
Selama 1 minggu di rumah sakit, kini Serena sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Sekarang wanita itu sudah perlahan-lahan berjalan mengunakan kedua kaki nya dan ia sudah tidak memerlukan kursi roda lagi seperti sebelumnya. Serena benar-benar merasa sangat bahagia, pada akhirnya ia bisa menginjakkan kaki nya di lantai lagi dan ia sangat bersyukur diri nya bisa sembuh sejak ia mengalami kecelakaan itu.
Di rumah Serena sama sekali tidak berhenti untuk berjalan mondar-mandir saking merasa bahagia dengan kedua kaki nya yang kini sudah kembali seperti dulu. Sekarang ia tak harus merepotkan orang-orang lagi untuk mengambil makanan, minuman, pakain maupun keperluan yang ia butuhkan dan ia sudah bisa melakukan hal itu semua dengan sendirinya. Terutama ia juga tidak harus merasa sangat bersedih lagi telah merepotkan suami nya terus-menerus untuk membantu nya mengambil sesuatu yang ia perlukan.
"Sayang, apa kau tidak capek, hem? Kau sudah jalan-jalan hampir setengah jam lamanya dari tadi. Sebaiknya beristirahatlah saja, kondisi mu masih belum stabil dan ingat apa yang dikatakan oleh dokter sebelum nya untuk lebih banyak beristirahat."
"Baiklah, aku akan duduk sekarang," ucap Serena yang sudah sedikit pusing mendengar Bram terus mengoceh kepada nya.
Serena pada akhirnya melakukan apa yang telah suami perintahkan. Tapi, ketika ia baru saja duduk ia malah kebingungan saat melihat ada seorang laki-laki asing datang ke rumah bersama dengan Desta. Lalu Serena langsung menatap ke arah ayah nya dan seolah-olah tidak melihat kedua orang itu yang ingin menyapa nya. Serena tentu saja tahu kenapa ayah nya bersikap seperti itu kepada Desta, tapi ia tetap tidak ingin ikut campur takutnya ia dan Desta malah bertengkar karena ia sendiri sangat malas untuk menghadapi adik tiri nya itu, ia sebaiknya meminum obat nya supaya ia segera benar-benar sembuh dengan begitu ia bisa berjalan dengan bebas lagi.
"Papi, aku membawa kekasih ku kemari," ucap Desta yang terlihat sama sekali tidak malu untuk memperkenalkan laki-laki itu kepada ayah nya.
Sedangkan tuan Bisma sendiri berusaha untuk tetap tenang dengan cara mengabaikan Desta. Ia berharap anak gadis nya itu segera pergi membawa laki-laki brengsek itu dari hadapan nya, ia takut nya malah tidak bisa menahan emosi nya lagi saking geram ketika mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Papi, kekasih ku ingin berkenalan dengan Papi!" ucap Desta lagi tapi tuan Bisma tetap untuk melihat ke arah televisi.
Desta yang begitu kesal langsung saja mematikan televisi tersebut, sehingga tuan Bisma pun akhirnya menjadi sangat geram. Ia berdiri dan menampar wajah Desta, bukan hanya Desta yang mendapatkan tamparan itu melainkan kekasih Desta sendiri juga mendapatkan tamparan yang begitu keras.
__ADS_1
"Apa yang Papi lakukan?!" Desta seketika berteriak marah kepada ayah nya, tapi ia sama sekali tidak menyadari kesalahan apa yang telah ia perbuat sehingga ayah nya sampai semarah itu kepada nya.
"Tutup mulut mu anak pembangkang?!" Tuan Bisma kembali menampar pipi Desta hingga gadis itu sampai terjatuh meringkuk di atas lantai dengan sangat menyedihkan.
Sebagai seorang ayah, tuan Bisma tentu saja sangat marah besar ketika mengetahui anak nya malah hamil di luar nikah. Bahkan laki-laki yang dikenal oleh anak nya itu sama sekali tidak jelas asal usul nya, takutnya malah membuat anaknya menyesal telah memilih laki-laki itu berada di samping nya. Tuan Bisma sadar bahwa apa yang telah ia lakukan kepada Desta barusan memang sangat kasar, tapi sebenarnya hati nya sangat terluka saat mengetahui kehidupan anak nya yang begitu berantakan seperti itu, ia rasanya sangat lelah menegur dan mendidik anak nya yang sangat keras kepala kepada nya tapi tuan Bisma memilih untuk tidak menyerah saking merasa bahwa Desta sangat berharga di hidup nya.
"Bawa pergi laki-laki ini! Jangan biarkan dia masuk kedalam rumah ini lagi! Atau aku ak—" ucap tuan Bisma dengan tegas.
"Aku ingin menikah dengan nya, Ayah!" sahut Desta dengan cepat memotong ucapan ayah nya.
"Jangan harap kau bisa melakukan hal itu! Dan sekarang segera bawa laki-laki ini per—"
Sedangkan tuan Bisma sama sekali tidak terkejut akan hal itu, ia terlihat biasa-biasa saja karena ia sendiri sudah mengetahui semuanya termasuk tujuan Desta membawa laki-laki itu ke rumah.
"Desta! Apa yang kau katakan tadi serius?" tanya nyonya Jesika yang masih tidak mempercayai apa yang dikatakan anak nya itu.
"Mami, bantu aku katakan kepada Papi supaya dia segera menikahkan aku dengan Candra sesegera mungkin sebelum anak ini lahir!"
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh! Kenapa kau bisa sampai hamil?!" Nyonya Jesika tentu nya tidak bisa terima dengan keadaan anaknya yang tiba-tiba saja hamil seperti itu.
Desta begitu kesal ketika mendengar ibu nya sama sekali tidak mendukung dirinya. Padahal jika ibu nya mendukung keputusan nya mungkin saja ia memiliki harapan bisa menikah dengan Candra.
"Mami, saat ini Desta butuh pertolongan. Aku mohon Mami membantu Desta untuk membujuk Papi supaya merestui hubungan kami berdua!"
"Dasar tidak tahu diri! Memalukan!"
Kalimat itu membuat Desta kebingungan mendengar ucapan ibu nya yang seperti itu kepadanya. Ia tak menyangka ibu nya sampai berkata kasar seperti itu terhadap nya. Tapi, Desta tidak ingin menyerah dan terus memohon kepada ibu nya supaya ibu nya tetap berpihak kepada nya.
"Mami, tidak ingin laki-laki ini berada di rumah ini! Sebaiknya segera bawa dia pergi!" Nyonya Jesika langsung saja meminta Desta menyuruh kekasih anak nya itu segera pergi.
"Kenapa Mami malah mengusir Candra juga? Dia kemari datang baik-baik, tapi kenapa kalian semua sama sekali tidak menghormati maksud baik nya?!" Desta pun seketika menjadi marah besar, ia bingung kenapa kedua orangtua nya sama sekali tidak mau merestui hubungan nya dengan Candra apa lagi ia sedang mengandung anak dari laki-laki itu dan tentunya kedua orangtua nya sama sekali tidak memiliki pilihan lain selain merestui hubungan mereka berdua.
"Desta! Kau jangan membuat Mami membenci mu! Sebaiknya bawa laki-laki ini pergi!"
Desta merasa sangat kecewa dengan sikap ibu nya seperti itu kepada nya. Tapi, ia begitu penasaran kenapa sikap ibu nya tiba-tiba saja berubah begitu dingin terhadap nya bahkan tuan Bisma juga tidak mempercayai kenapa istri nya sampai dengan tegas tidak merestui hubungan Desta dengan kekasih nya. Biasanya istri nya itu selalu membela Desta dan bahkan sampai berdebat dengan dirinya hanya karena membela hubungan Desta dengan kekasih nya tapi sekarang semuanya terlihat berbeda, sehingga membuat tuan Bisma menjadi sedikit penasaran.
__ADS_1
"Mungkinkah dia benar-benar begitu perduli kepada anak nya? Apa mungkin karena Desta telah hamil diluar nikah sehingga merasa malu?" gumam tuan Bisma dalam hati nya.