Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Operasi


__ADS_3

"Ayah mertua, kenapa kau mengantarkan ku ke ruangan ini?" tanya Bram sambil pikirannya saat ini sama sekali tidak bisa tenang memikirkan keadaan Serena.


"Ya, karena dia sedang menjalani operasi di ruangan ini ..." Tuan Bisma begitu berat mengatakan hal itu kepada Bram. Tapi, melihat menantunya yang bersih keras ingin tahu bagaimana keadaan anaknya saat ini membuat tuan Bisma terpaksa mengatakan nya sebenarnya.


Tuan Bisma langsung saja memeluk Bram yang saat ini sedang menangis tak berdaya. Seharusnya ia menjadi sosok suami yang tak akan membuat istri nya terluka, tapi semuanya sudah terjadi. Sekarang menyesali semuanya percuma dan jika ia memiliki kesempatan kedua kalinya untuk bersama dengan Serena, ia akan benar-benar melindungi wanita itu dan tak akan membiarkan nya terluka lagi.


"Kenapa operasi nya lama sekali, sih?!" gumam tuan Bisma yang sudah sangat kesal. Dari tadi ia berusaha untuk tetap bersabar, tapi melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam membuat kesabaran tuan Bisma sudah hampir habis. Belum lagi kepalanya terasa pusing memikirkan keadaan Kenzo yang juga sedang di rawat saat ini, ia bingung kenapa kedua orang itu harus bersama


"Tuan Bisma, rupanya kau disini!" Tiba-tiba saja dokter keluar dari ruang operasi hingga mengejutkan Bram dan tuan Bisma yang sedang duduk membungkuk di atas lantai.


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" tanya tuan Bisma berusaha untuk tetap tenang. Walaupun sebenarnya ia sangat ingin masuk kedalam ruang operasi untuk melihat anak nya namun ia tetap harus mengikuti aturan di rumah sakit itu.


"Kenapa Anda berada di sini, Tuan Bisma?"


"Bukankah kau sendiri yang sedang melakukan operasi kepada anak ku? Dan kau, malah bertanya kenapa aku berada di sini?!" Emosi tuan Bisma seketika meledak.


Sedangkan dokter Davin mengerutkan kening nya bingung melihat sikap tuan Bisma yang tempramen seperti itu. Padahal ia sendiri jelas bertanya baik-baik kepada laki-laki yang sudah berumur itu, walaupun tuan Bisma terlihat marah-marah seperti itu kepada nya. Dokter Davin tetap memaklumi nya karena ia tahu sendiri bagaimana rasanya ketika salah satu kerabat yang sedang sakit dan masuk kerumah sakit hingga operasi seperti yang di alami tuan Bisma saat ini.

__ADS_1


"Anak Anda sudah dipindahkan diruang rawat inap dan operasi nya sudah selesai sejam yang lalu. Beberapa perawat sebelum nya mencari Tuan, tapi mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan Tuan dan sekarang malah berada disini," jelas dokter Davin.


Tuan Bisma seketika menatap menantunya dengan perasaan malu. Ia tak menyangka dirinya malah membawa menantunya di depan ruang operasi dengan waktu yang begitu lama, sedangkan anaknya sudah di pindahkan sejam yang lalu. Ia pun menjadi benar-benar bersalah kepada Bram. Padahal keadaan menantu nya itu seharusnya lebih banyak beristirahat, tapi ia justru malah membawa Bram menunggu di depan ruang operasi seperti orang bodoh saja saat ini.


"Aku sudah bilang untuk tidak datang kemari. Tapi, kau sangat keras kepala!"


"Ayah mertua, kenapa Serena sampai masuk ke ruang operasi? Apakah ia terluka sangat parah?!" Bram tentu saja sangat panik, bahkan ucapan mertua nya seperti itu saja ia sama sekali tidak perduli lagi. Saat ini, ia hanya memikirkan tentang keadaan istri nya saja, walaupun dirinya terluka semuanya ia anggap tidak seberapa dibandingkan luka yang di alami Serena.


"Entahlah, kita berdua segera pergi ke ruangan nya terlebih dahulu!" Saking tidak sabar serta mengkhawatirkan keadaan Serena, tuan Bisma tanpa sadar menarik tangan Bram yang terluka. Bram berusaha memindahkan tangan mertua nya, tapi mertua nya justru memegang nya dengan sangat erat.


"Ayah mertua, kau menyakiti tangan ku!" ucap Bram yang akhirnya membuka suara, tuan Bisma yang mendengar ucapan menantunya seperti itu langsung saja melihat ke arah pegangannya yang ternyata ia malah menarik tangan menantu yang sedang terluka saat ini.


Bram hanya bisa menghela nafas dengan sabar saja menghadapi mertua nya yang seperti itu. Dan untungnya ia melihat sebuah ruangan yang sebelumnya dikatakan oleh dokter Davit, ia pun segera melangkah mendekati ruangan tersebut untuk memastikan bahwa ruangan itu benar-benar dimana Serena dirawat saat ini.


"Serena!" gumam Bram, ia langsung saja membuka pintu tersebut lalu masuk kedalam ruangan. Ia melihat istri nya terbaring lemah di atas kasur, hati nya rasanya begitu sakit bahkan Bram sudah tidak mampu lagi menahan air mata nya dan lagi-lagi ia menangis menyesali semuanya.


"Serena ... ini semua salah ku ...."

__ADS_1


Bram terus menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan tuan Bisma yang mendengar menantunya seperti itu langsung menghela nafas dengan sangat kasar. Padahal ia sendiri sama sekali tidak menyalahkan Bram atas kejadian yang telah menimpa anak nya itu. Apa lagi setelah mendapatkan informasi dari salah satu pengawal nya membuat tuan Bisma jelas mengerti dengan semua permasalahan yang terjadi. Ia tentu nya tidak akan diam begitu saja, ia berjanji akan menghajar orang itu habis-habisan setelah pengawalnya menemukan keberadaan orang itu nanti nya.


"Kau tidak perlu menangisi nya sampai seperti itu! Anak ku akan baik-baik saja, kau seperti itu seolah-olah putri ku sudah meninggal saja!" ucap tuan Bisma hingga membuat Bram seketika berhenti menangis, padahal laki-laki itu sebelum nya menangis sambil mengatakan kalimat-kalimat penyesalan namun setelah mendengar perkataan mertua nya seperti itu membuat nya sudah tidak nyaman lagi.


Namun, beberapa detik kemudian Bram malah kebingungan dan sekaligus seperti orang bodoh ketika mendengar mertua nya tiba-tiba saja menangis sesegukan. Padahal sebelum nya mertua nya melarangnya untuk menangis seperti itu, tapi ternyata justru yang melakukan hal itu mertua nya sendiri bahkan lebih parah dari nya.


"Ayah Mertua! Kau menangis seperti itu, takutnya membuat pasien yang ada di kamar sebelah merasa terganggu!" tegur Bram.


"Inikan ruang VIP jadi bebas saja dan tidak akan menganggu pasien yang lain!"


"Ini ... bukan ruang VIP."


Tuan Bisma seketika berhenti menangis lalu melihat disekitar sekeliling nya dan apa yang telah menantunya itu katakan memang benar, bahwa ruangan yang ditempati Serena saat ini bukanlah ruang VIP. Dan tentunya suara tangisan nya barusan sangat jelas di dengar oleh pasien yang berada di kamar sebelah nya. Untungnya keluarga pasien yang ada di kamar sebelah tidak datang ke kamar mereka untuk menyuruh diri nya diam jika tidak mungkin tuan Bisma akan merasa malu hingga harga diri nya hilang.


"Dokter Davit sudah datang," ucap tuan Bisma yang sudah tidak sabar lagi mendengar penjelasan dokter tentang keadaan anaknya saat ini.


"Kenapa anak saya masih belum bangun juga?"

__ADS_1


"Sebentar lagi, tunggulah saja. Dan saya kemari ingin menyampaikan hasil operasi nya yang telah berhasil sebelum nya."


"Selamat! Nona Serena tidak lagi mengalami kelumpuhan dan tidak harus menaiki kursi roda itu lagi. Benar-benar sebuah keberuntungan bagi nya karena kecelakaan itu, kaki nya malah bisa bergerak lagi dan artinya Nona Serena telah memiliki harapan besar untuk bisa berjalan lagi," jelas dokter Davit yang seketika mengejutkan tuan Bisma dan Bram.


__ADS_2