
Setengah jam menganti ban mobil, kini Bram baru saja menyelesaikan nya dengan sangat baik. Serena yang melihat suami nya sedikit kotor segera mengambilkan tisu kering serta tisu basah untuk membersihkan nya. Bram sangat bersyukur mendapatkan sebuah perhatian yang begitu tulus dari istri nya.
Sedangkan suara tembakan beberapa waktu yang lalu kini sudah tidak terdengar lagi, tapi Serena tetap saja merasa waspada. Takutnya ada orang berniat jahat kepada mereka berdua suami nya yang saat ini berada di tempat yang sepi.
"Mas Bram, kenapa bisa ada orang lain di tempat ini?"
"Kita bisa menanyakan hal ini kepada ayah mu saat tiba di rumah nanti," ucap Bram yang juga penasaran. Ia pun mulai menghidupkan mobil lalu segera berangkat menuju ke arah jalan pulang.
Serena merasakan perutnya sudah lapar, memilih untuk membuka kotak makan yang sebelumnya mereka bawa dari vila. Ia pun memakan makanan tersebut, sambil menyuapi Bram yang saat ini sedang menyetir mobil. Kedua orang itu kini terlihat sudah benar-benar sangat akrab sejak melakukan perjalanan bulan madu yang penuh dengan romantis walaupun sedikit ada masalah tapi kedua orang itu telah memiliki sebuah kenangan yang begitu indah saat bersama di vila.
Beberapa jam kemudian, kini Bram dan Serena telah tiba di rumah. Kedua orang itu langsung saja masuk kedalam kamar untuk membersihkan tubuh nya masing-masing. Setelah itu mereka berdua memilih untuk menemui Tuan Bisma yang sebelumnya berada di ruang tamu untuk menikmati kopi hitam nya.
"Ayah!" panggil Serena dengan nada manja, wanita itu terlihat sangat menyayangi ayah nya. Karena Serena merasa ayah nya adalah sosok ayah yang begitu baik dan perhatian terhadap nya selama ini.
"Bagaimana dengan perjalanan bulan madu kalian berdua? Apakah berjalan dengan baik?!"
"Ada sedikit masalah dan saat ini kami berdua ingin membahas hal itu kepada, Ayah," ucap Serena yang sudah tidak sabar lagi untuk menceritakan kejadian itu.
"Sedikit masalah? Memangnya, masalah apa?"
Serena pun menceritakan semua kejadian itu kepada ayah nya, bahkan ia juga menceritakan tentang beberapa orang memasuki sebuah terowongan sambil membawa sebuah karung yang cukup besar. Tuan Bisma yang mendengar nya sudah jelas ada sesuatu hal yang tidak beres, ia pun meminta salah satu pengawal nya untuk segera menyelidiki nya. Karena selama ini Tuan Bisma berpikir vila tersebut sama sekali tidak ada yang berani untuk datang ke tempat itu, tapi ternyata setelah sekian lama villa itu tidak dihuni ia malah mendengar sebuah kabar yang tak menyenangkan dari anak dan menantu nya. Tuan Bisma pun menjadi marah, ia akan segera menyelesaikan semua masalah yang terjadi.
"Bram, maaf sudah membuat perjalanan bulan madu kalian berdua kurang menyenangkan," ucap Tuan Bisma.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Ayah tidak perlu merasa bersalah sama sekali," ucap Bram.
Namun, saat asik berbincang. Tiba-tiba saja istri tuan Bisma datang dengan wajah yang begitu sinis. Sejak kehadiran Bram, mereka berdua selalu disalahkan oleh tuan Bisma bahkan belanja bulanan harus di kurangin.
"Enak sekali baru pulang bulan madu, apakah ada berita yang menyenangkan?" tanya ibu Jesika sambil duduk dengan begitu angkuh.
Serena menatap ibu tiri nya menjadi kesal, dari awal ia sama sekali tidak setuju dengan ayah nya yang menikahi seorang perempuan yang hanya mementingkan harta. Tapi, ayah nya telah dibutakan oleh cinta sehingga tidak mendengarkan apa yang Serena katakan.
"Jika ingin membuat masalah! Sebaiknya masuklah kembali kedalam kamar!" ucap tuan Bisma kepada istri nya.
"Pi! Aku tahu kau berusaha untuk membela anak dan menantu mu itu! Tapi, mereka sebentar lagi akan aku singkirkan dari kehidupan mu sesegera mungkin, Pi!" gumam ibu Jesika yang sudah sangat lama tidak menyukai kehadiran Serena.
Serena dan Bram hanya diam saja mendengar perkataan tuan Bisma. Mereka berdua rasa tidak perlu ikut campur dengan semua keributan yang terjadi.
"Papi! Aku membawa seseorang untuk dikenalin sama, Papi!" ucap Desta dengan penuh semangat sambil memegang tangan seorang laki-laki di samping nya dengan penuh kemesraan.
"Hem," sahut tuan Bisma dengan cuek, ia tahu maksud dari ucapan anaknya itu barusan adalah memperkenalkan dirinya dengan kekasih anak nya. Padahal, tuan Bisma muak dengan Desta yang selalu bergonta-ganti pasangan, selama sebulan ini gadis itu sudah membawa 5 laki-laki berbeda ke rumahnya untuk berkenalan dengan nya.
"Papi, kenapa tidak mempersilahkan kekasih ku untuk duduk?!"
"Duduklah!" ucap Tuan Bisma dengan dingin.
Namun, semua orang tidak tahu dari tadi Bram menahan rasa amarah dan benci nya kepada laki-laki yang dibawa oleh Desta saat ini. Laki-laki itu jelas memiliki hubungan dengan masa lalunya termasuk menghancurkan dirinya hingga sampai masuk kedalam penjara.
__ADS_1
"Rupanya keluarga ini yang telah membebaskan mu dari tempat itu!" gumam Marvel dalam hati nya, laki-laki itu terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu untuk kembali menghancurkan Bram serta orang yang telah mendukung laki-laki itu selama ini.
Bram dan Marvel saling bertatap mata dengan tajam. Tapi, Serena jelas mencurigai bahwa ada sesuatu hal yang tidak beres antar suami dan kekasih saudara tiri nya itu.
"Mas!" Serena perlahan-lahan memegang tangan suami nya supaya suami nya tetap tenang dan tidak gegabah melakukan sesuatu hal yang tak diinginkan. Ia tahu, dihati suami nya saat ini jelas dengan penuh amarah.
Merasakan sentuhan serta tatapan istri nya. Membuat Bram mengerti, ia pun berusaha untuk tetap menenangkan hati nya yang saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Sayang, kau belum berkenalan dengan Kakak ipar ku. Sebaiknya kalian berdua berkenalan lah!" ucap Desta yang semakin membuat keadaan memburuk, gadis itu jelas menyadari ada sesuatu hal yang begitu menarik di mata nya. Ia jelas melihat sendiri bahwa Bram dan kekasih nya seperti bermusuhan.
"Bram! Nama nya, Bram! Dia satu-satu nya menantu yang dapat aku andalkan!" sahut tuan Bisma, ia dengan sengaja memberikan kalimat sendirian terhadap Marvel dengan begitu laki-laki itu segera menyadari bahwa ia sama sekali tidak pantas menjadi menantu nya.
"Papi! Kenapa Papi berbicara seperti itu? Bukankah Marvel salah satu calon mantu yang dapat Papi andalkan juga?!"
"Belum tentu!" sahut tuan Bisma.
"Aku juga tidak berharap memiliki mertua seperti mu! Laki-laki tua bangkai!" gumam Marvel dalam hati nya, tapi ia memiliki sebuah tujuan yang lain dan akan tetep berusaha menjadikan Desta istri nya dengan begitu ia bisa masuk kedalam keluarga itu.
"Sayang, apa kau ingin minuman segar?!" tanya Desta.
"Tidak perlu, aku tidak ingin terlalu merepotkan mu."
"Tidak apa-apa, lagian bukan aku yang membuat nya. Pembantu di dapur masih nganggur!" ucap Desta. Ia pun langsung pergi ke dapur untuk meminta salah satu pembantu di rumah itu membuatkan minuman segar serta menyiapkan beberapa cemilan yang enak untuk kekasih nya itu.
__ADS_1