Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Terlalu Berbahaya


__ADS_3

Setelah berkeliling mencari keberadaan tuan Bisma dan Desta sebelum nya kini Serena benar-benar merasa sangat lega setelah menemukan dua orang yang membuat dirinya sangat khawatir. Untungnya kedua orang itu dalam keadaan baik-baik saja, ia pikir Desta dan ayah nya telah dibekap oleh orang itu.


"Juan, dimana sekarang?" tanya tuan Bisma saat melihat pengawal nya itu tidak ada bersama dengan Serena dan Bram.


"Juan, mengejar Candra, Pi," sahut Serena.


"Bram, kau pergilah menyu—" ucap tuan Bisma terpotong saat tifak sengaja melihat sebuah luka Bram yang cukup banyak mengeluarkan darah di bagian kepalanya, bahkan ia melihat sendiri menantu nya berusaha menahan rasa sakit itu.


Tuan Bisma yang melihat menantu nya sama sekali tidak memungkinkan untuk membantu Juan mengejar Candra langsung saja meminta Bram untuk pergi beristirahat lalu ia sendiri yang akan pergi menyusul Juan karena ia takut Juan malah akan di jebak dan di tangkap oleh orang-orang itu karena ia tahu sendiri Candra pasti tidak akan pergi sendirian untuk menjalankan aksi nya itu saat ini.


"Mas Bram, kemarilah. Aku akan mengobati luka mu," ucap Serena yang sudah sangat mengkhawatirkan keadaan suami nya. Dan kebetulan di kamar tersebut sudah menyediakan kotak P3K sehingga Serena bisa membantu mengobati luka suami nya untuk sementara ini. Ia takut luka Bram malah akan menyebabkan infeksi maka dari situlah ia akan mencoba membersihkan luka tersebut serta berusaha menghentikan darah yang terus mengalir itu.


Bram hanya duduk dengan patuh di kursi, sedangkan Serena sendiri sedikit takut ketika melihat luka suami yang cukup besar itu. Tapi, sampai sekarang Serena masih belum tahu penyebab luka suami nya hingga sampai seperti itu. Bram pun mengatakan nya dengan cukup singkat dan Serena terlihat bergidik ngeri mendengar cerita singkat suami nya itu.


"Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu."


"Siapa yang tidak khawatir berlebihan, Mas. Lihatlah luka mu cukup besar ini dan seharusnya dijahit bukan hanya sekedar memberikan obat yang seperti ini."


"Baiklah, nanti kita akan pergi ke rumah sakit setelah semua urusan sudah selesai."

__ADS_1


"Aku berharap orang-orang itu segera mendapatkan karma nya, Mas. Mereka benar-benar tidak punya hati sama sekali."


Serena dan Bram terlihat begitu asik saja berbincang di sofa. Sedangkan Desta dari tadi hanya diam saja menatap kedua orang itu yang terlihat saling menyanyangi satu sama lain. Desta merasa sangat iri dengan hubungan yang dimiliki oleh kakak tiri nya itu, ia berharap bisa memiliki seorang laki-laki yang benar-benar mencintai nya. Tapi, Desta berpikir bahwa ia tidak akan pernah bisa memiliki nya dan itu semua karena ia sadar dengan sikap nya yang dulu tidak pernah menghargai perasaan seorang laki-laki dan selalu dengan seenak hati nya meninggalkan laki-laki yang telah menjalani hubungan dengan nya. Dan sekarang, Desta telah merasakan betapa berharganya seorang laki-laki berada di samping nya saat ini namun semuanya sudah terlambat dan ia hanya bisa menyesalinya. Karena ia merasa laki-laki yang baru saja menikah dengan nya saat ini tidak akan pernah mencintai nya dan ia sama sekali tidak akan bisa memimpikan hal itu semua.


Serena yang baru saja selesai membersihkan luka Bram, tiba-tiba mendengar sebuah ponsel berdering dan ternyata itu adalah ponsel milik nya. Ia melihat bahwa yang menelpon nya saat ini adalah ayah nya sendiri, Serena pun dengan cepat mengangkat panggilan tersebut.


"Papi, ada apa?" tanya Serena berusaha untuk tetap tenang.


Tuan Bisma hanya mengatakan bahwa ia dan Juan saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Serena yang mendengar nya merasa sangat lega, ia pun langsung saja meminta kedua orang itu segera kembali ke kamar hotel. Tapi, tuan Bisma menolak nya karena ia dan Juan akan menyelesaikan perkerjaan mereka berdua terlebih dahulu, tuan Bisma juga tidak lupa memberikan peringatan kepada anaknya supaya tidak meninggalkan Desta sendirian di dalam kamar.


"Sepertinya kita berdua harus tidur sekamar dengan nya," ucap Serena sambil melihat ke arah Desta yang juga sedang menatap ke arah diri nya.


"Mami, ada dimana? Aku akan pergi menemuinya."


"Berhentilah keras kepala, Desta! Karena sikap mu yang seperti ini hidup mu semakin hancur!" ucap Serena yang sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata jujur kepada adik tiri nya itu.


Desta terdiam membisu mendengar kalimat tersebut. Ia akui apa yang dikatakan oleh Serena memang benar, seandainya ia tidak bersikap keras kepala serta mau mendengar nasehat ayah nya sebelum nya mungkin ia tidak akan harus mengalami kehidupan yang menyedihkan seperti saat ini. Dan sekarang ibu nya sendiri terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari nya. Desta benar-benar bingung dengan sikap ibu nya yang seolah-olah sekarang telah menganggap ia sebagai seorang asing di mata nya. Bahkan ketika ia menikah saja, sampai saat ini Desta sama sekali tidak melihat kebera ibu nya dan Desta benar-benar sangat kecewa dengan ibu nya yang sama sekali tidak menghargai pernikahan nya. Ia tahu kejadian di kolam renang saat itu memang membuat hati nya merasa sangat marah besar, tapi biar bagaimanapun ibu nya tetaplah ibunya yang telah melahir diri nya hingga ia telah lahir ke dunia ini.


"Desta! Apakah tidak cukup berbicara sekali pada mu? Aku mohon kali ini saja kau tidak keras kepala dengan omongan ku!"

__ADS_1


"Aku hanya ingin melihat mami saja, apa salahnya?"


"Dia baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan nya."


Beberapa hari ini Desta memang tidak pernah lagi melihat ibu nya. Karena sejak keluar dari rumah sakit ia memutuskan untuk tinggal di apartemen milik nya saja dan itu semua ia lakukan demi menghilangkan rasa benci nya terhadap ibu nya yang telah mengabaikan diri nya saat ia tenggelam di kolam renang saat itu.


"Desta, apa yang dikatakan oleh Serena memang benar. Sebaiknya kau beristirahatlah saja, lagian di luar sana sangat rawan dan takutnya malah ada musuh yang diam-diam bersembunyi lalu melakukan sesuatu hal yang tak diinginkan oleh mu!" tegur Bram yang akhirnya membuka suar untuk menegur adik ipar nya itu.


Pada akhirnya Desta pun pasrah lalu ia kembali duduk dengan patuh di atas kasur. Serena yang melihat adik nya sudah duduk dengan tenang kini ia juga ikut beristirahat sambil memperhatikan luka suami nya takut nya masih mengeluarkan darah tapi untungnya ia telah berhasil menghentikan darah tersebut sehingga ia bisa sedikit lebih tenang sekarang.


"Mas, apa tidak sebaiknya aku panggil dokter kemari saja?"


"Tidak perlu! Terlalu bahaya untuk nya."


"Benar, juga. Lalu luka Mas Bram bagaimana sekarang?"


"Sepertinya darah nya sudah berhenti keluar. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi, besok kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa nya."


"Kenapa malah besok, Mas?"

__ADS_1


"Kau tahu sendiri keadaan di luar sana masih sangat rawan untuk kita."


"Pesta pernikahan dengan berakhir cukup tragis, kenapa malah harus ada masalah seperti ini di hari kebahagiaan adik ku?" gumam Serena dalam hati nya dan untungnya acara pernikahan tersebut sebelum nya sudah hampir selesai sehingga tidak terlalu merugikan ayah nya yang selama ini mengorbankan banyak uang untuk membiayai pernikahan tersebut.


__ADS_2