa sekertaris nya sangat ceroboh sekali?"
"Entahlah, ayah mertua yang pastinya tidak akan membiarkan masalah itu berlalu begitu saja dan ia jelas akan segera menyelesaikan nya."