
"Mami, sebenarnya apa alasan Mami terus memaksa ku untuk pergi ke Luar Negeri?"
"Tentu saja karena kau sangat memalukan bagi keluarga ini!"
"Tapi, Mi. Bukankah Mami sebelumnya sama sekali tidak pernah bersikap seperti ini apapun yang Desta lakukan Mami sama sekali tidak mempermasalahkannya! Tapi, sekarang kenapa Mami malah seolah-olah jijik terhadap Desta? Apakah Desta benar-benar sangat menjijikkan bagi Mami?"
"Diamlah! Berhentilah berbicara omong kosong, Desta!"
"Desta, hanya ingin meminta penjelasan saja. Apa salahnya?!"
Nyonya Jesika sudah kebingungan menjawab pertanyaan Desta yang berulang kali menanyakan alasannya. Ia tentunya tidak mungkin mengatakan kebenarannya karena hal itu jelas akan menghancurkan semua rencana nya, sehingga nyonya Jesika memilih untuk menghindari saja ketimbang ia berhadapan dengan anaknya yang begitu keras kepala itu.
Namun, Desta sama sekali tidak mau menyerah begitu saja. Ia berusaha menghentikan ibu nya dan meminta penjelasan atas semua yang ibu lakukan kepada nya selama ini.
"Mami, tolong jelaskan pada, Desta!" Tanpa rasa takut lagi, Desta langsung saja menarik tangan ibu nya hingga nyonya Jesika dengan kasar menepis tangan anak nya.
"Akh!" Desta seketika terdorong ke arah kolam renang lalu tercebur ke dalam air yang terasa cukup dingin itu. Desta berusaha untuk berenang ke pinggir kolam tapi sayang nya kaki dan tangannya tiba-tiba terasa begitu kaku.
"To—tolong!" Desta hanya bisa mengucapakan sebuah kalimat itu saja, setelah itu ia hanya berusaha berjuang sendiri di tengah kolam renang. Bahkan nafas nya sudah hampir terasa habis saking tidak tahan berada di dalam air dengan waktu yang cukup lama. Seluruh tubuh nya benar-benar terasa mati rasa dan Desta sangat berharap ibu nya bisa segera membantu dirinya untuk keluar dari kolam renang itu.
"Ma—Mami ..." Desta tak menyangka ia melihat ibu nya malah pergi meninggalkan nya di kolam renang itu sedangkan ia benar-benar sangat membutuhkan pertolongan ibu nya saat ini. Desta sudah merasa sangat pasrah, ia berpikir mungkin hidup sudah di takdirkan untuk pergi selamanya. Sehingga sekarang, Desta perlahan-lahan memejamkan kedua mata nya serta menyerahkan seluruh hidup nya, tapi Desta tiba-tiba merasakan seperti ada sebuah gelombang besar mendekatinya. Ia tampak samar-samar melihat wajah seorang laki-laki yang tak asing di mata nya.
__ADS_1
"Desta! Desta!"
Serena sangat syok melihat adik tirinya sama sekali tidak berdaya di tengah kolam renang. Ia pun dengan cepat meminta suami nya Bram untuk segera menolong wanita itu sebelum semuanya terlambat. Dan sekarang Desta telah berhasil di selamatkan walaupun keadaan wanita itu terlihat sangat lemah saat ini tapi setidaknya mereka masih memiliki harapan untuk menyelamatkan nya.
"Bawa saja ke rumah sakit!" ucap Bram yang juga sedikit panik melihat keadaan Desta sudah mulai membiru.
"Baiklah, Mas." Serena langsung saja berteriak memanggil ayah nya dan mengatakan nya supaya ikut pergi ke rumah sakit bersama dengan mereka. Kebetulan tuan Bisma juga sedang berbincang dengan salah satu pengawal nya di teras rumah sehingga Serena tidak terlalu pusing mencari keberadaan ayah nya itu.
"Ada apa, Serena?"
"Desta! Tenggelam di kolam renang dan sekarang keadaan nya sangat buruk, Pi!" ucap Desta yang terlihat sangat mengkhawatirkan adik tiri nya itu.
Melihat Bram sedang membopong tubuh Desta dengan keadaan yang basah kuyup, tuan Bisma pun dengan cepat meminta pengawalnya untuk membantu menantu nya itu membawa Desta masuk kedalam mobil. Sedangkan Serena sendiri berlari ke arah kamar untuk mengambil pakai suami nya serta milik Desta sendiri dengan keadaan yang sangat terburu-buru. Hanya membutuhkan 3 menit saja, Serena langsung berlari keluar dari dalam rumah menuju ke arah mobil yang kini sudah siap ingin berangkat ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya Desta telah berhasil ditangani oleh dokter. Tuan Bisma bingung kenapa anaknya malah tenggelam di kolam renang, padahal yang ia tahu Desta bisa berenang dan sangat lihai.
"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?"
"Keadaan nya masih kritis, terutama janin dalam kandungan nya benar-benar sangat lemah," jelas dokter itu.
Juan yang mendengar penjelasan dokter barusan sedikit mengerutkan kening nya bingung. Karena selama ini Juan merasa Desta masih belum menikah dan ia begitu penasaran dengan siapa wanita itu menikah hingga ia sendiri tidak di undang ke pernikahan anak majikannya itu. Bahkan ia lebih terkejut lagi ketika melihat Serena sudah bisa berjalan mengunakan kedua kakinya tapi Juan turut bahagia atas kesembuhan anak majikannya itu. Ia juga tidak tega melihat Serena harus duduk di kursi roda dengan wajah yang sama sekali tidak bersemangat untuk menjalani kehidupan nya.
__ADS_1
"Mungkin aku terlalu lama bekerja di tempat yang jauh sehingga aku tidak tahu kabar apapun tentang nona Desta menikah," gumam Juan dalam hati nya.
"Nona Serena, apa tidak sebaiknya menelpon suami nya nona Desta saja? Itu akan lebih baik jika suami nya berada di samping nya," jelas Juan dengan begitu polos nya mengatakan kalimat itu kepada Serena.
"Adik ku belum menikah!" bisik Serena takutnya malah ada yang mendengar nya.
"Be—benarkah?" tanya Juan yang tak percaya akan hal itu.
"Hem."
"Lalu laki-laki nya?"
"Juan, berhentilah terlalu kepo! Sebaiknya kau bawa barang-barang yang ada di dalam mobil, Bram sudah kedinginan sekarang," perintah Serena yang sudah lupa membawa barang-barang tersebut.
"Baik, Nona." Juan pun langsung saja ke arah mobil untuk melakukan perintah Serena.
"Sayang, sebaiknya kau tenangkan ayah mu terlebih dahulu. Sepertinya dia benar-benar masih sangat syok saat ini," ucap Bram, melihat raut wajah mertua nya saja ia sudah tahu bahwa mertua nya itu sangat stress memikirkan Desta yang sedang kritis serta di penuhi alat-alat kesehatan di mulut serta di hidungnya.
"Papi, Desta pasti akan baik-baik saja. Papi jangan terlalu khawatir, aku yakin Desta pasti kuat melewati semuanya."
"Walaupun Desta bukan anak kandung Papi, tapi dia seolah-olah ku anggap sebagai anak kandung ku. Aku memang sering memarahinya atau memperlakukan nya dengan kasar tapi itu semua demi kebaikan nya. Papi hanya terlalu takut ia terlalu terjerumus ke jalan yang salah dan malah menghancur hidup nya sendiri. Kau lihat sendiri kan, akhirnya dia mendapatkan apa yang ia cari-cari selama ini dan malah mengandung dari laki-laki brengsek itu!" jelas tuan Bisma dengan panjang lebar.
__ADS_1
"Papi, Desta sudah menyesali perbuatannya. Aku yakin, dia pasti akan menjalani kehidupan nya lebih baik lagi setelah itu."
"Papi, juga sangat berharap dia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Papi, tidak bermaksud menuntut nya untuk menjalani kehidupan yang lebih sempurna hanya saja Papi ingin dia benar-benar menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya di dalam hidup nya itu saja."