Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Seorang Bayi Tampan


__ADS_3

"Dia seorang bayi yang tampan, selamat untuk mu, Bram!" ucap Juan turut bahagia atas kelahiran anak dari pertama Bram dan Serena.


"Kita berdua sama-sama memiliki seorang anak laki-laki. Aku berharap kelak nanti mereka berdua bisa menjadi laki-laki yang sejati seperti ayah nya," ucap Bram yang sangat mengharapkan anaknya bisa menjadi seorang anak yang membanggakan dirinya.


Bram pun menatap anaknya dengan penuh kasih sayang dan sangat berharap anaknya bisa segera terlepas dari alat-alat yang terpasang di hidung serta di mulut nya. Karena saat ini bayi kecil itu, sedang dirawat akibat baru saja mengalami kesulitan bernafas karena sempat menelan ketuban ibu nya sehingga harus melakukan perawatan di ruang bayi.


"Cepat sehat jagoan kecil ku," gumam Bram dalam hati nya yang sudah tidak sabar lagi membawa anaknya pulang ke rumah bersama dengan istri nya.


"Bram, kau di cari ayah mertua," tegur Juan yang baru saja mendapatkan pesan dari istri nya dan Bram pun segera menemui ayah mertua nya yang saat ini sedang menemani Serena di ruang rawat inap.


Bram rasanya begitu berat untuk meninggalkan ruangan itu, rasanya ia ingin selalu menemani anaknya namun sayangnya ia tidak bisa dengan bebas melakukan hal itu sehingga ia pun lebih baik pergi saja. Tiba di ruangan, Bram melihat ayah mertua nya sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.


"Ayah mertua, ada apa mencari ku?"


"Aku ingin pulang terlebih dahulu, kau temanilah istri mu. Jangan lupa untuk memberikan nya makan," ucap tuan Bisma yang ingin pulang menganti pakaian nya karena ia sendiri akan pergi ke kantor untuk melakukan meeting secara mendadak.


"Baiklah," ucap Bram yang langsung saja mendekati Serena yang saat ini sedang menantikan dirinya. Wanita itu terlihat sangat jelas ingin mengetahui bagaimana kabar anaknya sekarang yang sedang dirawat.


"Dia baik-baik saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan nya. Karena dia jagoan kecil yang sangat kuat seperti ibu nya." Bram mencoba untuk menghibur istri yang saat ini sedang bersedih. Mendengar ucapan Bram barusan, Serena langsung saja tersenyum. Ia benar-benar merasa beruntung memiliki seorang suami yang begitu sabar serta sangat perduli kepada nya.


"Apakah aku bisa melihat nya, Mas?"


"Tidak sekarang, Sayang. Keadaan mu masih belum pulih dan kau harus banyak istirahat saat ini."


"Padahal aku merasa diri ku baik-baik saja, Mas."

__ADS_1


"Kau sudah kehilangan banyak darah dan jelas kamu akan merasa pusing bahkan sampai tidak sadarkan diri, Sayang. Jadi, sebaiknya dengarkan apa saja yang aku katakan, oke?"


"Baiklah, Mas."


Serena pun pada akhirnya menuruti saja apa yang dikatakan oleh suami nya. Terutama dokter juga telah mengatakan hb saat ini benar-benar turun dan ia tidak boleh terlalu banyak berdiri terlebih dahulu karena bisa saja membuat Serena pusing hingga pingsan.


***


Selama 3 hari berada di rumah sakit, kini Serena dan bayi nya sudah bisa di perbolehkan untuk pulang. Serena merasa sangat bahagia ketika melihat anaknya sudah tidak lagi dirawat terpisah dari nya dan sekarang ia bisa dengan bebas memeluk anaknya.


"Nak, terimakasih sudah menjadi anak yang kuat," gumam Serena. Walaupun anaknya sempat dirawat dan di pasang berbagai macam alat medis di beberapa di bagian tubuh nya namun sekarang bayi kecil itu sudah kembali sehat. Sehingga sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah bersama dengan kedua orangtua nya yang sebentar lagi akan mulai merawat dirinya.


Sampai di rumah Serena tidak langsung pergi ke kamar. Ia akan bermain bersama dengan anaknya di ruang tamu, kebetulan orang-orang rumah juga memilih untuk bersantai di tempat itu.


"Liam, apakah namanya bagus?"


"Liam? Aku rasa itu nama yang bagus. Liam dan Kenzo. Sama-sama berjenis kelamin laki-laki, aku berharap kelak nanti mereka berdua bisa menjadi saudara yang saling melindungi satu sama lain," ucap Desta dengan cukup panjang lebar.


"Hem, aku setuju dengan apa yang kamu ucapkan."


Namun, ketika Serena dan Desta begitu asik saja berbincang. Kedua wanita itu dikejutkan dengan sebuah suara yang membuat kedua wanita itu sampai terkikik geli karena merasa bahwa suara tersebut sangatlah lucu.


"Ternyata Liam kentut," ucap Serena yang langsung saja mengecek popok anaknya ternyata anaknya telah buang air besar sehingga ia pun dengan segera menganti popok anaknya dengan yang baru dengan begitu anaknya tidak akan mengalami ruam.


Bram dan Juan yang saat ini sedang memasak di dapur hanya tersenyum saja melihat kedua wanita itu tersenyum-senyum. Kedua laki-laki itu sebenarnya cukup lelah, tapi para pembantu di rumah itu malah ijin libur pulang kampung sehingga yang memasak saat ini tidak ada orang nya.

__ADS_1


"Seorang ibu yang baru saja melahirkan tidak boleh memakan makanan yang sembarangan. Makanannya harus benar-benar dijaga," ucap Juan yang kini sudah memiliki sedikit pengalaman tentang makanan seorang ibu menyusui.


"Kau memang Suami idaman."


"Dan kau juga."


Setelah memasak cukup lama di dapur, kini semua makanan sudah selesai di hidangkan di atas meja. Awalnya Bram ingin memesan makanan lewat online saja namun Juan malah melarangnya dan mengajak dirinya untuk masak bersa saja di dapur sehingga Bram pun menuruti apa yang dikatakan oleh Juan.


"Kalian berdua makanlah, kami berdua akan menjaga dua jagoan ini," ucap Bram yang lebih mendahului istri nya dan Desta untuk segera makan.


Juan dan Bram pun duduk mengantikan kedua wanita itu untuk menjaga Liam dan Kenzo yang saat ini sedang tidur. Tapi, ketika Bram baru saja duduk di dekat anaknya, tiba-tiba saja Liam menangis dari tidur nya dan Bram pun segera memangku anaknya supaya anaknya tenang.


"Liam, mau susu?" ucap Bram sambil meraih botol susu yang terisi asi milik Serena sebelum nya. Untungnya Serena baru saja selesai memompa asi nya sehingga ketika Liam bangun ingin minum susu hanya tinggal memberikan nya saja.


Liam terlihat begitu kuat menghisap ****** dot yang diberikan oleh ayah nya dan bayi kecil itu benar-benar terlihat kelaparan. Padahan Bram merasa anaknya itu baru saja meminum asi ibu nya tapi ternyata anaknya malah seolah-olah seperti tidak diberikan asi saat ini.


"Saat bayi memang sering merasa lapar, sejam atau dua jam sudah lapar lagi," jelas Juan yang sebelumnya telah melewati fase itu.


Setelah meminum susu, kini Liam kembali tidur. Dan Bram pun perlahan-lahan meletakkan kembali anaknya di atas kasur bayi yang empuk itu. Awalnya Liam hampir saja bangun, tapi Bram dengan cepat menenangkan anaknya dengan cara menepuk paha anaknya dengan pelan hingga anaknya pun kembali tertidur dengan nyenyak.


Bram merasa lega ketika melihat anaknya sudah tertidur. Sekarang ia akan duduk bersantai terlebih dahulu, memasak di dapur barusan memang cukup melelahkan apa lagi memasak dengan menu masakan yang berbeda-beda membuat nya cukup lelah. Belum lagi beberapa hari ini dirinya sering begadang untuk membantu istri nya mengurus anak nya yang sering menangis meminta susu ataupun menganti popok nya.


Bram dan Serena kini sudah hidup bahagia memiliki seorang anak laki-laki tampan, begitu juga dengan Desta sendiri yang kini sudah menjadi seorang ibu dari anak laki-laki yang tampan yang saat ini sedang ada di pangkuan Juan suami nya. Walaupun Juan bukanlah seorang ayah kandung dari anaknya, tapi Juan seolah-olah seperti ayah kandung dari Kenzo sendiri. Dan Desta benar-benar merasa sangat bahagia karena Juan telah perduli kepada anaknya dan mau mengurus nya dengan sangat baik.


Tuan Bisma yang telah kehilangan istri nya merasa sangat kesepian, sebenarnya di hatinya ada sedikit rasa penyesalan karena istri nya telah mati dengan tragis. Tapi, tuan Bisma juga tidak dapat berbuat apa-apa lagi kepada istri nya yang sudah memilih jalannya sendiri, padahal sebenarnya seandainya istri nya lebih baik mengakuinya mungkin ia akan membiarkan istri nya itu hidup bebas diluar sana asalkan tidak muncul lagi di hadapan nya serta keluarga nya tapi sayangnya istri nya malah memilih jalan hidup nya yang sulit hingga pada akhirnya istri memilih jalan yang salah.

__ADS_1


__ADS_2