Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Perdebatan Di Meja Makan


__ADS_3

"Aku tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh ayah kepada kedua orang itu!"


"Sayang, memang nya kenapa? Bukankah itu lebih baik?"


"Bagaimana jika ada yang menolong mereka berdua lalu membalaskan dendam nya kepada kita lagi?"


"Pulau itu sama sekali tidak di ketahui oleh siapapun, jadi kamu tenanglah saja."


Bram terus berusaha menenangkan istri nya yang sedang merasa khawatir itu. Ia tahu apa yang dikatakan oleh istri nya barusan memang benar, tapi ia percaya dengan ayah mertua nya bahwa kedua orang itu tidak akan bisa selamat dengan waktu yang begitu lama. Terutama di pulau itu memiliki banyak binatang buas yang kelaparan dan jelas kedua orang itu akan menjadi santapan mereka semua. Tuan Bisma juga seringkali mengirimkan para tawanan nya ke pulau tersebut, tapi sampai sekarang tidak ada yang hidup di pulau itu.


"Ayah mertua juga sudah memasangkan CCTV di setiap pulau itu jadi dia bisa memantau orang-orang itu apakah masih hidup atau berhasil kabur dari tempat itu," jelas Brama lagi hingga Serena yang mendengar nya menjadi lebih tenang sekarang.


"Lalu bagaimana dengan mantan istri mu? Apakah kau akan menangkap nya juga?"


"Tidak sekarang, aku ingin tahu apakah dia telah menjalin kerjasama dengan orang lain atau hanya diri nya sendiri melakukan hal itu? Dan itu saran dari ayah mertua sendiri."


"Sepertinya apa yang kau katakan memang benar, Mas."


"Bersabarlah, aku akan tetap menangkap nya jika dia benar-benar melakukan hal itu kepada mu."


"Entah kenapa orang-orang sangat suka melakukan kejahatan seperti itu? Padahal resikonya sangat menakutkan bagi hidup mereka sendiri."


"Sayang, sebaiknya kita berdua serapan pagi saja. Aku sudah lapar sekarang," ucap Bram yang sudah tidak ingin membahas kejadian itu lagi.

__ADS_1


"Baiklah, ayo!"


Serena dan Bram langsung saja turun kebawah untuk berkumpul bersama di meja makan. Tatapan Serena langsung saja tertuju kepada itu tiri nya yang saat ini sedang memalingkan muka dari nya, Serena hanya bisa berdecih saja ketika melihat sikap ibu nya yang berpura-pura perhatian kepada nya. Tapi, ia tiba-tiba memiliki sebuah ide yang jelas akan membuat ibu tiri nya merasa sangat kesal jika ia membahas nya.


"Desta, barang-barang yang sebelumnya dimasukkan ke koper mu sudah kau keluarkan?"


"Hem, sudah. Ada apa?" tanya Desta yang begitu penasaran dengan pertanyaan Serena yang begitu aneh seperti itu.


"Kenapa kau mengeluarkan barang-barang mu, Desta? Bukankah besok kau akan berangkat ke luar negeri?" Seketika nyonya Jesika langsung saja memotong percakapan Serena dan Desta karena sebenarnya tujuan Serena memang seperti itu.


"Papi, telah membatalkan penerbangan ku, Mi. Jadi, aku tidak jadi berangkat ke luar negeri!" ucap Desta dengan wajah yang terlihat begitu bahagia.


Sedangkan nyonya Jesika sendiri seketika menatap ke arah tuan Bisma, ia bingung kenapa suami nya tiba-tiba membatalkan penerbangan anak nya ke luar negeri. Padahal mereka berdua sebelum nya sudah sepakat untuk mengirimkan Desta keluar negeri saja, tapi sekarang ia malah mendengar sesuatu yang tak menyenangkan.


"Setelah mendengar saran dari Serena anak mu. Aku rasa apa yang dia katakan tidak ada salahnya jika memberikan nya kesempatan sekali lagi," jelas tuan Bisma. Tatapan mata nyonya Jesika langsung saja tertuju ke arah Serena yang saat ini sedang tersenyum mengejek ke arah nya.


"Dasar wanita sialan! Berani nya dia menghancurkan semua rencana ku!" gumam nyonya Jesika dalam hati nya. Ia pun sudah mulai gelisah tidak karuan, tapi ia tetap berusaha untuk tetap tenang dan memikirkan caranya supaya suami nya itu kembali memberangkatkan Desta ke luar negeri lagi. Jika tidak impian dan harapannya selama ini hilang begitu saja.


"Papi, jika Desta berada disini rekan bisnis Papi pasti akan mengetahui tentang kehamilan nya di luar nikah. Dan tentunya akan sangat berpengaruh dengan bisnis Papi yang lainnya! Jadi sebaiknya Papi kirimkan saja Desta ke luar negeri itu akan lebih baik."


Desta seketika menatap ibu nya terlihat begitu berbeda. Entah kenapa ibu nya sangat bersih keras untuk mengirimkan diri nya ke luar negeri, ia tahu diri nya memang sangat memalukan karena telah hamil di luar nikah. Tapi, menurutnya ibu nya tidak seharusnya mengirim diri nya keluar negeri disaat ia dalam masalah besar seperti itu, padahal sebelum nya Desta sangat berharap ibu nya memberikan ia dukungan dan menyemangati nya supaya ia tetap kuat menghadapi tekanan yang cukup membuat dirinya stres, belum lagi ketika mendengar kekasihnya malah meminta ia mengugurkan kandungan nya membuat Desta merasa sangat terpukul. Walaupun ia sempat setuju untuk mengugurkan kandungan nya, tapi ketika ia melihat sebuah momen yang sangat mengharukan di salah satu acara televisi membuat Desta tiba-tiba merasa bahwa ia tidak seharusnya membuang janin yang ada di kandungan nya.


"Mami, aku tidak mau ke luar negeri. Dan Papi juga sudah menyetujui untuk membatalkan keberangkatan ku kesana, kok!" sahut Desta, entah kenapa ia sama sekali tidak menyukai ucapan ibu nya sekarang.

__ADS_1


"Kau harus pergi kesana, Desta!"


"Ibu tidak perlu memaksanya! Lagian Papi juga sudah memaafkan Desta, kenapa Ibu bersih keras ingin memberangkatkan Desta? Apakah ada sesuatu?" Serena dengan sengaja memancing ibu nya, ia ingin melihat ekspresi wajahnya ibu tiri nya itu saat menjawab ucapan nya.


"Karena perbuatan nya yang memalukan itu membuat keluarga ini kehilangan muka! Kau mengerti?!"


Desta sangat kecewa kepada ibu nya. Ia bingung kenapa ibu nya sangat menginginkan dirinya pergi ke luar negeri. Jika ia benar-benar di anggap memalukan di keluarga itu, ia bisa saja mengurung diri di dalam rumah supaya aib nya yang memalukan itu tidak di ketahui oleh siapapun. Bahkan, ia juga bisa pergi ke apartemen nya yang sebelumnya diberikan ayah nya untuk nya dan akan menutup diri dari orang-orang diluar sana supaya tidak di kenal siapapun asalkan ia tidak di kirim ke luar negeri.


"Sepertinya benar-benar tidak ada yang beres dengan, Mami," gumam Desta dalam hati nya.


Melihat keluarga nya sangat sibuk dengan masalah yang terjadi pada nya membuat Desta sama sekali tidak nafsu makan lagi. Sehingga ia memilih untuk pergi saja dan duduk di pinggir kolam renang, sedangkan Serena yang melihat kepergian Desta langsung menghentikan perdebatan dengan ibu tiri nya. Ia berharap Desta segera mengetahui kebusukan ibu nya sendiri dengan begitu Desta tidak harus patuh lagi kepada ibu nya itu.


"Aku benar-benar miris melihat nya," gumam Serena yang cukup prihatin dengan apa yang di alami oleh adik tiri nya itu.


"Sayang, makanlah segera makanan mu. Ini saja sudah mulai dingin, nanti sudah tidak enak jika dibiarkan begitu lama," tegur Bram, dari tadi ia lebih baik memilih diam saja dan membiarkan istri nya berdebat dengan ibu mertua nya yang sama sekali tidak ia sukai dari awal.


"Kau sudah makan?"


"Sudah, aku baru saja selesai menghabiskan makanan ku."


"Secepat itu?"


"Hanya perasaan mu saja, kau terlalu sibuk berbincang hingga tidak menyadari nya. Ayo, makanlah sekarang."

__ADS_1


__ADS_2